
Di rauang tamu Mension
Zain sudah ikut bergabung dengan yang lainnya dan saat ini duduk di kursi samping Riki.
“Bagaimana tadi di markas?” Tanya Zain pad adik bungsunya
“Alhamdulillah bos, semuanya sudah di posisi”
“Bagus, oh ya bos dari mana?” Tanya Riki
“oh itu habis dari dapur bikin masakan untuk Sarah” Jelas Zain
“What, bos yang masak untuk Sarah, kenapa bukan Dimas?”
“Ya mau bagaimana lagi, keponakan maunya masakan Uncle tampan nya ini” Jawab Zain dengan bangga
“Memang ya orang hamil itu tidak menentu permintaannya” Ujar Riki
“Iya memang begitu, oh ya lebih baik kita bahasnya di ruang kerja aja” Ucap Zain
“Baik Bos” Jawab Riki.
Zain dan Riki langsung meninggalkan yang lainnya di ruang tamu. Sedangkan Dimas yang baru saja dari dapur mengantarkan piring kotor juga langsung menuju ruang kerja.
Setelah beberapa saat kemudian, Dimas juga sudah bersama Riki dan Zain di dalam ruang kerja.
“Langsung aja, Dim apa penyebab Sarah tadi pingsan?” Ucap Zain serius, Zain benar-benar tidak bisa mentolir siapa saja yang membuat orang-orang yang disayanginya terganggu dan apalagi ini adiknya yang hamil muda hingga pingsan.
“Ini Bos, Sarah pingsan ketika melihat sebuah Vidio di forum sekolahnya, yang mana vidio itu menjelaskan jika Sarah hamil di luar nikah dan ada potongan vidio Sarah yang muntah-muntah di toilet sekolah, dan juga Sarah pingsan itu karena komentar-komentar yang di sana” Jelas Dimas sambil menyerahkan handpone Sarah yang sudah retak karenanya
Zain langsung mengambil handpone tersebut dan langsung melihat vidio serta banyaknya komentar yang ada di sana yang mana mereka menjelekkan Sarah dan mengatakan berbagai komentar yang sangat menyakitkan.
Riki yang berada di samping Zain juga ikut mengintip untu melihat ke arah layar handpone Sarah yang sudah sedikit retak
Zain dan Riki yang melihat dan membaca beberapa komentar terdapat disana langsung marah , namun sebelum itu Zain melirik ke pada Dimas.
“Sebenarnya inilah yang Aku takut kan ketika menikah dengan anak sekolah” ucap Zain seketika
“Tapi bos, tau kan Aku sudah tidak sabar jika menunggunya tamat sekolah” Dimas menjawab dengan lantang
“Aku tau itu, jadi bagaimana kedepan nya untuk sekolah Sarah?” Zain langsung bertanya pada Dimas
“Home scooling, selama mengandung dan untuk selanjutnya setelah melahirkan tergantung Sarah, jika mau lanjut sekolah seperti biasanya atau tetap sekolah di rumah” Jelas Dimas
“Apa ini sudah dipertanyakan pada Sarah?” Zain balik bertanya lagi
“Belum bos”
__ADS_1
“Ok, kamu harus tanyakan pada Sarah untuk permasalahan sekolah kedepannya, tapi Aku sarankan untuk home scooling masa SMA nya dan kuliah bisa dibicarakan lagi setelahnya” Jelas Zain
“Baik Bos”
“Oh ya, bagaimana kamu membalas orang yang menyebarkan vidio itu?” Riki bertanya pada Dimas
“Aku akan membuatnya menyedihkan seperti yang di fitnah kan nya pada istriku” Dimas menjawab dengan pasti
“Bagus jika sudah kamu pikirkan, buat dia menjadi serendah-rendahnya orang, jika butuh bantuan jangan sungkan” Ucap Zain
“Terimakasih bos”
“Sama-sama, Kalian berdua Adikku dan anak dalam perut Sarah adalah keponakan ku, jadi sudah sewajarnya” Jelas Zain
“Terimaksih bos, Rik” Ucap Dimas lagi
“Sama-sama, kapan kamu mau ke sekolah Sarah?” Tanya Riki
“Besok pagi rencannya”
“Bagus, lebih cepat lebih baik karena hari bahagia Riki juga sudah kurang dari 48 jam” Ujar Zain
“Iya bos”
“Ya sudah, karena kamu sudah ada rencana, lakukanlah tapi ingat untuk keputusan sekolah Sarah tanyakan baik-baik padanya” Zain menambahkan
Setelah sudah ada rencana untuk membalas, Zain, Dimas dan Riki keluar dari ruang kerja bersama.
Zain dan Riki kembali ke ruang tamu untuk bergabung bersama dengan yang lainnya, sedangkan Dimas kembali ke kamarnya untuk melihat sang istri.
Dimas pelan-pelan membuka pintu kamar, dan ketika pintu terbuka dia mendapati Sarah bukanya tidur melainkan sedang memakan strawberi di atas kasur sambil menonton TV.
“Sayang, kamu kenapa tidak istirahat” Ucap Dimas
“Ngak ngantuk Chagi, sini duduk samping Sarah” Ucap Sarah sambil menepuk kasur sampingnya
Dimas langsung ikut duduk samping Sarah.
“Sayang, Chagi mau nanya sama kamu boleh?”
“Boleh lah Chagi, mau tanya apa?”
“Sayang, kamu mau lanjut sekolah di sekolah itu atau Sekolah di rumah?”
“Oh itu Chagi menanyakan ini karena Vidio itu?”
“Iya Sayang, Chagi tidak ingin kamu ke pikiran dan juga ini untuk kebaikan kamu dan anak kita”
__ADS_1
“Apa boleh Sarah tetap sekolah di sana bersama Vivi” Ucap Sarah
“Jika memang itu yang kamu inginkan, Chagi pasti memperbolehkan tapi sebelum itu Chagi akan meluruskan ke salah faham teman-teman mu itu dulu” Jawab Dimas
“Baik Chagi, tapi Sarah masih bisa sekolah dengan Vivi kan?”
“Masih sayang”
“Terimakasih Chagi”
“Sama-sama” Ucap Dimas sambil mengelus puncak kepala Sarah dengan Sayang.
Sarah melanjutkan makan nya sambil menikmati tontonan nya. Sedangkan Dimas hanya menyaksikan istrinya dari samping.
“Sayang jika nanti kamu kembali sekolah dengan satu syarat boleh?’
“Apa syaratnya?”
“Kamu tidak boleh melakukan apapun itu terkecuali berangkat sekolah seperti biasanya dan langsung pulang”
“Maksudnya melakukan apapun itu apa Chagi?”
“Kamu kan sekarang tengah mengandung anak kita jadi kamu hanya sekolah tanpa ikut program sekolah selain belajar, mengerti sayang?”
“Oh itu oke, Sarah janji”
“Oke, Chagi percaya kamu pasti bisa menjaga diri dan menjaga anak kita”
Dimas tersenyum mendengar ucapan dari sang istri
Sedangkan di raung tamu, setelah Riki dan Zain kembali dari raung kerja, Anam langsung melirik ke arah Zain menunggu penjelasan
Zain yang mengerti langsung menjelaskan nya dengan pelan, supaya pra ibu-ibu tidak kaget terutama Ibu dan Cahaya.
Setelah mendengar penyebab Sarah pingsan, Nisa, Zainab dan Cahaya meraskan sakitnya difitnah tapi hal tersebut wajar terjadi karena Sarah yang masih sekolah tiba-tiba muntah-muntah seperti orang tengah mengandung.
Tapi berbeda dengan yang ada dalam pikiran Anam, Anam seakan ingin langsung mebuat orang yang menyebarkan fitnah tersebut merasakan apa yang difitnahkan pada menantunya dan terjadi padanya tapi bukan fitnah melainkan terjadi sebenarnya. Dengan kata lain Anam ingin mewujudkan apa yang ia fitnahkan terjadi pada orang yang memfitnah memantu kecilnya itu.
Namun hal yang dipikirkan oleh Anam tidak disampaikan nya, karena tidak ingin membuat istri serta menantu dan besan nya marah.
“Apa rencana untuk ke depannya?” Anam langsung bertanya setelah mendengar penjelasan dari Zain
“Untuk rencana sekolah Sarah, kita serahkan pada Sarah tapi untuk pihak sekolah dan yang fitnah dengan vidio itu Dimas akan menyelesaikan besok di sekolah Sarah” Zain menjawab apa adanya
“Baiklah jika itu yang kalian rencanakan, jika butuh bantuan Abi kasih tau”
“Baik Bi” Jawab Zain.
__ADS_1
Setelah percakapakan itu berakhir dan hari juga sudah siang, mereka kembali kesibukan masing-masing. Zain ke markas untuk melihat dan membantu Dimas mencari tau siapa yang menyebarkan vidio bersama Riki, Karena Dimas saat ini tengah sibuk melayani Istrinya.