
Seperti biasanya, Cahaya selalu bangun tidur sebelum subuh, sudah biasa dan lebih terbiasa karena kembar selalu menjadi alarm alami untuk membangunkan kedua orang tua nya tersebut terkhusus untuk sang bunda karena mereka bangun untuk menyusui dan juga terkadang karena Pampers nya sudah penuh. Begitulah rutinitas sehari-hari Cahaya setelah memiliki kembar dan sebelum nya untuk bangun tidur sebelum subuh
Karena kembar sudah rapi dan wangi setelah mandi, Cahaya baru membangunkan suaminya karena memang hari libur jadi Zain. tidak berangkat ke kantor.
"Ayah bangun yuk, Anak-anak sudah wangi loh" Ucap Cahaya membangunkan suami serta Ayah dari anak-anak nya itu.
Zain langsung membuka matanya mendengar panggilan Cahaya terhadap nya.
"Sayang, sudah jam berapa?" Tanya Zain
"Jam 7:00 by"
"Mmmm, ya sudah Hubby mandi dulu ya"
"Iya by"
Zain bangun dari tidur nya dan langsung menciumi wajah Cahaya sekilas sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
Cahaya hanya tersenyum mendapatkan ciuman pagi dari Sang Suami.
Sepeninggalan Zain mandi, Cahaya langsung memasukkan Kembar kedalam troler mereka dan Cahaya dorong ke luar dari kamar, sebelum itu Cahaya sudah menyiapkan pakaian ganti untuk sang suami tentunya.
Di ruang tamu
__ADS_1
Karena hari pertama di lokasi KKN, Cahaya tidak membantu para maid untuk memasak untuk sarapan mereka karena sedikit kerepotan mengurusi kembar karena sang Ayah masih tidur tadinya.
Cahaya mendorong troler kembar untuk ke kursi.
Cahaya duduk di sana, setelah beberapa saat kemudian Tina dan Tiwi datang dari dapur.
"Nyonya, sarapan nya sudah selesai" Ucap Tina
"Terimakasih bi, oh ya minta tolong jaga kembar dulu bi, karena Saya masih mau nemuin Hubby" Ucap Cahaya
"Baik nyonya" Jawab Tina langsung.
Setelah menitipkan kembar pada Tina dan Tiwi, Cahaya kembali ke kamar.
Cahaya menunggu sang Suami keluar dari kamar mandi. setelah beberapa saat Cahaya berdiam diri duduk di atas kasur, Zain keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuh nya, sangat terlihat jelas perut kotak kotak milik Zain yang begitu menggoda iman.
Cahaya tersenyum melihat ke arah Zain, Cahaya langsung menghampiri nya.
"Hubby kok tumben tidak menggunakan bathrobe ?"
"Ngk papa Sayang, Hubby hanya ingin saja. " Jawab Zain santai
Cahaya berdiri di samping Zain untuk membantunya mengeringkan rambut.
__ADS_1
"Hubby, jika besok putra dan putri kita sudah besar, Cahaya ingin banget mereka masuk pesantren. menurut Hubby bagaimana?" Ucap Cahaya
"Jika mereka mau ya bagus, tapi kita tidak bisa memaksa keinginan mereka, toh kita bisa mengajarkan mereka dari dini ilmu agama di rumah ataupun kita untuk guru untuk mereka " Jelas Zain
"Iya by, Cahaya juga tidak mau anak kita terpaksa, tapi tetap saja kita sebagai orang tua wajib untuk mengarahkan pada mereka"
"Iya sayang, oh ya Sayang jadwal kamu hari apa?" Tanya Zain
"Nanti jam 10:00 menempelkan beberapa spanduk serta poster di beberapa mading by, karena nanti sore sudah ada jadwal TPA anak-anak " Jelas Cahaya
"Baiklah Sayang, jika kamu perlu sesuatu ataupun kerepotan kamu bisa minta tolong sama Hubby ataupun Mafioso ya "
"Iya by, terimakasih Ayah " Jawab Cahaya
"Sama sama bunda " Jawab Zain sambil tersenyum.
Setelah rambut Zain kering, Zain langsung berganti pakaian santai nya.
Setelah beberapa saat kemudian Zain dan Cahaya keluar dari kamar bersama dan menuju ruang makan.
Karena Cahaya dan Zain akan sarapan.
Setelah selesai sarapan, Zain dan Cahaya langsung menemui kembar di ruang tamu.
__ADS_1