Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Remaja yang pemberani


__ADS_3

Di rumah makan


Setelah duduk, Zain dan Cahaya belum memesan makanan dulu.


Cahaya melihat ke arah Jack dan 15 orang lainnya yang sedang berdiri di depan pintu masuk seketat mereka langsung berdehem.


"Hmm, Kak Jack dan lainnya juga ikut makan kalian juga belum makan ka" Ucap Cahaya


"Nanti saja kami makan nya Nyonya" Jawab Jack sopan


Mendengar jawaban dari Jack, Cahaya langsung melihat ke arah Zain di samping nya.


Zain mengerti dengan maksud dari tatapan sang istri langsung berkata.


"Duduklah kalian semuanya pesan makanan nya dan makan jangan sampai istri tercinta ku tidak selera makan karena kalian tidak ikut makan juga" Ucap Zain


Mendengar ucapan dari sang big bos langsung menunduk takut karena mereka seperti nya sudah salah ucap terutama Jack


"Baik Bos" Jawab Jack langsung.


Akhirnya Jack dan lainnya duduk tepat di kursi di depan pintu sekatan Zain dan Cahaya berada.


Jack dan Mafioso langsung bergegas memesan makanan begitu juga dengan Tina dan Tiwi karena mereka takut sang Bos marah.


Sedangkan Cahaya melihat Jack dan lainnya sudah memesan makanan baru Cahaya memesan beberapa hidangan untuk nya dan Zain .


Remaja tadi masih saja di tempat nya sambil memerhatikan para Mafioso yang makan


"Benar mereka pasti bukan orang biasa" Ucap nya


Temannya yang bersama nya tadi sudah pulang meninggalkan nya sendiri di sana yang masih duduk sambil memerhatikan para Mafioso.


Para Mafioso Tau jika remaja tersebut memang memerhatikan mereka dari awal mereka sampai di rumah makan tersebut, namun karena bukan musuh dan sebuah ancaman bagi king dan keluarga nya, mereka tidak menanggapi nya tetapi mereka tetap saja harus selalu waspada.


Sedangkan di ruangan


"Bagaimana Sayang kamu suka makanan nya?" Tanya Zain


"Alhamdulillah suka by, masakan nya pas pedas juga"


"Sayang jangan terlalu pedas ya makanya, kurang bagus untuk lambung mu"


"Iya Hubby, Cahaya sudah mulai mengurangi sedikit dari biasanya apalagi sekarang kan Cahaya lagi menyusui"


"Bagus deh Jika kamu mengerti, Hubby hanya tidak ingin kamu sakit"

__ADS_1


"Iya by, Cahaya ngerti kok"


"Ya sudah, ada mau mampir lagi gitu?"


"Hmmm, ntar mampir beli martabak manis dan telor ya by Sarah suka dengan martabat"


"Baiklah Sayang".


Setelah beberapa saat kemudian para Mafioso sudah berdiri dari duduknya karena sudah selesai makan, Jack juga sudah membayar tagihan makanan semua orang.


Zain dan Cahaya juga sudah hendak keluar dari restoran bersama kembar yang masih terlelap dalam tidur mereka.


" Selamat datang kembali tuan-tuan dan nyonya-nyonya" Ucap pemilik rumah makan ketika Zain dan lainnya hendak keluar dari rumah makan mereka.


Melihat Zain dan yang lainnya hendak meninggalkan rumah makan, remaja tadi ikut berdiri dan memberanikan diri untuk berjalan mendekati Zain.


Jack yang sudah waspada langsung menghadap remaja tersebut.


"Mau apa kamu anak muda?" Tanya Jack pada remaja tersebut.


"Hehehe, maaf Tuan Saya tidak bermaksud apa-apa, Saya hanya ingin bertanya tuan-tuan ini Mafia ya?" Ucap nya pelan


Zain yang mendengar ucapan dari remaja tersebut hanya memasang wajah biass sedikit menyunggingkan senyum nya.


Sedangkan Cahaya langsung melirik ke sekeliling untung nya sudah sepi dari pengunjung hanya ada mereka di sana.


Mendengar ucapan dari Jack remaja tersebut tidak terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar karena dia sudah memikirkan hal tersebut akan di katakan oleh mereka terhadap nya, namun remaja tersebut tidak takut sama sekali malah membuat nya ingin tau lebih dalam.


"Kak Jack, jangan takuti dia" Ucap Cahaya


Mendengar ucapan dari Cahaya, Jack langsung sedikit menjauh dari remaja tersebut.


"Baik nyonya" Jawab Jack


Cahaya berjalan mendekati remaja tersebut, karena menurut Cahaya anak ini sangat berani dan juga memiliki wajah yang cukup tampan sudah terlihat dari muda jika ia kelak akan menjadi laki-laki yang tampan dan pemberani.


Zain yang melihat Cahaya mendekat ke arah remaja tersebut langsung menghentikan nya


"Sayang, kamu mau apa?" Tanya Zain


"Tidak apa-apa Hubby, Cahaya hanya mau mengenal remaja ini lebih banyak" Jawab Cahaya tersenyum pada Zain.


Mendengar ucapan dari Cahaya, Zain langsung memerhatikan remaja tersebut dan akhirnya membiarkan Cahaya mendekati remaja tersebut.


"Siapa nama kamu?" Tanya Cahaya sedikit tegas memperlihatkan jika memang mereka bukanlah orang biasa.

__ADS_1


"Saya Rayyan Nyonya " Jawab pemuda tersebut dengan tegas menampilkan bahwa dis tidak takut.


Cahaya tersenyum melihat respon dari remaja tersebut.


"Oh Rayyan, umur berapa kamu?" Tanya Cahaya


"Saya 17 tahun Nyonya"


"Seumuran adik Saya, tetapi kenapa kamu bilang kalau kami adalah Mafia Rayyan, apa kamu tidak takut?"


"Tidak takut Nyonya, jika saya tidak salah kenapa harus takut, dan juga Saya tertarik dengan dunia Mafia. Saya melihat Anda dan rombongan lumayan banyak dan juga terlihat dari wajah-wajah para pengawal Anda bahwa Anda dan lainnya adalah kelompok mafia " Jawab Rayyan dengan lugas.


Cahaya kembali tersenyum mendengar nya.


"Jika memang kami Mafia, apa kamu mau melaporkan pada polisi?" Tanya Cahaya


"Tidak karena Aku juga ingin bergabung dengan nya"


"Wahhh menarik, apa tidak takut keluarga mu tau?"


"Tidak karena Aku sudah tidak memiliki siapa-siapa kecuali kakek" Jawab Rayyan


"Oooh gitu, tapi belum tentu benar jika kamu adalah Mafia mana tau kami adalah seorang pembisnis dan juga lainnya, karena itu saya kagum akan keberanian mu jika memang kamu bersungguh-sungguh yakin akan pemikiran mu terhadap kami, jadilah anak yang selalu baik dan jujur serta bertanggung jawab datanglah ke perusahaan Zain Group ketika kamu sedang menyelesaikan sekolah mu " Ucap Cahaya


"Terimakasih banyak Nyonya, Saya akan mengikuti semua arahan Anda "


Sebelum pergi meninggalkan rumah makan dan remaja tersebut Cahaya berbalik dan mengatakan


"Semoga berjodoh dan kita akan bertemu lagi " Ucap Cahaya dan meninggalkan rumah makan tersebut bersama Zain dan lainnya.


Mereka langsung masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan rumah makan.


Setelah kepergian Cahaya dan lainnya.


Pemilik rumah makan mendekat ke arah Rayyan dan bertanya.


"Siapa mereka Rayyan?" Tanya pemilik rumah makan yang sudah kenal lama dengan Rayyan


"Oh itu mereka adalah pembisnis sukses"


"Kamu kok berani mendekati mereka, dan juga apa yang kalian bicarakan tadi?" Karena memang mereka berbicara tadi sangat lsh pelan dan itu juga di jaga oleh para Mafioso supaya tidak ada yang mendengar pembicaraan tersebut termasuk pemilik rumah makan dan para pramuniaga nya.


Untuk CCTV restoran juga sudah di non aktifkan oleh Zain ketika mereka mulai masuk ke dalam restoran tersebut hingga mereka keluar dan meninggalkan rumah makan tersebut


"Oh itu, karena Rayyan berani mendekati mereka dan ingin bekerja dengan mereka, Nyonya tadi mengatakan jika Rayyan harus menjadi orang yang jujur, bertanggung jawab dan jadilah orang yang baik dan jika berjodoh kita akan bertemu setelah Rayyan lulus sekolah dan Rayyan di suruh datang ke perusahaan mereka" Jelas Rayyan

__ADS_1


"Wahhh bagus itu, kamu harus belajar yang benar dan mengikuti arahan nyonya tadi. Beruntung nya kamu Rayyan"


"Iya Aku sangat beruntung" Ucap Rayyan.


__ADS_2