
Kembali ke kamar pengantin baru berada
Sesampai di kamar,Riki langsung meletakkan Tiara di atas kasur dan Riki juga tidak lupa untuk membantu melepaskan high heels yang melakat dikaki sang istri.
“Sayang, kamu istirahat saja, apa ada yang bisa kakak bantu lagi?” Riki bertanya pada sang istri
“Kak, bantuin bukain sliting baju ini, tangan Ica sulit mengapainya” Tiara menjeawab dengan sedikit malu-malu, walaupun sebelum ia menjadi muallaf ia juga sering menggunakan baju yang terbuka tetapi tetap saja ia merasa malu apalagi ini sekarang didepannya adalah suaminya
Riki tersenyum mendengar permintaan sang istri, ditambah dengan wajah malu-malunya itu.
“Sini sayang, biar kakak bantu” Ucap Riki
Tiara langsung membelakangi Riki supaya mempermudah untuk dibuka sletingnya.
“Sabar Riki” Ucap Riki dalam hati sambil menelan ludah ketika sleting baju tiara terbuka hingga terlihatlah punggung tiara yang sangat mulus dengan warna kulit putih bersih
“Terimakasih kak”
“Sama-sama, oh ya sayang ubah panggilannya ya”
“Apa dong Kak?”
“Terserah kamu saja sayang, yang terpenting jangan kakak, nanti dikira Aku itu kakak mu”
“Baiklah, mmmm bagaimana jika Qalbi aja ?”
“Baiklah sayang, kamu mau mandi atau mau langusng istirahat?”
“Ica mau mandi dulu Qalbi”
“Ya, sudah, Qalbi mau melihat yang lainnya, jika sayang butuh sesuatu langsung panggil pengawal di luar kamar ataupun kamu bisa langsung telapon Qalbi ya” Ucap Riki
“Oke Qalbi, Qalbi mau kemana?”
“Qalbi mau ke bawah sebentar mau nemenin yang lainnya, kamu istirahat aja setelah mandi, oh ya untuk makan siangnya ada di lemari samping kasur”
“Baik Qalbi”
“Ya sudah Qalbi tinggal dulu, ingat jika ada apa-apa langsung kasih tau”
“Siapp”
“Ya sudah Assalamu’alaikum Sayang” Ucap Riki sebelum meninggalkan Tiara dan tidak lupa Riki mencium kening sang istri
“Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh” Tiara menjawab nya dengan senyuman
Riki langsung meninggalkan kamar mereka.
Di depan kamar ada 10 orang lebih yang mana mereka merupakan mafioso Black lion yang memang di tugaskan untuk menjaga sang istri
“Kalian harus menjaga dan amanti orang-orang mencurigai di sekita kamar ini, walaupun mereka menggunakan seragam pegawai hotel ataupun itu” Ucap Riki memerintahkan pada mereka
“Baik Bos” para ,Mafioso menjawab dengan kompak dan rasa hormat serta takut
Riki langsung menuju aula hotel.
Sedangkan Tiara setelah kepergian Riki, Tiara langsung membersihkan diri dan setelah itu ia juga tidak lupa untuk makan karena memang tiara belum makan siang.
Sedangkan di sebuah hotel Stevan bersama sang asisten tengah beristirahat sambil menunggu waktu dimana mereka bisa langsung menghadirkan acara resepsi Riki dan Tiara, Stevan memang tidak mendapatkan undangan ketika acara akad diadakan walaupun Stevan sudah tidak bermusuhan dengan Dimas dan lainnya karena yang hadir di acara akad memang orang-orang terpilih saja yang bisa hadir.
Kembali ke hotel
Riki sudah bergabung bersama dengan Zain dan lainnya.
__ADS_1
“Bos, Kembar dimana? ” Riki bertanya pada Zain
“Oh mereka sudah umi dan Ibu dan Bunda mereka bawa untuk istirahat”
“Oh gitu, oh ya bos, Tika sudah sampai di bandara” Ujar Riki
“Oh iya, sampai lupa jika kita masih ada adik satu itu” Ucap Zain karena memang melupakan jika hari ini Tika harusnya sudah sampai ke indonisia untuk menghadiri hari bahagiaRiki
“Jadi bagaimana Bos, siapa yang jemput?”
Zain melirik ke arah Ilham dan Ketiga temannya.
Riki langsung tersenyum melihat Zain yang melihat ke arah Ilham dan lainnya
“Ham, sini sebentar” Zain memanggil Ilham
Ilham yang sedang duduk bersama teman-temannya langsung berdiri dan mengahampiri Zain
“Iya bang, ada yang ilham bisa bantu?”
“Oh ya Ham abang lupa jika Tika hari ini sampai di indonesia dan mungkin saat ini sudah berada di bandara, kamu jemput dia ajak teman-teman mu dan jangan lupa bawa beberapa mafioso”
“Baik bang, ada lagi bang?”
“Itu aja, ingat hati-hati”
“Baik bang, Ya sudah Ilham langsung berangkat aja ya”
“Hmmm”
Ilham langsung kembali ke tempat teman-temannya
“Bro ikut aku jemput kak Tika di bandara yuk”
“ Ya sudah yuk. Kak Tika udah menunggu di bandara”
Ketika temnanya langsung berdiri dan meninggalkan Zain dan Riki disana dan sesampai di depan hotel, Jack berdiri disana yang sudah menunggu ilham.
“Tuan muda, King sudah berpesan pada saya untuk mendampingi anda ke bandara” Ucap Jack
“Baiklah kak”
“Mari Tuan muda” Ucap Jack mempersilahkan untuk ilham memasuki mobil
“Terimakasih kak”
“Sama-sama tuan muda, sudah menjadi kewajiban saya”
Ilham dan ketika temannya langsung memasuki mobil, sedangkan jack yang bertugas untuk mengendarai mobil tersebut.
Sedangkan Di bandara
Tika baru saja turun dari pesawat pribadi milik Anam yang membawanya.
Tika berjalan sangat anggun sudah sangat berbeda dengan pertama kali masuk kedalam keluarga Anam, walaupun penampilan nya sudah berbeda dan lebih modis, Tika tidak meninggalkan adab dan sopan santunnya, seperti saat ini Tika tidak lupa untuk berterimaksih pada pilot serta kru pesawat telah menemaninya dalam perjalanan.
Tika selain ditemani oleh pilot dan kru pesawat, Tika juga didampingi lima orang mafioso, dua permpuan dan tiga laki-laki.
Kedatangan Tika tentu saja menjadi pusat perhatian , bukan hanya penampilannya sangat memukau serta kecantikannya, dengan dampingan orang-orang yang berseragam hitam yang lebih menjadikanny apusat perhatian.
“Kak, apa kita sudah ada yang jemput atau kita naik taksi aja” Ucap Tika bertanya pada salah satu mafioso
“Tuan muda Ilham sudah di dalam perjalanan nona” Jawab mafioso tersebut karena memang Zain sudah memberikan kabar pada mafioso tersebut jika ilham yang menjemput mereka
__ADS_1
“Baiklah kak, kita tunggu di kafe depan saja, Aku ingin nyemil, sudah lama udah ngak nyemil” Ucap Tika.
Tika memang sangat mejaga pola makannya semanjak masuk dalam keluarga Anam dan juga Anam tida terlalu membolehkan putrinya itu untuk makan-makanan yang kurang sehat
Mafioso hanya tersenyum mendengar ucapan dari nona muda mereka itu.
Tika bersama mafioso langsung duduk di dalam kafe dan Tika juga memesan beberapa menu untuk mereka.
30 menit berlalu akhiranya, Mobil yang membawa ilham dan ketika sahabatnya sampai di depan kafe yang mana Tika berada.
“Kak kok kita berhenti di kafe?” Ilham bertanya pada jack
“Oh ini Tuan muda, nona Tika menunggunya di dalam kafe ini” jelas jack
“owalah ya sudah kak, ilham langsung turun aja menemui kak Tika’
“Baik Tuan muda”
Ilham langsung turun dari mobil sedangkan ketiga temanya tidak mengikuti ilham karena mereka juga hanya menjemput Tika dan mereka juga sudah mengenal Tika karena mereka sering main ke mension Anam untuk ngumpul-ngumpul bersama.
Ilham langsung memasuki kafe dan berjalan menuju Tika berada.
“Assalamu’alaikum kak” Ucap Ilham menyapa Tika
“Wa’alaikumusalam, Ham. Udah samapi yuk langsung pulang aja, Aku sudah tidak sabar mau lihat ponakan ku yang lucu-lucu pasti sudah besar meraka” Ucap Tika
“Ya sudah kak, yuk”
Tika bergabung dengan mobil Ilham dkk, sedangkan Mafioso yang bersama Tika bergabung dengan Mobil mafioso yang mengiringi ilham dari hatel tadi.
Di dalam pejalanan menuju kembali ke hotel, Tika dan Ilham dan lainnya tidak banyak perbincangan.
Sedangkan di kamar pengantin baru, Tiara baru saja selesai makan, dan sudah berganti pakaian dengan gamis yang elegan di tubuhnya.
Ketika Tiara sedang duduk di depan cermin dan menyisir rambutnya. Ttiba-tiba pintu kamar terbuka dan ternyata Riki yang masuk.
“Sayang” Riki memanggil Tiara sambil berjalan menuju Tiara berada.
Tiara langsung melihat k arah suara.
“Qalbi, Ica kira siapa. Oh ya yang lain pada masih di aula ya?”
“Iya sayang, tapi tidak semuanya, Ilham dan teman-temannya lagi jemput Tika dan kembar sudah beristirahat di kamar mereka bersama umi dan ibu” Jelas Riki
“Papa dan mama dan kakak-kakak nya Ica dimana Qalbi?”
“Oh iya lupa, Papa dan Mama juga sudah beristirahat di kamar yang sudah disiapkan untuk mereka dan untuk kedua kakak mu tadi keluar sebentar. Kata mereka mau jalan-jalan karena masih ada waktu menjelang ntar malam” Riki menjelaskannya
“Oh gitu. Qalbi udah makan?”
“Belum sayang” Riki menajwab dengan manja
Tiara hanya tersenyum melihat tingkah Riki untuk pertama kalinya bersikap manja seperti itu
“Ya sudah Qalbi makan ya ntar sakit lagi, gimana acara malam ini” Ujar Tiara sambil tersenyum
“Suapi ya Sayang”
“Qalbi apa sebelumnya juga seperti ini dengan pacarnya?”
“Sayang, Aku belum pernah pacaran dan kamu satu-satunya perempuan yang ada mengisi hati ini terekecuali Umi dan Cahaya serta Sarah yang menjadi adiknya Qalbi oh ya dan juga ada Tika juga adik perempuan Qalbi. Nanti kamu akan kenal dengannya karena sedang dalam perjalanan menuju sini”
“Baiklah Ica percaya dengan Qalbi”
__ADS_1
Setelah menjawab nya Ica langsung menyuapiRiki seperti menyuapi anak kecil, sedangkan Riki denga senang hati menerima suapan dari dari sang istri.