
Mension
Zain duduk bersama dengan yang lainnya di ruang tamu.
"Bos sejak kapan sudah mengetahui hal ini?" Tanya Riki
"Sebenarnya, setelah kejadian kamu di supermarket itu. Aku sudah mencari informasi tentang gadis yang bisa membuat mu seperti orang gila itu " Jelas Zain sambil tersenyum
"Bos bagaimana ya, kan tau sendiri jika laki-laki yang lagi kasmaran bagaimana" Ucap Dimas
Sedangkan Riki hanya tersenyum mendengar penuturan antar Dimas dan Zain, yang mana Riki merasa sangat malu. Ingin rasanya hilang di muka bumi saat ini.
"Udah lah by jangan bikin kak Riki malu gitu dong" Ucap Cahaya
"Iya Sayang, Hubby hanya tidak menyangka saja ternyata Riki sudah menemukan dambaan hatinya"
Cahaya tersenyum mendengar jawaban dari Zain.
"Jadi bagaimana rencana kamu kedepannya Rik?" Tanya Zain pada adik nya itu
"Nah itu Bos, Aku masih bingung bagaimana cara nya agar dia mau jadi istri ku" Ucap Riki cepat
"Udah ngebet banget pengen nikah ya" Sindir Zain lagi
"Ya mau gimana Bos, Bos dan Dimas sudah ada pasangan tinggal Aku aja yang masih sendiri" Curhat Riki
Zain tersenyum mendengar curhatan dari Riki, sedangkan Dimas hanya diam tanpa merespon apapun. Begitupun dengan Cahaya dan Sarah di sana hanya sebagai pendengar
"Apa kamu tau Riki, jika laki-laki yang di jodohkan oleh Tuan Ellison adalah putra mahkota kerajaan Inggris dan dia juga merupakan sepupu Kita" Ucap Zain
"Yang benar Bos?" Tanya Dimas dengan sepontan
"Iya, maka dari itu jika memang Riki benar-benar bersungguh-sungguh ingin meminang dan menikahkan Putri dari Ellison itu kita akan berhadapan dengan keluarga kerajaan, dan itu pasti berhadapan langsung dengan Oma dan opa" Jelas Zain
"Aku benar-benar tidak ingin bermain-main lagi Bos, Aku benar berkeinginan untuk menjadikannya istriku" Jawab Riki dengan mantap
"Baiklah untuk itu kita akan membicarakan hal ini langsung pada Abi dan Umi dulu, jika seandainya Abi dan Umi tidak mengizinkan nya. Kamu mau bagaimana Rik?" Ucap Zain dengan serius
"Jika memang seperti itu, Aku akan patuh dengan keputusan dari Abi dan Umi " Jawab Riki dengan sedikit suara pelan
"Ya sudah jika seperti itu, Nanti biar Aku yang bicarakan dengan Abi dan Umi, semoga mereka akan memberikan Restu untuk mu " Ucap Zain
"Baik Bos " Jawab Riki
"Banyak berdoa aja Rik, apa pun keputusan mu, kami akan selalu mendukung mu " Ucap Dimas memberikan semangat pada Riki
Riki hanya membalas dengan senyuman.
"Ya sudah sekarang lebih baik bersiap untuk shalat Dzuhur " Ucap Zain
"Baik Bos "
Akhirnya mereka kembali ke kamar masing-masing, Zain sambil mendorong troler kembar berjalan bersama Cahaya menuju kamar mereka.
Begitupun dengan Dimas dan Sarah juga kembali ke kamar mereka.
__ADS_1
Kepergian lainnya, Riki masih duduk termenung di kursi ruang tamu itu.
Sedangkan di ruang makan
Brian dan sahabat-sahabatnya baru saja selesai makan.
"Alhamdulillah kenyang banget" Ucap Harry
"Alhamdulillah jika kalian kenyang, ya sudah lebih baik kita kembali ke kamar ku setelah itu kita shalat Dzuhur bersama" Ujar Brian
"Mmm, bagaimana ya Bro Aku tidak hafal bacaan shalat " Ujar Evan
"Selama ini, kamu shalat gimana?" Tanya Wiliam
"Iya, Aku jarang shalat bro jika Bunda ku nyuruh shalat baru Aku shalat itupun dengan surah Al-Ikhlas dan An-Nas aja yang ku bisa " Jelas Evan
"Astaqfirullah Van, Lebih baik kamu bertaubat sebelum ajal mendekat " Ucap Wiliam
"Iya Bro, Aku juga berkeinginan seperti itu. " Jawab Evan
"Ya sudah, Alhamdulillah jika kamu ingin bertaubat menjadi Lebih baik lagi. Ya sudah ayo ke kamar ku " Ucap Brian
Mereka akhirnya meninggalkan ruang makan dan menuju kamar Brian.
Sedangkan di kamar Zain dan Cahaya
Setelah menidurkan kembar, Cahaya langsung bersiap untuk melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah dengan sang Suami karena sudah adzan.
Beberapa menit kemudian, Akhirnya Cahaya dan Zain sudah selesai shalat Dzuhur nya.
"By, Cahaya melihat wajah murung dari kak Riki tadi itu jadi ikut khawatir by jika seandainya Umi dan Abi tidak merestui. Cahaya takut Kak Riki akan berubah" Ujar Cahaya
"Hubby juga merasakan apa yang kamu khawatirkan Sayang, tetapi Hubby sangat yakin jika Abi dan Umi Merestui Riki. Karena Hubby tau benar sifat dari seorang Riki itu sangat penyimpan. Jadi apa yang dia lakukan kadang tidak bisa kita tebak. Jadi sekarang berdoa saja. Dan Jika Hubby boleh minta tolong untuk kamu bisa mendekati Tiara terlebih dulu, supaya Tiara bisa mengenal Siapa dari Riki dan keluarga kita " Ujar Zain
"Memang sekarang Tiara itu tinggal di mana by?"
"Dia sekarang tinggal di daerah dekat dengan Mall xxx..."
"Mmm, menurut Cahaya untuk prihal itu lebih baik kak Riki saja yang berusaha untuk mendapatkan cintanya Tiara itu karena itu lebih baik menurut Cahaya by "
"Iya kamu benar Sayang, dan juga nanti Hubby akan berusaha membicarakan ini pada kedua kakak nya Tiara juga "
"Hubby kenal?"
"Sangat kenal Sayang, Dimas pun juga kenal. mereka itu merupakan pembisnis sukses juga dan bulan depan akan ada kerja sama yang akan di adakan di Inggris dan insyaallah akan bisa bertemu langsung dengan mereka "
"Apa tidak kelamaan by?"
"Iya sih Sayang, atau Hubby menyuruh mereka datang ke Indonesia ya, sekaligus mereka bisa menjenguk adiknya "
"Boleh tuh by, sekalian Cahaya bisa kenal dengan Tiara nya juga "
"Iya sudah Sayang, Hubby mau ke ruang rahasia dulu. "
"Baiklah by "
__ADS_1
Zain berdiri duduk nya dan berjalan meninggalkan kamar nya.
Sedangkan Brian The geng sudah berada di ruang olahraga. Ada Dimas dan Riki juga di sana, masih dengan wajah kurang semangat.
"Dim, nanti kamu undang pada Davin dan Gabriel untuk reunian di perusahaan kita " Ujar Zain pada Dinas
"Maksudnya Bos, Kita akan bertemu mereka untuk apa?" Tanya Dimas
"Gavin dan Gabriel itu adalah kakak kandungnya Tiara lestari ellison " Jelas Zain sambil tersenyum
"Maksudnya bos, mereka itu putranya dari Tuan Ellison dan kakak dari gadisnya Riki?" Tanya Dimas lagi
"Mmmmm, " Jawab Zain sambil tersenyum ke arah Riki
"Bos bukannya Gavin dan Gabriel itu marganya bukan Ellison?" Tanya Riki
"Mereka memang sengaja menyimpan identitas mereka sebagai putra-putra dari Tuan Ellison di saat kuliah dulu " Ujar Zain
"Jadi Aku bisa ketemu Tiara dong bos?" Tanya Riki
"Mmmmm, mungkin dan kamu harus bisa meluluhkan Gavin dan Gabriel dulu tentunya karena Tiara adalah adiknya mereka "
"Pasti itu bos " Jawab Riki cepat
Dimas dan Zain langsung tersenyum melihat Riki sudah kembali seperti biasanya.
"Ya sudah Brian, Evan, Wiliam dan Harry sekarang kalian ikut Dimas ke ruangan Rahasia, tetapi ingat jangan menyentuh barang apapun yang tidak boleh di sentuh " Jelas Zain
"Baik kak " Jawab Brian serta teman-teman nya berbarengan.
Dimas langsung membawa mereka untuk menuju pintu ruang rahasia, dengan sensor wajah pintu rahasia tersembunyi langsung terbuka.
Brian dan yang lainnya Sangat kagum dengan apa yang ada di hadapan mereka.
"Brian, ini pintu sangat keren. Apalagi dalamnya " Ujar Wiliam dengan rasa kagum
"Benar, kak Zain bukanlah orang biasa melainkan sang jenius" Jawab Brian
Mereka mengikuti Dimas dari belakang dengan mulut yang terbuka karena terkagum kagum dengan apa yang mereka lihat.
Ada banyak komputer dan teknologi yang sangat canggih di sana.
"Wil, keluarga mu kan juga kaya ya. Apa keluarga mu memiliki hal semengakum kan ini juga ngak?" Tanya Evan
"Tidak ada, ini pertama kalinya Aku juga melihat hal yang sangat canggih ini" Jawab Wiliam.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Dimas menyuruh Brian untuk duduk dan mengerjakan misi nya dengan sebuah komputer yang ada di depannya.
"Brian, kamu dan teman-temanmu bisa menggunakan komputer di depan kalian. Tapi ingat jangan pernah sentuh selain dari komputer di depan kalian, karena jika kalian sentuh pun tidak akan bisa kalian gunakan terkecuali dengan izin Bos " Jelas Dimas
"Baik kak, Brian akan mengingat nya "
"Bagus, ya sudah kalian kerjakan. Aku harus menemui Bos dan Riki dulu "
"Baik kak "
__ADS_1
Akhirnya Dimas meninggalkan Brian serta teman-teman nya di ruang rahasia tersebut.