Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Jangan-jangan Dimas......


__ADS_3

Setelah beberapa saat setelah perjalanan dari bandara menuju Mension, akhirnya mobil yg di kendarai oleh Riki memasuki gerbang mension.


Sedangkan dalam mension Zain yang merasa kedatangan Dimas dan lainnya langsung membuatnya berdiri daro duduk.


"Sayang, seperti nya mereka sudah kembali" Ucap Zain pada Cahaya


"Alhamdulillah by" Jawab Cahaya sambil ikut berdiri dari duduknya.


Sedangkan kembar seperti mengerti mereka ikut tertawa dan meminta di gendong oleh Zain dan Cahaya.


Karena kembar sudah semakin gemuk dan tembem, Secara otomatis Zain sedikit sulit untuk menggendong dua anak nya sekaligus


Cahaya dan Zain melihat tingkah anak-anak mereka langsung tersenyum.


"Uduh-duh anak-anak Ayah mau di gendong ya, sudah tidak sabar mau ketemu dengan Oma dan opa ya" Ucap Zain yang sangat sulit di percaya jika itu keluar dari mulut sang king Mafia.


Walaupun Zain sudah sangat berbeda dengan dulu tetapi sisi kejam yang sudah mendarah daging dalam dunia bawah nya tidak pernah hilang, apalagi dalam memimpin black Lion, Zain tidak pernah menampakkan sisi lembutnya terkecuali keluarga nya, terutama istri dan anak-anak nya.


Kembali ke Mension


Sesampai di depan pintu Mension, Nisa dan Anam langsung turun dari mobil ketika melihat Zain dan Cahaya serta lainnya sudah berdiri di sana menyambut kedatangan mereka.


Nisa dan Anam langsung mengambil cucu-cucu mereka dari kedua orang tua nya, Karena tidak bisa langsung menggendong semuanya, Tika menggendong Ziyad, sedangkan Zahid di gendong oleh Anam dan Syafira di Oma nya.


"Apakabar Umi" Ucap Cahaya


"Alhamdulillah Sayang, Umi sehat kangen banget dengan mereka" Ucap Nisa sambil mengelus kepala Syafira

__ADS_1


"Alhamdulillah, mereka juga sangat kangen dengan Oma dan opa mereka"


Nisa tersenyum mendengar penuturan dari Cahaya. Setelah itu mereka langsung masuk ke dalam mension.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampai di dalam mension, Sarah masih sedikit cemberut karena merasa pesanannya tidak di beli.


Dimas yang melihat istri cemberut langsung menyerahkan strawberry yang tadi jack beli, karena Dimas tidak sempat mampir jadi Dimas memerintahkan Jack untuk membelinya.


"Sayang ini pesanannya" Ucap Dimas sambil menyerahkan strawberry


"Terimakasih" Jawab Sarah singkat, tanpa ekspresi


Dimas merasa bingung kenapa dengan istrinya, tetapi karena masih ada Umi dan Abi serta lainnya, Dimas tidak mau bertanya kenapa nya sekarang.


Nisa melihat ke arah Sarah dan Dimas sedikit merasa ada yang kurang nyaman antara mereka, Nisa langsung bertanya pada Dimas.


Sarah mendengar pertanyaan dari Nisa langsung menjawabnya


"Ngak ada apa-apa kok Umi, hanya saja Sarah sedikit bete dengan Chagi, Sarah nitip beliin strawberry eh malah yang beli kak jack " Jawab Sarah dengan polosnya


mendengar jawaban dari Sarah, Dimas langsung menganga tak percaya bagaimana istrinya itu tau.


Sedangkan Nisa mendengar penjelasan dari Sarah langsung mendelik ke arah Dimas meminta penjelasan.


"Hehehe Maaf Sayang, Chagi tadi tidak sempat mampir ke Mall jadi Chagi minta tolong dengan jack untuk membeli nya. Chagi janji ini tidak akan terjadi lagi ya " Ucap Dimas

__ADS_1


Mendengar ucapan dari Dimas, Sarah hanya menjawab dengan singkat.


"Sarah udah ngak kepengen strawberry nya, ni chagi habisin jangan sampai tersisa " Sarah sambil menyerahkan kembali strawberry pada Dimas


Mendengar jawaban dari Sarah semua orang yang ada di sana hanya tersenyum dan menahan tawa. Sedangkan Cahaya langsung melihat ke arah sang adik karena menurutnya sikap ini kurang baik bagi istri pada suami.


Tetapi Cahaya tidak langsung menasehati adiknya itu sekarang di depan banyak orang melainkan nanti di saat mereka hanya berdua.


Nisa merasa sedikit aneh dengan sikap menantu kecilnya itu langsung bertanya.


"Sarah, hari terakhir menstruasi nya kapan?" Tanya Nisa


pertanyaan yang di lontarkan Nisa membuat semua orang langsung melihat ke arah Dimas dan Sarah bergantian.


"Mmmmm, memang nya kenapa Umi, kok nanyain itu?"


"Tidak apa-apa hanya ingin tau aja" Jawab Nisa tersenyum, karena mengerti menantu kecilnya ini sedikit masih polos walaupun sudah menikah.


Dimas yang mendengar dan melihat interaksi Umi dan istrinya langsung bertanya.


"Umi, jangan-jangan yang Umi maksud Dimas akan........" Ucap Dimas terputus karena Nisa langsung menjawabnya


"Piling Umi sih iya, tapi kamu harus ajak istri mu cek dulu, jika nanti hasilnya tidak sesuai jangan pernah putus asa karena Sarah masih sangat muda" Jelas Nisa


"Baik Umi" Jawab Dimas semangat


Sedangkan Zain dan Riki yang berada di samping Dimas langsung menepuk pundak Dimas sebagai penyemangat untuk nya.

__ADS_1


Sarah yang menjadi pembicaraan hanya menjadi pendengar tanpa berpikir apa itu..


Karena hari sudah siang, Dan saat nya mereka untuk makam siang.


__ADS_2