
Setelah kemarin mengunjungi Markas, pagi ini Sarah sudah bangun dari tidur nya dan juga sudah rapi dengan seragam sekolah nya yang kemarin baru saja ia dapatkan.
"Pagi Sayang ku" Ucap Dimas sambil memeluk Sarah dari belakang
"Pagi Chagi ku" Jawab Sarah membalas
"Sayang, kamu tidak apa-apa kan jika mulai dari sekarang berangkat sekolah nya dengan Brian?"
"Tidak apa-apa Chagi, toh kak Brian itu kakak nya Sarah juga"
"Terimakasih Sayang, oh ya Sayang kamu jangan deket-deket juga dengan Brian nya ntar Abang cemburu loh"
"Sarah nggak dekat banget kok hanya sebatas kakak beradik aja, Chagi tenang saja Sarah bisa jaga hati untuk mu malah sebaliknya nih Chagi juga harus jaga pandangan dan hati"
"Tentu Sayang, udah punya yang gemesin gini ngapain melirik yang lain" Ucap Dimas sambil tersenyum
"Alhamdulillah jika seperti itu, ya sudah sudah jam segini Sarah juga harus berangkat ke sekolah dan Chagi juga ke kantor kan?"
"Iya Sayang"
Dimas melepaskan pelukannya dari Sarah. Kini Dimas dan Sarah berjalan keluar dari kamar menuju lantai satu
"Pagi bang " Ucap Sarah menyapa Zain dan Riko serta ada Brian di sana
"Pagi Sarah" Jawab Riki
Sedangkan Zain hanya tersenyum memandang adik ipar nya itu.
"Ya sudah kak, Brian dan Sarah berangkat ke sekolah dulu" Ucap Brian pada semua nya
"Iya Jaga Adik mu Bri " Ucap Zain pada Brian
"Iya kak" Jawab Brian
"Sekolah yang rajin ya Sayang biar cepat lulus" Ucap Dimas pada Sarah
"Iya, tapi tetap saja sih masih 2 tahun lebih lagi jika mau lulus" Ucap Sarah dengan polosnya
Riki dan Zain yang mengerti maksud dari ucapan dari Dimas hanya tersenyum menahan tawa.
"Ya sudah Chagi, bang Zain bang Riki Sarah berangkat sekolah ya Assalamualaikum" Setelah menyalami tangan Dimas
"Wa'alaikumussalam" Jawab Dimas serta lainnya.
Sarah dan Brian langsung masuk ke dalam mobil milik Brian menuju sekolah.
Setelah keberangkatan Sarah dan Brian ke sekolah, Zain dan Riki langsung tertawa..😂😂😂😂...
"Sabar ya Dim, Sarah masih sangat polos" Ucap Zain sambil tersenyum
"Hmm benar Bos, tapi Aku mencintai nya" Ucap Dimas pasrah karena di ditertawakan oleh kedua sahabat nya itu.
"Ya sudah, Aku kembali ke kamar dulu mau pamit dengan kembar dan Cahaya dulu. Kalian jika ingin berangkat ke kantor duluan tidak apa-apa" Ucap Zain
__ADS_1
"Ya sudah Bos, kami berangkat duluan aja" Ucap Dimas
"Hmm ya sudah"
Dimas dan Riki akhirnya mereka berangkat ke kantor berdua, sedangkan Zain kembali ke kamar nya.
Kembali ke kamar Cahaya dan Zain
Cahaya tengah sibuk mengantikan pakaian kembar setelah selesai mandi
"Sayang nya Ayah sudah pada mandi ni ya" Ucap Zain ketika melihat kembar sudah pada wangi dan rapi
"Sudah dong Ayah, karena kami anak-anak nya Ayah dan Bunda" Jawab Cahaya
Zain tersenyum mendengar jawaban dari Cahaya.
"Sayang, hubby berangkat ke kantor dulu ya ada beberapa pekerjaan yang harus di kerjakan"
"Iya by, Cahaya juga nanti izin ke kampus ada dua mata kuliah hari ini"
"Iya sudah Sayang kamu hati-hati ya"
"Iya by"
Zain mengelus kepala kembar bergantian dengan Sayang.
"Anak-anak Ayah yang pintar dan Shaleh serta Shalehah Ayah berangkat kerja dulu ya" Ucap Zain
Seakan mengerti apa yang di ucapkan Zain, kembar tersenyum melihat ke arah Zain.
Setelah berpamitan dengan kembar, Zain akhirnya berangkat ke perusahaan.
Sedangkan Dimas dan Riki baru saja sampai di lobi perusahaan dan berjalan menuju ruang kerja mereka.
"Bagaimana Rik, sudah tau siapa dia?" Tanya Dimas
"Belum Dim, Tidak ada informasi apa apa tentang nya, dan yang harus kamu tau ya CCTV supermarket waktu itu pun juga lenyap "
"Apa perlu minta bantuan bos Rik, biar kamu tidak penasaran?"
"Aku tidak keenakan minta tolong pada bos "
"Santai aja kali Rik, bos pasti mau membantu mu. kan kamu tau sendiri di antara kita hanya bos yang paling tinggi ilmu IT nya"
"Iya sih Dim. Ya sudah ntar aku pikirkan lagi "
"ya sudah terserah kamu saja " Jawab Dimas
Kembali ke sekolah
Sarah dan Brian baru saja keluar dari mobil dan mereka di sambut oleh sahabat-sahabat Brian. Siapa lagi jika bukan Wiliam Evan dan Harrry.
"Pagi Bro" Ucap Wiliam menyapa Brian
__ADS_1
"Hmm" Jawab Brian
"Eh Bro kenalin dong adik mu dengan kami" Ucap Evan
Brian mendengar ucapan dari Evan hanya menatap tajam ke arah ketiga sahabat nya terutama Evan.
"Et dah Brian santai aja Bro kami hanya ingin berkenalan dengan adik mu " Ucap Evan lagi
"Yang harus Kalian tau jika dia Adik ku dan tidak perlu melakukan perkenalkan lagi" Ucap Brian akhirnya
"Udah lah Van, Brian pasti melakukan itu untuk menjaga keamanan Adik nya dari laki-laki playboy seperti mu " Ucap Wiliam akhirnya
"Ya Wil, Aku kan hanya mau kenalan " Jawab Evan
Sarah yang mendengar perdebatan antara Brian dan sahabat-sahabatnya akhirnya mengutarakan pendapat.
"Hai kakak-kakak semuanya perkenalkan Aku Sarah, Adik nya kak Brian" Ucap Sarah
"Hai Sarah, Aku Harry Sahabat kakak tengil mu ini" Ucap Harry
"Hai Sarah, Aku Wiliam dan ini Evan kami juga Sahabat kakak mu" Ucap Wiliam
"Hai kakak-kakak semuanya, ya sudah Sarah ke kelas dulu ya kak Brian" Ucap Sarah yang tidak mau berlama-lama di sana. Sarah ingat betul jika Dimas tidak menyukai itu
"Ya kamu lebih baik ke kelas mu" Ucap Brian
"Ya kak, Assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam"
Sarah berjalan meninggalkan Brian serta ke tiga sahabat nya di parkiran.
Setelah kepergian Sarah, Evan, Brian, Harry dan Wiliam juga bergegas menuju kelas mereka.
Di perjalanan ke kelas. Seperti biasanya para siswi bersorak ria mengagumi ketampanan dari Brian dan tiga sahabat nya. Namun kebanyakan dari mereka mengagumi ketampanan dari dua sosok tertampan yaitu Brian dan Harry yang terkenal cuek
"Oh ya bro bukannya kamu tidak memiliki adik ya?" Tanya Wiliam pada Brian
"Hmmm, untuk saat ini belum Waktunya Aku cerita sama kalian dan yang harus kalian tau bahwa Sarah adalah adik ku yang wajib Aku dan juga dan Aku berharap pada kalian juga bisa membantu ku menjaga nya " Jawab Brian
"Ya sudah jika kamu belum mau menceritakan pada kami. Kami pasti akan menjaga Sarah karena sekarang Sarah juga adik kami " Ucap Wiliam
"Terimakasih Bro. Kalian memang sahabat ku "
"Sama-sama, "
"Dan untuk peringatan untuk Harry jangan berharap kamu bisa berkeinginan menginginkan Sarah, karena Sarah tidak akan bisa kamu capai " Peringatan Brian pada sahabatnya satu itu
"Apa benar begitu Bri?" Tanya Harry
"Iya, Aku tau dari tatapan mu kamu tertarik dengan Sarah. Tapi untuk kebaikan mu jangan pernah menginginkan Sarah. Jika kita sudah lulus nanti Aku akan membawa kalian ke rumah kakak ku dan kalian akan mengetahui kebenaran nya " Jelas Brian
"Yah.... Sayang banget tapi tidak apa-apa jadi sahabat dari kakak nya juga sudah bagus " Ucap Harry akhirnya
__ADS_1
Brian tersenyum mendengar ucapan dari Harry. karena Brian tau jika sahabat nya itu walaupun suka menggombal pada banyak perempuan tapi itu hanya sebatas gombalan semata dan Harry memiliki watak yang sangat baik.
Sedangkan Sarah juga sudah baru sampai di kelasnya dan duduk di kursinya bersama Vivi. menunggu waktu belajar di mulai.