Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Murkanya Dimas


__ADS_3

Setelah beberapa saat kemudian mobil Brian memasuki wilayah mension.


Sedangkan Wiliam dan yang lainnya juga mengikuti di belakang nya. Sebenarnya mereka cukup heran dengan keadaan mereka saat ini yang memasuki wilayah yang cukup sepi dari padatnya kota Yogyakarta dan lebih tepatnya seperti masuk hutan tapi hutan yang terjaga karena mereka bisa melihat banyak nya camera CCTV dimana-mana.


Berapa menit sebelumnya


Di perusahaan Zain Group


Dimas menerima pesan dari para Mafioso yang mengawasi dan menjaga Sarah selama di luar mension hingga di sekolah melapor pada Dimas bahwa Steven mendatangi sekolah Sarah.


Melihat laporan yang didapat nya, Dimas berdiri dari duduknya berjalan cepat hendak keluar dari ruang kerja nya. Namun sebelum itu Riki bertanya pada Dimas


"Dim, ada apa?" Tanya Riki


"Steven bangsat itu Rik, beraninya mendatangi Sarah ke sekolah" Jawab Dimas dengan nada marah


"Jadi mau kamu mau apa sekarang?"


"Iya mau sekolah nya lah, mau menghajar laki laki bangsat itu"


"Dim, sekarang lebih baik kamu tenang kan diri mu dulu, jangan sampai karena hal ini identitas Sarah sebagai istri mu terbongkar begitu saja. Bukan aku ingin mencegah mu untuk membalas amarah mu tapi ingat Sarah baru mulai sekolah "


"Jadi sekarang Aku harus bagaimana Rik?"


"Sekarang lebih baik kita kembali ke mension dulu, karena kan sebentar lagi juga sudah waktunya mereka pulang. kita tunggu di mension aja dan mendengarkan penjelasan dari Sarah dan Brian dulu "


"Baiklah Rik, thanks ya udah mengingat kan Aku "


"Sama sama bro, wajar kamu marah karena memang sepantasnya dia di berikan pelajaran tapi belum untuk saat ini "


"Kamu benar Rik, Aku juga takut jika nantinya karena emosi malah membuat Sarah takut dan malu lagi jika para teman-teman nya tau jika dia sudah menjadi istri "


"Sudahlah jangan di pikirkan, lebih baik kita pulang sekarang "


"Iya Rik "


Dimas dan Riki langsung memutuskan untuk kembali ke mension, Namun sebelum itu mereka meminta izin terlebih dulu pada Zain. Zain mengetahui hal itu juga langsung bergegas pulang ke mension bersama Riki dan Dimas tentunya.

__ADS_1


Kembali ke Sarah dan Brian, setelah beberapa saat kemudian mereka sampai juga di gerbang mension besar tersebut.


Wiliam, Evan dan Harry sangat terkejut melihat ada Gerbang besar yang terbuka dan sangat megah di tengah-tengah hutan lebat ini. Namun mereka akhirnya tau jika identitas diri Brian lebih tepatnya kakak-kakak nya bukanlah orang sembarangan.


Setelah mobil mereka benar-benar berhenti di depan mension, Sarah dan Brian di ikuti ketiga sahabat turun dari mobil mereka masing-masing, Sarah sedikit terkejut karena melihat Dimas berdiri di depan pintu sambil menyilang kan tangannya.


Sarah langsung berjalan mendekat ke arah Dimas sambil mengambil tangan Dimas dan menciumnya.


"Assalamualaikum Chagi"


"Wa'alaikumussalam Sayang, apa kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Dimas dengan cepat karena merasa khawatir


"Sarah tidak apa-apa Chagi"


"Alhamdulillah jika seperti itu, Ayo masuk Abang masih ada beberapa pertanyaan pada kalian terutama kamu Brian" Ucap Dimas


"Baik kak" Jawab Brian patuh


Sedangkan Sarah hanya mengangguk patuh.


"Kalian, Wiliam Evan dan Harry ayo masuk" Ucap Riki menunjuk satu persatu dari sahabat Brian tersebut.


Mereka bertiga mengangguk dan mengikuti Brian masuk ke dalam mension mewah tersebut.


Sesampai di dalam mension.


"Sayang, kamu lebih baik ganti pakaian dulu" Ucap Dimas


"Iya sudah Chagi, Sarah ke kamar dulu"


"Hmm"


Sarah meninggalkan semuanya di ruang tamu tersebut.


Setelah kepergian Sarah, Dimas langsung menatap tajam ke arah Brian


"Brian kemana kamu di saat Laki laki bangsat itu mendekati Sarah?" Tanya Dimas

__ADS_1


"Maaf kak, tadi di saat Sarah menunggu di parkiran Brian masih ada kumpul bersama guru mengenai ujian akhir" Jawab Brian sedikit takut


"Sekarang, kakak tanya sama kamu. apa yang harus kita lakukan pada mu karena lalai?"


"Brian janji tidak akan lalai lagi kak, dan untuk hukuman nya Brian akan menerima nya"


"Bagus, karena kamu sudah mengatakan sendiri, jadi untuk Satu Bulan dari besok kamu harus bisa menghancurkan perusahaan milik Steven. Apa kamu sanggup?"


"Sanggup kak"


"Bagus, untuk hal lainnya biar Aku sendiri yang akan menghadapi laki-laki bangsat itu"


Zain mendengar penuturan dari Dimas hanya bisa geleng-geleng kepala, Namun ia sangat mengerti apa yang di rasakan oleh Dimas saat ini. karena Zain juga pernah mengalami hal tersebut di saat Cahaya di culik dan di siksa di mana itu lebih menyakitkan dari mengerjakan misi yang berhubungan dengan darah dan kematian seseorang.


"Sudah lah Dim, untuk saat ini pasti Brian akan menepati janji nya, dan juga kasihan ketiga sahabat nya itu masih bingung siapa kita dan kenapa kamu bisa marah-marah pada Brian karena kejadian itu" Ucap Riki


"Hmmm, baiklah Wiliam Evan dan Harrry mungkin kalian sudah tau kami siapa tapi yang belum kalian ketahui kami bertiga adalah kakak dari Brian, dan untuk Sarah merupakan istri sah ku" Jelas Dimas


Wiliam, Evan dan Harrry Sangat terkejut dengan apa yang baru saja mereka dengar terutama jika Sarah adalah istri dari seorang Dimas putra Anam yang merupakan adik dari Zain Khairul Anam yang merupakan orang terkaya di dunia bisnis. Siapa yang tidak mengenal mereka.


"Mungkin kalian banyak yang ingin kalian ketahui tapi untuk kebaikan kalian jangan banyak berpikir lebih dalam lagi. Karena kalian semua sahabat baik nya Brian, Saya selaku kakaknya hanya bisa memperingati kalian jika kalian bener bener ingin menjadi sahabat bagi Brian, jadilah sahabat di mana dan sampai kapanpun itu dengan syarat ketulusan, jika sampai kalian bertiga menghiati adik kami ini, kami tidak akan bisa tinggal diam terutama jika kalian berkata yang bukan hal yang kalian ucapkan. apa kalian faham" Jelas Zain


"Kami faham Tuan" Jawab Wiliam Evan dan Harrry berbarengan


"Bagus, mulai saat ini kalian juga adiknya kami jadi jangan panggil dengan sebutan tuan lagi, dan ingat kalian baik kami pun akan lebih baik begitupun sebaliknya"


"Baik kak, kami faham dan kami berjanji akan menjaga rahasia dan juga akan menjadi sahabat bagi Brian dengan tulus" Ujar Wiliam mewakili ketiga nya


"Alhamdulillah jika seperti itu, ya sudah lebih baik kalian istirahat di kamar Brian, karena sudah mau masuk waktu nya makan siang" Ujar Riki


"Baik kak"


Brian membawa ketiga sahabat nya ke kamar nya untuk istirahat.


Sedangkan Dimas langsung ke kamarnya, dan Zain pun juga mencari keberadaan sang kembar yang belum ia lihat setelah kembali ke mension.


Sedangkan Cahaya masih berada di kampus nya.

__ADS_1


__ADS_2