
Setelah , beberapa saat kemudian, Zain dan Ilham akhirnya sampai juga di penyebrangan.
"Ham, Ayuk mu pasti senang banget ini dengan kita pulang nya bawa Bakso" Tutur Zain
"Pasti itu Bang, apalagi kan ini Bakso Langganan nya Ayuk"
"Iya Ham"
Setelah beberapa percakapan tadi akhirnya ketek pun sampai di desa pulau.
Zain yang mengendarai motor nya, sedangkan Bakso nya di letakkan di gantungan motor dan sebagian nya lagi Ilham yang bawa.
3 menit akhirnya Zain dan Ilham sampai di rumah.
"Assalamualaikum" Ucap Ilham
"Wa'alaikumussalam, sudah pulang Bang?" Sarah yang yang membukakan pintu
"Iya ini, Ada bakso dan mie ayam, siapkan mangkuk dan sendok nya" Ucap Ilham
"Oke, bawa ke ruang TV aja bang, soalnya yang lainnya pada di sana"
"Hmm" Jawab Ilham
Sedangkan Zain Yang membawa sebagian bakso lainnya juga ke ruang tv bersama Ilham.
"Sayang, ini Bakso nya" Ucap Zain pada Cahaya
"Oh ya, Alhamdulillah makan bakso Simpang kita" Jawab Cahaya dengan senang
"Iya sayang,"
Zainab dan Nisa sedang menggendong Zahid dan Ziyad. Sedangkan Syafira dalam gendongan sang Opa.
"Syafira anteng banget dalam gendongan Opa nya" Ucap Zain
"Iya By, Seperti nya sangat nyaman bagi Syafira" Jawab Cahaya dengan tersenyum melihat ke arah Syafira yang ada di gendongan Anam
Setelah beberapa saat kemudian,Sarag dari dapur membawa beberapa mangkok dan sendok.
"Ayah, Abi Umi dan Ibu, Ayo kita makan Bakso. Ada mie ayam juga kesukaan Ibu" Ucap Sarah antusias
"Iya Sayang, tapi sebelum itu kembar kita masukkan ke dalam boks mereka saja dulu" Ucap Nisa
"Baiklah Umi" Jawab Sarah
Zain yang mendengar ucapan dari Umi nya langsung bergegas ke kamar nya untuk mengambil boks bayi kembar mereka yang bisa di bawa ke mana-mana.
Akhirnya ketiga anaknya di letakkan ke dalam boks mereka, dengan beberapa mainan yang tergantung di atas boks mereka.
__ADS_1
Dan para orang tua akhirnya makan bakso dengan damai.
Setelah selesai makan bakso, Akhirnya Anam dan yang lainnya memutuskan untuk kembali ke rumah Subki karena hari juga sudah Sore.
Dan kembar kini sudah di dalam kamar bersama Bunda dan Ayah mereka.
Cahaya dengan telaten memandikan kembar bergantian sedangkan Zain membantu memakaikan bedong untuk mereka, walaupun awalnya Zain mereka kesusahan melakukan nya, namun karena sering di ajarkan oleh Cahaya. Zain akhirnya Sangat pandai membedong buah hati mereka.
Setelah ketiga nya sudah wangi, Zain dan Cahaya bergantian mandi.
********
Malam harinya
Di kamar Zain dan Cahaya
Zain tengah memeriksa beberapa pekerjaan yang dikirimkan oleh Riki lewat email nya.
Cahaya yang melihat suaminya sedang fokus pada laptop nya langsung ke dapur untuk menyiapkan cemilan dan minuman untuk sang Suami.
Di dapur
Cahaya langsung membuat kukis simple dan jus jeruk. Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Cahaya selesai di dapur.
Cahaya kembali ke kamar dengan nampan di tangannya.
"Hubby, ini ini minuman nya" ucap Cahaya
"Sama sama by, masih banyak pekerjaan nya?"
"Ada beberapa file lagi Sayang yang harus Hubby periksa"
"Oh gitu. Apa tidak bisa di lanjutkan besok Saja by?"
"Tidak bisa Sayang, karena berkas ini besok sudah harus di kirim ke klien"
"Ya sudah jika seperti itu, biar hubby tidak capek banget kerjanya. Cahaya pijitin ya"
"Terimakasih banyak sayang, kamu selalu bisa bikin hubby rileks bebernya"
"Sama sama hubby, ini sudah menjadi tugas untuk Cahaya sebagai istri hubby"
Zain tersenyum mendengar penuturan dari Cahaya. Akhirnya Zain melanjutkan memeriksa beberapa file dan Cahaya memijit pundak Zain.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Zain menyelesaikan pekerjaan nya, Dan Cahaya yang tadinya memijit Pundak Zain ternyata sudah terlelap di kursi samping Zain
Zain melihat Cahaya yang tertidur karena menemani nya Bekerja hanya tersenyum bahagia.
Zain memindahkan Cahaya ke atas kasur, supaya Cahaya tidur dengan Nyaman.
__ADS_1
*****
Adzan Subuh berkumandang, Cahaya bangun dari tidur nya. Melihat ke arah samping nya ternyata sang Suami sudah tidak ada di samping nya.
Cahaya bangun dari tidur nya dan mencari keberadaan suaminya. Ternyata sampai di depan kamar.
Zainab sanh ibu yang hanya berada di sana.
"Ibu, Hubby sudah berangkat ke masjid ya?" tanya Cahaya dengan suara khas bangun tidur
"Sudah baru san saja bareng Ayah dan Ilham"
"Oh gitu, ya sudah Bu. Cahaya mau ambil wudhu dulu"
"Iya nak"
Cahaya kembali ke kamar dan langsung melihat ke boks kembar. Ternyata kembar sudah bangun dari tidur mereka namun mereka tidak menangis.
Karena mereka tidak rewel, Cahaya bergegas untuk ambil air wudhu dan di lanjutkan dengan shalat Subuh.
Setelah selesai shalat, Cahaya kembali ke boks kembar dan memeriksa bedong mereka. Dan ternyata bedong mereka sudah berbeda dengan bedong yang ia gunakan pada kembar tadi malam.
Cahaya tersenyum, karena tau Sang Suamilah yang menjaga kembar semalaman.
Setelah beberapa saat kemudian terdengarlah suara Ilham dan yang lainnya pulang dari masjid.
Zain masuk ke dalam kamar
"Sayang, maaf ya tadi malam kamu sampai ketiduran nungguin hubby kerja" Ucap Zain merasa bersalah
"Kenapa minta maaf hubby, Cahaya senang kok melakukan nya dan juga Cahaya yang harus minta maaf karena hubby sendirian tadi malam sampai subuh jagain kembar"
"Tidak apa-apa Sayang, hubby ngerti kamu pasti lelah menjaga kembar. Hubby juga senang bisa membantu kamu merawat anak-anak kita"
Cahaya terharu, matanya berkaca-kaca mendengar penuturan dari Zain. Cahaya masuk ke dalam pelukan Zain. Dengan tersenyum Zain menyambut pelukan Cahaya tersebut.
Ketika Zain dan Cahaya berpelukan. Zahid menangis dan di ikuti oleh adik-adiknya ikutan menangis.
Zain dan Cahaya tersenyum merasa ngemas melihat ke arah kembar yang sangat kompak sejak kecil.
Zain mengambil Zahid dan menggendong nya. Sedangkan Ziyad dalam gendongan Cahaya. Dan Syafira Zain letakkan di gendongan sebelah Zahid. Zain sudah terbiasa menggendong kedua putra nya bersamaan. Namun Cahaya belum terbiasa karena paktor tenaga juga. Kembar memang sudah sangat menggemaskan dan pertumbuhan mereka sangat pesat. Walaupun mereka hanya minum ASI eksklusif dari Cahaya.
Setelah beberapa saat kemudian mereka semua sudah kembali tenang dalam gendongan Bunda dan Ayah mereka.
Karena matahari sudah mulai terbit, Zain dan Cahaya membawa kembar untuk keluar, sambil jalan pagi.
Tapi sebelum itu, kembar sudah di letakkan di atas troler mereka supaya Zain dan Cahaya mendorong mereka dengan jalan santai.
**********************----------------****************
__ADS_1
Mohon Maaf ya sahabat Gadis Desa vs mafia dan Sugar baby halal jika mungkin Author masih banyak kekurangan dalam menulis nya. Dan terimakasih banyak sudah mau memberi dukungan nya.