Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Malam terakhir bersetatus Sendiri


__ADS_3

Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Riki dan dua orang dari pihak KUA sudah sampai di tempat Bakso.


Sedangkan di rumah Subki


Dimas sudah selesai mandi dan sekarang tengah berada di dalam kamar nya. Anam beserta yang lainnya sudah kembali ke rumah Subki juga.


Di rumah Hasan


Zain yang juga sudah selesai makan di suapin Cahaya, kini Zain dan Cahaya juga sudah selesai mandi. karena hari sudah semakin Sore menjelang Maqrib. Cahaya dan Zain sengaja membangunkan ketiga buah hati mereka, karena tidur menjelang Maqrib tidak lah bagus. Jadi sudah biasa bagi ketiga buah hati mereka ketika hendak maqrib mereka semua di bangunkan dari tidur mereka.


Kembali ke Riki


"Tuan-tuan, kita lanjutkan perjalanan nya. Karena hari sudah Sore" Ucap Riki setelah selesai makan Bakso


"Baiklah Tuan, " Jawab ketua KUA tersebut


Akhirnya mereka dan yang lainnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke desa pulau.


Setelah 15 menit perjalanan akhirnya mobil yang membawa Riki dan dua orang dari pihak KUA sudah sampai di desa seberang.


Zain dan Subki yang juga sudah berada di dekat ketek penyebrangan desa pulau menunggu kedatangan Riki dan yang lainnya.


Tanpa menunggu lama akhirnya Riki dan yang lainnya di antar ke desa pulau oleh pemilik ketek penyebrangan.


Sesampai di desa pulau


"Assalamualaikum, Ustadz Yusuf" Ucap Zain menyambut kedatangan ketua KUA tersebut


"Wa'alaikumussalam Tuan Zain" Jawab Ustad Yusuf dengan tersenyum


"Mari Ustadz, Anda pasti sudah lelah dalam perjalanan" Ucap Subki


"Mari"


Mereka berjalan dari ketek ke kediaman Zaki. Karena di sanalah kedua orang dari pihak KUA akan menginap malam ini

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian


Di depan rumah Zaki sudah ada Anam, Hasan dan yang lainnya menyambut kedatangan mereka


"Assalamualaikum Ustadz Yusuf. selamat datang di desa pulau" Ucap Anam dengan ramah


"Wa'alaikumussalam Tuan Anam, Saya sangat senang bisa datang dan membantu dalam acara besar keluarga Tuan"


"Mari Ustadz kita masuk ke dalam rumah. ini rumah dari putra ketiga Saya" Untuk Hasan


"Mari Tuan"


Akhirnya mereka semua masuk ke dalam rumah Zaki.


Sesampai di dalam rumah, Mereka berbincang biasa dan membicarakan perihal esok hari. tentunya membicarakan perihal Ustadz Yusuf dan ustadz Bukhari menginap di rumah Zaki tersebut.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka semua kembali ke rumah masing-masing yang sudah di siapkan untuk mereka, ada yang di rumah Subki dan ada yang tinggal di rumah Zaki.


Riki juga ikut ke rumah Subki bersama dengan Anam dan yang lainnya, sedangkan ustadz Yusuf dan ustadz Bukhari di kediaman Zaki di temani oleh Zaki dan Ilham sebagai Tuan rumah.


* Malam harinya*


Di kediaman Hasan


Sarah di pakaikan inai oleh Cahaya dan Zainab setelah selesai shalat isya, supaya Sarah bisa langsung tidur setelah selesai di pakaikan inai.


Cahaya juga tidak lupa menggunakan di tangan mungil putri kecil nya.


Sedangkan di rumah Subki


Subki baru saja kembali dari rumah Hasan dengan membawa inai di tangan nya untuk Dimas gunakan.


"Dim, ini inai nya. Oh ya siapa yang mau memakaikan nya ke tangan Dimas?" Tanya Subki akhirnya


"Abang, apa tidak bisa Aku tidak mengunakan nya?" Tanya Dimas

__ADS_1


Subki tidak menjawab, melainkan hanya melirik ke arah Dimas dengan tajam


Dimas yang mengerti tatapan mata dari Subki langsung menunduk, walau bagaimanapun Subki adalah calon kakak iparnya dan kakak ipar bosnya.


"Umi, apa Umi bisa memakaikan ke tangan Dimas?" Tanya Subki dengan sopan


"Umi, belum pernah nak. Atau Tika saja bagaimana?"


"Ya sudah jika seperti itu Umi, biar Tika saja yang memakai kan ke kak Dimas" Jawab Tika tersenyum


Akhirnya Tika lah yang memakai kan inai ke tangan Dimas. Walau hanya memakai kan inai, Dimas sedikit risih karena memang Dimas tidak pernah di Sentuh tangan nya oleh orang lain. Walaupun Tika sekarang sudah menjadi adiknya.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya tangan Dimas penuh dengan inai.


Melihat tangan Dimas yang di tutupi dengan inai, Riki langsung tertawa


"Dim, kamu harus abadikan momen ini deh. karena sangat menakjubkan" Ucap Riki yang menahan tawa


"Rik, Aku doakan semoga kamu juga mendapat orang sini dan nanti juga seperti Aku"Ucap Dimas


"Sudah lah, nak. Lebih baik kamu kembali ke kamar masing-masing karena hari sudah malam juga. ingat besok itu hari bahagia " Nisa melerai antara Dimas dan Riki akhirnya


"Baik Umi" Jawab Semuanya


Riki dan Dimas di kamar yang sama


"Dim, ini malam terakhir mu tidur berstatus sendiri. " Ucap Riki


"Iya, Aku sudah tidak sabar menunggu esok" Ucap Dimas


"Sudahlah, lebih kamu tidur"


"Hmm, tapi Rik. Aku pengen minum" Ucap Dimas manja


"Hmm, baiklah Dim. Karena besok hari bahagia mu, jadi aku layani manja mu malam ini" Sambil mengambil air di atas meja untuk Dimas minum

__ADS_1


Dimas hanya tersenyum mendengar ucapan dari Riki.


Setelah beberapa saat kemudian mereka akhirnya tidur, walaupun Dimas sedikit kesusahan di awalnya. karena tangan keduanya tidak bisa di gerakkan dengan sesuka hati karena takut Inai nya rusak.


__ADS_2