Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Minum teh hangat sambil memandangi perkebunan teh


__ADS_3

Menjenguk Tiara


Di mension


Setelah semuanya siap mereka langsung bergegas menuju tujuan masing-masing .


Dimas dan Sarah menuju sekolah Sarah sedangkan Riki dan Zain serta lainnya ke pesantren menjenguk Tiara di sana.


Di mobil Dimas dan Sarah


"Sayang apa anak ingusan itu masih mengganggu mu?" Tanya Dimas pada Sarah menanyakan anak baru yang belakangan ini mengejar Sarah


"Masih sih, tapi kan kemarin Chagi datang ke sekolah bawa buket itu di lihati dia mungkin bisa membuat nya sadar"


"Semoga aja, jika dia masih gangguin kamu bilang ke Chagi ya biar Chagi bikin dia kapok"


"Siap, oh ya Chagi gimana dengan kabar tentang foto itu?"


"Masih belum tau pastinya tetapi sudah tau jika yang ada di foto itu adalah dua keluarga terkaya di Qatar " Jawab Dimas apa adanya


"Semoga cepat mendapatkan informasi ya Chagi supaya kehidupan kita tenang gitu "


"Aamiin, sulit Sayang jika ingin hidup senang walaupun kita tidak mengusik ketenangan orang lain tetapi malah mereka duluan yang mengusik ketenangan kita, baik di dunia bisnis maupun di dunia bawah "


"Iya Chagi Sarah ngerti kok yang penting bukan kita yang duluan "


"Iya Sayang, oh ya ntar pulang nya seperti biasa kan?"


"Iya, setelah selesai jum'atan langsung pulang "


"Oke ntar Chagi jemput setelah selesai jum'atan ya "


"Iya "


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mobil mereka sampai di depan pintu masuk sekolah.


Dimas memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah, ternyata Vivi baru saja juga keluar dari mobilnya.


Dimas tidak keluar dari mobil nya seperti biasanya karena memang hari Jum'at waktunya sangatlah singkat, apalagi yang ke perusahaan hari ini hanya dia saja


"ya sudah Chagi, Sarah sekolah dulu ya, itu Vivi juga baru saja sampai" Ucap Sarah


"Iya sayang, belajar yang giat ya supaya ntar anak-anak kita pintar seperti ibunya" Ucap Dimas


"Siappp. Ya sudah assalamualaikum Chagi" Ucap Sarah sebelum keluar dari mobil tidak lupa mencium tangan Dimas


Dimas pun juga mencium puncak kepala Sarah dengan Sayang

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam sayang"


Setelah berpamitan Sarah langsung keluar dari mobil dan menghampiri Vivi yang sudah berdiri di depan mobil nya menunggu Sarah


"Pagi Vi" Ucap Sarah


"Pagi, yuk ke kelas"


"Oke"


Sarah dan Vivi langsung berjalan menuju kelas mereka, sedangkan Dimas melihat Sarah yang sudah berjalan menjauh dan menuju kelasnya Dimas langsung menghidupkan mobil nya dan meninggalkan sekolah Sarah menuju perusahaan.


Sedangkan di Jambi


Ilham dan lainnya sampai di hotel di bawa kaki gunung kerinci tepat pukul 00:00 tadi malam.


Pagi sekali karena cuaca hotel yang berada di bawa kaki gunung kerinci sangatlah dingin Ilham dan lainnya memutuskan untuk bersantai meminum teh hangat Sambil memandangi kebun teh yang tepat berada di depan hotel mereka.


"Indah sekali" Ucap Sean


"Benar sekali, sangat indah. Kalian tau di waktu Aku dan keluarga ke kerinci dulu kami kan belum memiliki uang kami ngenep nya di masjid dan berselimut kan sajadah, Alhamdulillah nya sekarang ada bang Zain yang membantu ekonomi keluarga menjadi lebih baik" Ujar Ilham


"Sangat dingin dong ham?" Tanya Barak


"Iya sangat dingin, waktu itu Aku tidak memiliki uang saku dan Alhamdulillah nya Ayuk bawa uang lebih, Yang berangkat ke kerinci waktu itu Aku , Ayuk dan bang Zaki "


"Iya, nanti agak siangan kita baru ke air tenjun berasap nya " Ucap Ilham


"Oke "


Kembali ke Jogja


Rombongan Zain dan Cahaya sudah sampai di pesantren. Kedatangan mereka tentunya di sambut baik oleh pihak pesantren.


Setelah mereka sampai dan bertamu dengan pak kyai, Tiara pun di panggil untuk bertemu dengan mereka di aula pesantren tempat biasanya jika santri bertemu dengan keluarga


Di aula pesantren


Cahaya berserta yang lainnya duduk di sana.


sedangkan di lingkungan pesantren saat ini tengah gotong royong yang biasa di lakukan di pagi hari Jum'at.


Tiara masuk ke dalam aula pesantren setelah mengetahui jika Cahaya dan lainnya datang.


"Assalamualaikum" Ucap Tiara


"Wa'alaikumussalam" Jawab Cahaya mewakili semuanya

__ADS_1


Cahaya tersenyum Melihat perubahan dari cara jalan Tiara yang sangat berbeda dari sebelumnya yang sekarang berjalan nya sangatlah sopan dan tidak menegakkan kepalanya seperti biasa.


"Sini duduk Tiara" Ucap Cahaya mempersilahkan Tiara untuk duduk di samping nya.


Riki yang dari tadi memandangi Tiara sedemikian terkejutnya akan perubahan pada diri Tiara yang sangat terlihat baik dari segi pakaian dan juga tingkat nya.


Tiara sudah duduk di samping Cahaya


"Bagaimana kabar nya Tiara?" Tanya Cahaya


"Alhamdulillah baik kak, kakak bagaimana kabar nya"


"Alhamdulillah baik"


"Alhamdulillah"


"Sudah tidak terasa seminggu lagi kamu akan menyelesaikan pondok kilat mu bagaimana rasanya?"


"Sedikit sedih sih kak, karena di sini nyaman para santriwati nya sangat baik-baik semuanya"


"Begitulah jika hidup di pesantren sangat nyaman, dulu waktu Cahaya di pesantren juga merasakan itu " Ucap Cahaya tersenyum


Zain dan Riki duduknya jauh dari Cahaya dan Tiara karena Tiara belum mahram bagi Riki karena itu terpisah.


Sedangkan kembar dan Zean bersama cahaya.


"Aduh kembar semakin menggemaskan" Ucap Tiara yang gemes dengan pipi dari kembar


"Iya mereka semakin gembul" ucap Cahaya yang membenarkan perkataan dari Tiara barusan.


"Oh ya Tiara, ini perkenalkan Zean yang baru menjadi bagian dari keluarga, Zean ini calon istri nya kak Riki, Tante Tiara" Ucap Cahaya sambil memperkenalkan Zean pada Tiara


"halo Tante,Aku Zean " Ucap Zean yang memperkenalkan diri nya dengan bahasa Inggris yang sangat fasih


"Iya halo Zean " jawab Tiara


Setelah itu mereka berbincang biasa, Cahaya dan Tiara membicarakan bagaimana kehidupan Tiara di pesantren selama beberapa waktu ini Cahaya juga menceritakan pengalaman nya belajar di pesantren dari umur 12 tahun hingga umur 19 tahun


Setelah beberapa saat kemudian sudah waktunya untuk shalat Jum'at Zain dan Riki shalat Jum'at di pesantren sedangkan yang perempuan mereka menunggu para laki-laki pulang dari shalat Jum'at baru melaksanakan shalat Dzuhur.


sedangkan di perusahaan


Dimas shalat Jum'at di masjid tidak jauh dari perusahaan, setelah selesai shalat nantinya akan langsung menjemput sang istri.


Dimas memutuskan untuk mengajak Sarah makan siangnya setelah pulang dari sekolah dan itu makan di luar.


Setelah selesai shalat Jum'at di masjid pesantren, Cahaya juga sudah selesai shalat Dzuhur nya mereka langsung berpamitan pulang dengan pak kyai dan juga Tiara tentunya.

__ADS_1


Sedangkan Dimas juga sudah keluar dari masjid dan dalam perjalanan menuju sekolah Sarah


__ADS_2