
Di mension Zain
Dimas dan Sarah kini sudah selesai bersiap dan kini berjalan turun ke lantai satu, Dimas membawa koper mereka dan Sarah mengandeng tangan Dimas.
Sesampai di ruang tamu
Ternyata Cahaya dan kembar serta Ica dan Zain sudah di sana.
"Sarah ingat ya jangan pecicilan di negri orang" Ucap Cahaya menasihati sang adik karena Sarah memang pecicilan.
"Ehhh iya yuk " Jawab Sarah dengan tersenyum malu
"Iya sudah hati-hati" Ucap Cahaya lagi
"Iya yuk "
Sarah sudah berpamitan dengan cahaya dan Dimas pun juga berpamitan dengan Zain.
"Baiklah Bos Cahaya, Aku dan Sarah berangkat dulu " Ucap Dimas
"Hmm" Jawab Zain
Akhirnya Dimas dan Sarah keluar dari mension dan langsung masuk kedalam mobil yang sudah menunggu mereka.
Di dalam mobil
Setelah masuk ke dalam mobil, Sarah langsung membuka handphone nya dan bermain game online yang ada di handphone nya. Dimas yang melihat itu hanya tersenyum sambil mengecup puncak kepala Sarah dengan Sayang.
"Sayang apa kamu sangat suka bermain game?" Tanya Zain
"Lumayan Chagi untuk ngisi waktu luang aja" Jawab Sarah dengan tersenyum
"Oh gitu, kirain lebih suka game dari suami nya ini " Ucap Dimas
Mendengar ucapan dari Dimas, Sarah langsung menyudahi permainan nya dan menatap ke arah Dimas dengan tersenyum.
"Nggak dong, Suami tampan Sarah itu tidak ada bandingannya. Apalagi hanya dengan game..." Ucap Sarah tersenyum.
__ADS_1
"Sayang kamu sangat mengemaskan" Ucap Dimas sambil menciumi muka Sarah menyeluruh seperti ia menciumi kembar.
"Chagi malu ih sama pak supir tuh " Ucap Sarah melihat ke arah depan mengarah ke supir
Mendengar ucapan dari Sarah, Mafioso yang bertugas menjadi supir langsung cemas karena takut sama sang Bos
"Hmmm " Deheman Dimas membuat sang supir langsung ketakutan.
Sedangkan Sarah tertawa puas...😂😂😂😂
"Udah Chagi jangan gitu, Kasihan tuh pak supir nya ketakutan" ucap Sarah
"Iya Sayang" Jawab Dimas
Mendengar ucapan dari Sarah, pak supir langsung menghembuskan nafas panjang..
Hmmmmmm
"Selamat.." Ucap sang supir dalam hati.
Bos dan King sangat berbeda jika bersama istri-istri mereka. Semoga keluarga mereka bahagia selalu.
"Alhamdulillah sampai juga" Ucap Sarah keluar dari mobil dan di ikuti Dimas di samping nya
"Bagaimana Sayang suka dengan pesawat nya?" Tanya Dimas pada Sarah
"Eh iya kok beda ya sama yang biasanya?"
"Iya sayang karena ini pesawat milik kita, yang biasanya itu punya Bos. Ya walaupun tidak semewah milik bos"
"Suka Chagi"
"Alhamdulillah jika kamu suka, ya sudah ayo naik"
"Iya"
.Sarah dan Dimas langsung naik ke pesawat, sedangkan koper nya di bawa oleh Mafioso. Mereka berangkat ke korea memang tidak banyak Mafioso yang ikut dari Indonesia. Tetapi tetap saja di korea sudah ada Mafioso yang siap untuk mengamankan bos mereka itu.
__ADS_1
Sesampai di dalam pesawat, karena berangkat nya Sarah dan Dimas tidak sarapan dulu jadi mereka di pesawat langsung memesan menu sarapan untuk mereka.
"Chagi, dulu Ayuk dan Bang Zain itu setelah menikah honeymoon di mana?" Tanya Sarah penasaran
"Di Prancis Sayang, sekaligus ada pekerjaan sih di sana"
"Yah menara Eiffel dong. Pasti romantis banget kaya di film-film" Ucap Sarah kagum
"Ketika kamu liburan semester nanti kita ke sana ya" Ucap Dimas
"Beneran Chagi?"
"Beneran dong sayang, apa sih yang tidak untuk istri tercinta".
"Ih Chagi gombal nya"
"Tidak gombal Sayang, Chagi berkata jujur apapun yang kamu inginkan akan Chagi berikan terkecuali satu"
"Apa itu?"
"Jika kamu ingin jauh dari Chagi, tidak akan Chagi biar kan itu terjadi"
"Tidak akan Chagi karena Sarah itu milik Chagi seorang, oh ya Chagi di sekolah Sarah akan ada perlombaan olahraga voly dan guru nya menyarankan Sarah untuk ikut. Menurut Chagi gimana?".
"Iya jika kamu ingin, Chagi akan mendukung sepenuhnya"
"Terimakasih Chagi, makin cinta deh"
Mendengar penuturan dari Sarah membuat Dimas tersenyum senang.
Setelah beberapa saat kemudian, Pesawat akhirnya take off, Dimas dan Sarah juga tidak ada pembicaraan lain di sana. Karena kenyang Sarah tertidur di kursi penumpang dan menyandarkan kepalanya di pundak Dimas.
Dimas yang melihat itu langsung mengangkat Sarah dan di bawa ke kamar pribadi yan ada di pesawat tersebut. .
Sesampai di dalam kamar
"Selamat tidur sayang, karena perjalanan kita masih sangat panjang. Tidurlah dengan nyenyak" Ucap Dimas sambil mencium puncak kepala Sarah dengan Sayang.
__ADS_1
Kerena Dimas masih ada beberapa pekerjaan yang harus di perhatikan, Jadi Dimas memutuskan untuk meninggalkan Sarah di dalam kamar.
Dimas duduk di kursi penumpang yang tadi si tempati nya bersama Sarah. Dimas langsung duduk dan membuka laptop nya dan langsung fokus dengan pekerjaan nya.