
Dimas dan Sarah sudah bersiap untuk berangkat ke Malioboro untuk berbelanja oleh-oleh, terutama bakpia pathok 25 yang memang sangat terkenal enak. Tidak pas tanpa ada bakpia jika pulang dari Jogja.
"Sayang sudah siap?" Tanya Dimas di balik pintu kamar Sarah
"Sudah bang, bentar ya" Jawab Sarah dari dalam kamar.
Crekkk suara pintu di buka Sarah.
"Abang gagah nian, minder Sarah"Ucap Sarah ketika melihat Dimas yang menggunakan kaos lengan pendek dengan celana yang senada tidak lupa jam tangan yang menambah kesan Laki laki banget.
"Kenapa minder Sayang, Abang kan milikmu" Ucap Dimas sambil tersenyum
"Iya tapi jika Abang seperti ini yang ada cewek cewek liatin Abang"
"Jadi gimana ni?".
"Ya sudah deh Abang juga sudah siap, tapi Abang pakek masker ya"
"Terserah kamu saja Sayang, apapun yang membuat mu senang"
"Ni maskernya" Ucap Sarah Sambil memberikan masker pada Dimas.
Dimas hanya tersenyum sambil mengambil masker dari Sarah.
Dimas sangat bahagia karena Sarah sangat posesif terhadap dirinya yang menandakan bahwa Sarah sangat mencintai nya.
"Udah ni, yok jalan" Ucap Dimas setelah menggunakan masker dari Sarah
"Oke bang"
Sarah mengandeng lengan Dimas menuju mobil yang sudah terparkir di depan mension.
Sedangkan di perusahaan Zain Group
Sisil yang sudah di perkerjakan di perusahaan banyak dari perusahaan yang mencaci maki nya karena perbuatannya di masa lalu, namun Sisil tidak ambil pusing walaupun sebenarnya ada rasa sakit hati namun itulah hasil perbuatannya di masa lalu.
Sisil benar benar banyak berubah baik dari segi pakaian dan juga sikap, yang dulunya tidak menggunakan hijab dan sekarang sudah menggunakan nya, yang dulunya sangat arogan kini sudah tidak lagi.
Di ruang kerjanya Zain
Zain dan Riki bersamaan Vani sedang membahas beberapa proyek yang akan di bangun di Jambi yang akan di kelolah nantinya oleh Zaki (Kakak kedua Cahaya).
__ADS_1
"Bos, untuk semua berkas kepemilikan tanah nya sudah atas nama Ayah" Ucap Riki
"Bagus, kapan kita mulai cek lokasi?" Tanya Zain
"Sebenarnya lokasi nya sangat strategis dan juga para Mafioso di Jambi sudah melihat kondisi di sana, Namum untuk lebih baik bos lebih baik meninjau sendiri, bagaimana ketika setelah seminggu sebelum pernikahan Dimas dan Sarah?" Ujar Riki
"Boleh, oh ya Vani Bagaimana jadwal dua Minggu sebelum pernikahan Dimas?" Tanya Zain pada Vani
"Aman Bos, Namun setelah selesai Acara tersebut ada proyek besar di japan yang harus di tangani oleh Bos langsung" Jelas Vani
"Apa tidak bisa di wakilkan?" Tanya Zain
"Tidak bisa Bos, soalnya ini untuk pengesahan hotel ke tujuh puluh (dari 130 risort, hotel, dan vila tersebar di berbagai negara milik Zain group)" Tutur Vani
"Hmm baiklah, " Jawab Zain lesu.
Perusahaan Zain sudah mempunyai banyak bidang, baik kesehatan, properti, pakaian dan bahan makanan salah satu yang membuat Zain group merupakan perusahaan yang nomor satu di Dunia bisnis adalah bidang properti dan kesehatan.
"Tenang saja Bos, untuk usia kembar sudah bisa Anda Ajak berlibur ke sana sekaligus peresmian hotel tersebut" tutur Vani sambil tersenyum
"Kamu benar, ide bagus" Ucap Zain spontan.
Riki dan Vani hanya tersenyum melihat tingkah Bos nya itu.
"Belum, karena ini adalah suprise untuk Ayah dan Ibu beserta keluarga bersar di Jambi" Tutur Zain
"Oh gitu, oh ya Bos untuk Steven sudah Aku selidiki" Ucap Riki
"Hmm, jadi ngapain dia di Indonesia?" Tanya Zain
"Dari informasi bahwa dia hanya berlibur di Indonesia, Namun dia juga sangat tertarik dengan industri di Indonesia" Ujar Riki
"Untuk sementara biar lah dia, jika dia mengusik ketenangan kita baru, oh ya harus di awasi terus pergerakan nya"
"Baik Bos"
Setelah beberapa perbincangkan, kini Vani dan Riki sudah kembali ke ruang kerjanya masing-masing.
Kembali ke Dimas dan Sarah
Dimas dan Sarah baru saja sampai di Malioboro, Dimas dan Sarah turun dari mobil bersama.
__ADS_1
"Sayang kamu mau belanja apa dulu?" Tanya Dimas
"Hmm, mau beli baju gamis dan baju Koko untuk Ayah dan Ibu dulu"
"Baiklah Sayang, Ayo" Ajak Dimas ke pasar Beringharjo
Sebenarnya Dimas ingin membelanjakan Sarah di Mall ataupun di butik Namun Sarah tidak ingin karena tidak suka.
Setelah membeli beberapa baju untuk Ayah dan ibu, kini Dimas dan Sarah berbelanja untuk Abang nya Sarah dan Ayuk iparnya beserta ponakan nya.
Setelah beberapa saat kemudian kink Dimas dan Sarah sudah berada di pusat oleh-oleh khas yogjakarta.
Karena Dimas dan Sarah berjalan nya banyak jadi Dimas memerintahkan beberapa Mafioso untuk membawa belanjaan tersebut.
"Sayang pilihlah apa yang kamu sukai, dan jangan lupa untuk seluruh keluarga besar di belikan" Ucap Dimas
"Ngak kebanyakan bang?"
"Tidak Sayang, ambillah mumpung kita di pusat oleh-oleh"
"Baiklah Bang, Sarah tidak segan-segan untuk menguras ATM Abang"
"Tentu Abang malah bersyukur ada yang mau menghabiskan nya" Ucap Dimas
Sarah hanya mendengus karena tidak habis pikir masalah keuangan dari keluarga Anam tersebut.
Sarah yang memilih apa yang hendak di beli sedangkan Dimas hanya mendorong troli belanja nya.
Ketika mereka berdua asik belanja, ada sepasang mata yang tidak jauh dari mereka yang dari tadi memperhatikan nya terutama Sarah.
"Kita memang di jodohkan, makanya kita selalu bertemu" Ucap seseorang tersebut yang sedang tersenyum melihat tingkah laku Sarah dari jauh.
Ia adalah Steven yang dari tadi memperhatikan Sarah.
Steven tidak lupa mengambil gambar Sarah yang tengah asik berbelanja oleh-oleh dengan senyuman manis yang di arahkan pada Dimas, hal tersebut membuat Steven menjadi lebih bersemangat untuk mendapatkan gadis cantik itu.
"Senyuman itu hanya di peruntukan untuk ku, tenang saja Sayang sebentar lagi kamu pasti bersama ku" Ucap Steven dengan nada sinis namun sangat pelan
Setelah mendapatkan gambar Sarah, Steven akhirnya keluar dari pusat perbelanjaan oleh-oleh tersebut.
Sedangkan para Mafioso Black Lion yang sedang bersama Dimas dan Sarah yang tidak jauh dari mereka berdua sudah tau jika seseorang dari tadi memperhatikan Bos mereka terutama kepada tunangan bos mereka itu. Namun mereka belum memberi tau pada Dimas maupun yang lainnya karena tidak ingin mengganggu bos mereka yang sedang berbelanja tersebut.
__ADS_1
Di kampus
Cahaya dan Salsa baru saja bergantian mata kuliah, dan Salsa dan Cahaya berbeda kelas untuk jam yang kedua karena Cahaya sudah mengambil mata kuliah atas tidak seperti Salsa.