
Kini Dimas dan Sarah sudah berada di salah satu wisata di Yogyakarta tersebut.
Sedangkan di kampus
Cahaya dan Salsa baru saja keluar dari ruang kelas menuju ruang tunggu tempat di mana kembar berada.
"Salsa ikut ke mension nanti gimana, mumpung Sarah di Jogja loh" Ujar Cahaya
"Boleh deh, sudah lama juga tidak ke sana"
"Hmmm ya "
Setelah beberapa saat kemudian Cahaya sudah sampai di ruang tunggu
"Assalamualaikum, anak-anak Bunda" Ucap Cahaya
"Wa'alaikumussalam Bunda" Jawab Tina
"Kemar rewel nggak bi?" Tanya Cahaya pada Tina
"Alhamdulillah tidak Nyonya, mereka anteng banget"
"Alhamdulillah, anak-anak pintar" Ucap Cahaya tersenyum melihat ke tiga buah hati nya
Salsa duduk di dekat troler Ziyad.
"Cahaya dari mereka Ziyad memiliki mata yang sangat mirip dengan mu" Ucap Salsa
"Iya Sal, sedangkan kedua saudaranya lebih mendominan ke Ayah mereka"
"Benar banget, oh ya Cahaya nanti setelah selesai kuliah Aku pulang ke rumah dulu nanti malam Aku ke mension mu bagaimana?"
"Ya sudah deh tidak apa-apa tapi nginep ya, biar besok ke kampus nya bareng"
"Oke deh"
Kembali ke Dimas dan Sarah
"Bang, kok bisa Abang di Indonesia bagaimana awalnya?" Tanya Sarah
"Mmm, di awalnya itu Abang beserta bos dan Riki ketika berusia belasan tahun itu sudah memulai membuat organisasi Mafia black Lion dan di mana Bos kingnya, ketika Zain meneliti racun yang terbuat dari bahan bahan herbal yang mana di sana itu banyak terdapat di Indonesia, dari situlah kami mulai merintis bisnis di Indonesia dan membuat markas juga di sini" Jelas Dimas
"Oh gitu, oh ya Bang kalau yuk Vani dan bang jack itu kok bisa bergabung dengan black Lion?"
"Vani itu bergantung dengan Black Lion itu ketika usianya masih 15 tahun di saat ia hampir di perkosa oleh pamannya sendiri dan di saat itu Zain melihat ke jadian nya dan menolong nya, Alhamdulillah nya Vani saat itu belum sempat di perkosa oleh pamannya, dan untuk Jack dia itu anak jalanan kami bawa dia ke markas, setelah mereka berdua bergabung dengan black Lion Zain membiayai kuliah mereka hingga S3 karena memang mereka itu memiliki kemampuan" Jelas Dimas
"Ya Allah kasihan sekali yuk Vani, alhmadulillah bisa bertemu dengan bang Zain, jadi bagaimana nasib pamannya yuk Vani?"
"Ya di saat itu Zain langsung menghajar nya dan setelah itu di bawa ke markas besar oleh para Mafioso dan Zain tenggelam kan di kolam hiu kesayangan Zain saat itu"
"Sebenarnya bang Zain itu memiliki beberapa hewan kesayangan sih bang?"
__ADS_1
"Banyak Sayang, di Markas besar ada singa, harimau, ular, hiu, buaya dan masih banyak lagi"
"Sarah penasaran jadinya oh ya bang kok bang Zain bisa memiliki itu semua, apa Abi dan Umi tau?"
"Tidak Sayang, Abi dan Umi tidak tau kami sebagai mafia Umi dan Abi tau"
"Oh gitu, yang di mension belakang itu kok ada Lion bang?"
"Iya Sayang, itu hewan yang sayang di sayang oleh Zain dan kami Tapi lion itu tidak bisa sembarang orang bisa mendekati nya, kecuali kami bertiga"
"Lah kemarin Sarah dengar jika kembar sangat suka bermain dengan Lion?"
"Itulah Sayang, Abang juga tidak habis pikir tapi mau bagaimana lagi kembar adalah keturunan dari seorang Zain"
"Iya Bang"
"Ya sudah Sayang sudah mau sampai"
"Oke bang"
Tidak berapa lama kemudian akhirnya Mobil Dimas memasuki daerah wisata yang di tuju.
Kembali ke Cahaya di kampus.
Setelah tadi istirahat sebentar, Cahaya kini sudah berada di dalam ruang kelas nya kembali.
Di ruang tunggu
Cahaya yang sedang di ruang kelasnya fokus dengan beberapa materi yang di sampaikan oleh dosen di mata kuliah saat itu.
Setelah 60 menit, akhirnya kuliah Cahaya hari ini selesai, Cahaya keluar dari kelas menuju ruang tunggu yang mana kembar menunggu nya.
Sesampai di ruang tunggu, Cahaya langsung membawa kembar untuk menuju parkiran karena sang supir sudah menunggu mereka, karena Zain tidak bisa menjemput di karenakan ada meeting mendadak.
"Bi, kita ke kantor ya" Ucap Cahaya pada Tina
"Baik Nyonya"
Di perjalanan ke kantor, Cahaya sambil tersenyum melihat tingkah putra putri nya yang bersemangat bertemu dengan ayahnya terutama si bungsu yang memang sangat dekat dengan ayah nya itu.
Sesampai di depan perusahaan Zain Group, Cahaya melihat seseorang yang sangat di kenal nya sedang duduk di depan perusahaan suaminya itu.
"Berhenti dulu pak, Seperti nya Cahaya kenal itu siapa" Ucap Cahaya sambil melihat ke arah seseorang yang tidak asing baginya.
"Baik queen" Jawab pak supir.
Akhirnya Mobil berhenti, dan Cahaya turun dari mobil Sambil menggendong Zahid sedangkan Ziyad berada dalam gendongan Tina dan Syafira di gendong oleh Witri
"Mba kamu sedang apa?" Tanya Cahaya pada perempuan yang sedang menunduk itu
"Lapar...lapar" Jawab perempuan tersebut dan mengangkat kan kepalanya menghadap Cahaya.
__ADS_1
"Sisil, kamu kenapa bisa seperti ini?" Tanya Cahaya yang tidak menyangka bahwa perempuan yang dulu sempat membuat nya celaka menjadi seperti ini
"Ca Cahaya" Ucap Sisil dengan nada gemetar dan butiran air mata menetes dari pelupuk mata nya.
"Ayo Sil, ikut sama Cahaya nanti kita makan di dalam" Ajak Cahaya dengan lembut
"Maafkan aku Cahaya selama ini, Aku malu sama kamu yang masih baik terhadap ku" Ucap Sisil
"Sudahlah yang lalu biar berlalu, ambil pelajaran dari kejadian masa lalu, Cahaya sudah melupakan nya, Ayo"
"Siapa dia Cahaya?" Tanya Sisil ketika melihat ada Anak kecil dalam gendongan Cahaya
"Oh ini putra pertama Cahaya, dan yang dua nya itu bersama bibi" Jawab Cahaya dengan tersenyum
"Kamu sangat beruntung memiliki Suami seperti tuan Zain dan memiliki anak kembar seperti mereka, sedangkan Aku sudah tidak memiliki apa-apa, Aku tinggal sebatang kara"
"Yang sabar ya Sil, sekarang Cahaya yakin kamu pasti bisa bangkit dan merubah lebih baik lagi kedepannya"
"Aamiin, terimakasih Cahaya".
"Sama sama, ayo masuk"
Akhirnya Sisil masuk ke dalam perusahaan Zain Group bersama dengan Cahaya, banyak dari karyawan perusahaan yang mengenal siapa itu Sisil seorang perempuan yang setahun lalu membuat hebo sebeb tindakan nya pada nyonya Cahaya dan Saat ini berjalan bersama nyonya Cahaya.
Cahaya langsung memerintahkan kepada para karyawan perusahaan tidak ada yang boleh berkomentar yang tidak baik terhadap Sisil.
Cahaya membawa Sisil ke lantai atas tepatnya ke ruangan Zain, dan Cahaya memerintahkan OB untuk membawa beberapa makanan untuk Sisil ke ruangan Zain tersebut.
Karena Zain masih di ruang meeting
Tapi setelah beberapa saat kemudian, Zain dan Riki sudah kembali ke lantai atas menuju ruang mereka masing-masing.
Crekkk...
Suara pintu terbuka
"Assalamualaikum Sayang" Ucap Zain
"Wa'alaikumussalam ayah" Jawab Cahaya dari dalam
"Sayang, kok ada dia?" Tanya Zain tidak senang
"Hubby tidak boleh seperti itu, Sisil itu juga teman nya Cahaya"
"Sayang tapikan" Ucap Zain
"Sudahlah hubby, masa lalu biarlah berlalu jadi jangan di ungkit lagi"
"Baiklah Sayang, Hubby sangat beruntung memiliki istri yang sangat murah hati dan pemaaf seperti mu"
"Hmm"
__ADS_1
Sisil masih menundukkan kepalanya tidak berani melihat ke arah Seorang Zain