Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Rutinitas di pagi hari


__ADS_3

Kerinci


Sudah dua hari, Ilham dan ketiga sahabatnya berkeliling Kerinci dan saat ini mereka sudah berada di puncak gunung kerinci, mereka mendaki dari pagi setelah shalat subuh Ilham langsung mengajak ketiga sahabatnya serta Mafioso untuk berangkat ke Gunung Kerinci nya.


"Dingin banget....tapi seru" Ucap Ilham sambil mendekap erat dirinya sendiri begitupun dengan yang lainnya.


Mereka juga sudah mendirikan tenda ⛺ untuk mereka dan juga tenda khusus untuk memasak makan juga.


Karena sudah larut malam Ilham dan lainnya langsung masuk ke dalam tenda setelah menghabiskan teh hangat mereka.


Tepat pukul 4:00 pagi Ilham bagun dari tidurnya dan di ikuti dengan yang lainnya,


Karena Ilham harus bangun subuh untuk menunaikan shalat Subuh, karena di gunung Ilham memutuskan untuk berwudhu dengan menggunakan metode tayamum.


Setelah selesai shalat Ilham dan lainnya begitupun dengan para Mafioso menantikan momen mata hari terbit sambil meminum teh hangat.


Di atas gunung kerinci saat ini ada beberapa tenda di sana karena tidak hanya Ilham dan rombongan yang mendaki ada juga pengunjung lainnya hal tersebut juga membuat mereka tidak terlalu sepi.


Walaupun begitu kewaspadaan Mafioso malah harus di kuatkan takutnya ada di antara mereka musuh dari sang king.


Berbeda dengan di Jogja lebih tepatnya mension.


Setelah shalat subuh para penghuni mension sudah pada memulai aktivitas mereka baik dari lari pagi maupun menyediakan sarapan untuk semuanya seperti yang saat ini yang Cahaya dan Sarah lakukan, sedangkan para laki-laki sedang olahraga pagi sebelum memulai kegiatan hari ini.


Zean juga sudah bangun dari pagi karena tidak ingin membuat Zain dan lainnya merasa tidak nyaman dengan nya jika tidak menjadi diri yang lebih disiplin, apapun itu termasuk harus bangun pagi.


Di dapur


"Sarah, bagaimana dengan komunikasi mu dengan kak Dimas?"


"Baik kok Yuk, ada apa?"


"Alhamdulillah jika seperti itu, tidak apa-apa hanya tanya aja. Jika ada sesuatu itu harus di bicarakan berdua jangan pernah memendamnya sendirian ya, saling terbuka apapun itu"


"Iya Yuk, oh ya Yuk nanti kembali ke lokasi KKN Jam berapa?"


"Agak siangan sih, soalnya mungkin jam 9 nan"


"Oh gitu"


"Iya, kenapa?"


"Nggak papa sih"


"Oh ya lah, udah nih" Ucap Cahaya setelah semua sarapan nya telah selesai di buat hanya tinggal di sajikan di atas meja makan.

__ADS_1


"Iya sudah yuk, Sarah mau mandi dan siap-siap dulu karena mau berangkat sekolah"


"Pergilah" Ucap Cahaya menyuruh sang adik untuk kembali ke kamar nya.


Mendengar ucapan dari Cahaya, Sarah langsung bergegas menuju kamarnya.


Setelah kepergian Sarah, Cahaya memerintahkan para maid untuk menyelesaikan pekerjaan nya untuk menyajikan sarapan di meja makan karena Cahaya juga harus mengurusi kembar dan suaminya.


Cahaya kembali ke kamar nya, tiba di sana ternyata kembar tengah berendam di bak mandi mereka yang mana di samping mereka ada Zain yang mengawasi mereka.


"Hubby, anak-anak kenapa berendam seperti itu?" Ucap Cahaya sedikit terkejut dengan sang Suami yang meletakkan anak-anak mereka di dalam bak mandi kembar yang mana tidak biasanya seperti itu.


"Habis nya mereka gemesin banget Sayang jika lagi bermain dengan air seperti itu"


"Air hangat dan di campur dengan air dingin kan yang Hubby gunakan?"


"Iya Sayang, kamu tenang saja Hubby sudah memahami tentang itu "


"Alhamdulillah jika seperti itu, tetapi tetap saja kalian jangan terlalu lama dalam bak nya ya Sayang nanti masuk angin " Ucap Cahaya sambil mengeluarkan satu persatu anak-anak nya dari bak mandi.


Melihat dan mendengar ucapan dari Cahaya, Zain membantu Cahaya untuk membilas tubuh kembar dengan bersih, serta itu Zain juga membantu Cahaya untuk memberikan minyak telon pada tubuh buah hati mereka serta bedak bayi dan di lanjutkan dengan memakaikan baju untuk mereka.


"Nah sekarang sudah wangi, terimakasih ya Ayah sudah mau bantuin Bunda" Ucap Cahaya


"Ya sudah, Ayah mandi dulu aja gih setelah itu kita sarapan, Bunda nungguin anak-anak ntar gantian "


"Baiklah jika seperti itu, Ayah mandi dulu "


"hmm "


Sedangkan di kamar Dimas dan Sarah


Sarah baru saja selesai mandi dan kini tengah duduk di kursi belajarnya untuk menyiapkan perlengkapan sekolah nya, sebelum membantu sang suami untuk bersiap ke kantor juga.


Dimas kini sedang mandi, Sedangkan Riki dan Zean sudah rapi hanya menunggu yang lainnya untuk sarapan bersama di ruang makan tentunya.


Sedangkan Brian tidak kemana-mana hari ini, jadi dia tidak seperti yang lainnya pada bersiap-siap untuk beraktivitas di luar.


kembali ke kamar Cahaya dan Zain


Zain sudah selesai mandi dan baru saja keluar dari kamar mandi.


"Ayah, Jas dan keperluan nya sudah Bunda siapkan di ruang ganti" Ucap Cahaya setelah melihat sang suami keluar dari kamar mandi dengan bathrobe .


"Terimakasih Sayang"

__ADS_1


"Sama-sama"


Zain langsung masuk ke dalam wardrobe (Ruang pakaian). Sedangkan Cahaya masih bersama kembar di atas kasur.


5 menit berlalu akhirnya Zain keluar dari wardrobe.


"Sayang, kamu mandilah biar anak-anak bersama Ayah"


"Ya sudah jika seperti itu, Anak-anak Bunda dengan Ayah dulu ya, karena Bunda mau mandi dulu" Ucap Cahaya sebelum meninggalkan kembar bersama sang Ayah.


Setelah itu, Zain langsung memasukkan kembar kedalam troler mereka untuk keluar dari kamar sambil menunggu sang Bunda.


Sedangkan di kamar Dimas dan Sarah


Dimas sudah selesai mandi dan juga sudah rapi bersama Sarah tentunya, mereka berjalan keluar kamar bersama hingga turun ke lantai bawa sambil gandengan tangan.


Zain yang baru saja keluar dari kamar nya melihat keromantisan mereka berdua hanya tersenyum merasa bahagia melihat adiknya itu bahagia dengan pasangan nya.


"Wahhh, ponakan uncle sudah pada tampan dan cantik serta wangi dan rapi lagi " Ucap Dimas setelah melihat ke dalam troler melihat kembar dengan wajah manis mereka bertiga satu persatu.


"Iya dong uncle, siapa dulu yang dandanin, ayah dan bunda" Ucap Zain tersenyum Bangga


Dimas hanya tersenyum mendengar ucapan dari Zain, sedangkan Cahaya tidak berkata apa-apa.


"Riki dan lainnya mana?" tanya Zain akhirnya


"Udah di ruang makan seperti nya"


"Ya sudah, kalian duluan aja, Aku dan kembar masih nungguin Bunda mereka lagi mandi"


"Ya sudah, Aku dan Sarah ke ruang makan duluan"


"hmmm"


Dimas dan Sarah meninggalkan Zain dan kembar yang masih menunggu Bunda mereka.


Setelah beberapa saat kemudian Cahaya keluar dari kamar dengan keadaan yang sudah berganti pakaian dan rapi tentunya.


Semenjak menikah dengan Zain, Cahaya memang lebih memerhatikan penampilan nya di depan sang Suami.


"Maaf ya Sayang, Bunda agak lama" Ucap Cahaya


"Tidak kok Sayang, Yuk yang lain udah di ruang makan"


"Iya By"

__ADS_1


__ADS_2