
Mension (kamar Dimas dan Sarah)
Setelah selesai shalat isya, Dimas langsung bergabung di atas kasur bersama Sarah yang sedang asik dengan handphone nya.
"Sayang, kamu sedang apa?" Tanya Dimas yang sudah berada di Samping Sarah sambil memeluk Sarah dari belakang.
"Oh ini liat beberapa unggahan bang Ilham dengan ketiga temannya serta beberapa Mafioso di Kerinci" Jawab Sarah sambil membalikkan badannya untuk menghadap sang suami sambil memperlihatkan apa yang dia lihat.
"Oh kirain kamu lihat apa, sampai Chagi berbaring di belakang mu tanpa di gubris"
"Maaf Chagi, oh ya besok pagi kan Sabtu apa tidak bisa melihat-lihat sekolah untuk Zean?"
"Bisa Sayang, setelah Chagi antar kamu ke sekolah baru Chagi bersama Zean ke sekolah-sekolah yang nantinya akan Zean lihat gitu"
"Oh gitu, apa Senin sudah bisa masuk kira-kira Zean sekolah nya?"
"Bisa sayang, walaupun sebentar lagi akan semesteran untuk kenaikan kelas "
"Alhamdulillah jika memang bisa chagi, kasihan ya dengan kisah nya Zean itu "
"Iya Sayang, bersyukur banget dia bisa bertemu dengan Riki waktu itu jika tidak ntahlah bagaimana nasibnya berbeda dengan waktu Chagi dan Riki waktu itu hanya bertemu dengan para preman saja tidak Mafia seperti Zean" ujar Dimas sambil termenung mengingat bagaimana dia dan Riki bisa bertemu dengan Zain yang saat itu dengan beraninya menantang para preman dengan tubuh kecilnya.
"Iya Chagi, dan karena itu Sarah bisa menjadi istri Chagi saat ini dan inn syaa Allah selamanya hingga ajal menjemput" Ucap Sarah sambil meletakkan handphone dan memeluk Dimas.
Dimas yang melihat Sarah memeluk nya dengan senang hati membalas pelukan tersebut.
Berbeda dengan Riki dan Zain di ruang kerja.
Setelah kepergian Dimas dari ruang kerja tersebut yang mana meninggalkan mereka berdua membuat Riki masih sedikit bingung.
Zain yang seakan mengerti kenapa dengan Riki langsung bertanya dulu sebelum menjelaskan pembicara yang tadi dia sampaikan pada Dimas.
"Riki lo kenapa?" Tanya Zain
__ADS_1
"Aku bingung sumpah dari tadi melihat tingkah Dimas yang dari ruang makan cemberut dan setelah mendengar penuturan dari Bos langsung pergi gitu aja kan aku bingung jadinya"
"Ya Allah Rik, ternyata karena itu ni ya Aku kasih tau Dimas itu cemberut karena tadikan Sarah dan Cahaya ke Mall beli baju dinas yang biasanya di pakai oleh istri untuk menyenangkan suaminya, nah Dimas senang karena itu tapi tiba-tiba Sarah nya haid karena itu Dimas cemberut di sepanjang makan tadi " Jelas Zain
"Lah terus kenapa tiba-tiba Dimas langsung pergi dengan wajah khawatir setelah mendengar penjelasan dari Bos tadi?"
"Oh itu seperti yang kamu dengar jika perempuan ketika sedang haid, ataupun hamil itu hormon nya ataupun emosi nya tidak menentu dan biasanya mudah tersinggung apalagi tadi Dimas merenggut dari kamar hingga ke ruang makan dan selesai makan di khawatirkan Sarah malah tersinggung dengan Dimas hanya karena karena Sarah lagi haid begitu jadi mengerti?"
"Oke oke, faham "
"Bagus jika kamu faham, karena sebentar lagi kamu akan menikah dan setelah menikah kamu akan tinggal di Amerika mengantikan Abi di sana jadi untuk hal ini kamu harus bisa memahami nya, buatlah istri mu nanti nyaman dengan perhatian mu bukan hanya sekedar masalah materi saja sampai di sini faham?"
"Baik Bos, inn syaa Allah faham" Jawab Riki dengan tegas dan yakin serta menganggukan kepalanya menandakan jika dia benar-benar mengerti.
"Alhamdulillah jika kamu benar-benar mengerti jika ada sesuatu yang mungkin nantinya kamu tidak tau bisa tanyakan pada ku ataupun Cahaya sebagai kakak mu Aku ingin keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah "
"Baik Bos "
"Tinggal fitting baju pengantin aja lagi, karena Tiara masih di pesantren dan Minggu depan sudah menyelesaikan nya jadi di akhir Minggu depan akan ukur baju pengantin nya, untuk itu bos tenang saja karena desainernya sudah menyatakan siap untuk menyiapkan nya dalam waktu 3 hari"
"Bagus, untuk yang lainnya?"
"Alhamdulillah sudah semuanya Bos dan itu di koordinir oleh Vani dan Jack"
"Bagus, oh ya apa tidak di undang untuk seluruh ketua di semua Markas black Lion?"
"Nah itu Bos, menurut Bos bagaimana karena ada dari mereka yang menyayangkan ketika bos dan Dimas mereka tidak bisa hadir di karena kan waktu itu benar-benar tidak di perbolehkan datang kan"
"Ya sudah, kamu suruh markas untuk mengirim undangan pernikahan mu pada mereka semuanya tapi jangan pernah lupakan untuk tetap waspada setiap Markas dan harus tetap aman ketika mereka berada di acara pernikahan mu nantinya"
"Baik Bos, untuk permasalahan di Markas Cina sudah di pastikan jika dia dan Mafia di Tailand kemarin adalah sekongkol dan saat ini mereka berada di Rusia di pulau pribadi dan itu sedikit sulit untuk ke sana "
"Untuk bisa kita pikirkan setelah pernikahan mu nantinya tapi tetap saja untuk yang bertugas memata-matai mereka tetap lanjutkan, dan untuk Markas di Cina harus diperhatikan lagi dan di perbaiki dan di rubah semua sistem keamanan nya karena dia sudah mengetahui seluk-beluk markas di sana, untuk markas yang lainnya tetap seperti biasanya saja karena setiap markas sistem keamanan nya berbeda dan itu bisa kita kendalikan dari ruang rahasia "
__ADS_1
"Baik Bos "
"Ya sudah Rik, kembali ke kamar mu karena sudah masuk waktu shalat isya "
"Baik bos "
Riki dan Zain langsung meninggalkan ruangan kerja.
Mereka berpisah di tangga, Riki langsung menuju kamar nya sedangkan Zain menuju kamar nya.
Sesampai di depan pintu kamar nya Zain langsung masuk dengan mengucapkan salam terlebih dulu.
"Assalamualaikum Sayang" Ucap Zain
Tidak ada jawaban hanya terdengar suara orang yang sedang membaca surah pendek yang menandakan jika sang istri ternyata sedang shalat isya.
Zain tersenyum melihat sang istri ternyata sedang melaksanakan shalat isya. Sedangkan ketiga buah hati mereka sudah terlelap dalam tidur mereka di boks mereka.
Zain juga langsung ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu untuk shalat isya.
Beberapa saat kemudian Cahaya telah selesai shalat isya nya sedangkan Zain baru 2 rakaat shalat isya.
Cahaya tersenyum setelah mendapati sang suami sudah berdiri shalat di depannya.
Cahaya membaca Alquran dengan sangat pelan supaya tidak menganggu Zain yang tengah shalat.
...****************...
Sedikit menjelaskan jika kita dalam kondisi seperti Cahaya yang sedang shalat tiba-tiba ada yang mengucapkan salam kita di Sunnahkan untuk menguatkan suara kita saat shalat, seperti yang pernah di lakukan oleh Rasulullah Saw.
dan juga ketika ada seseorang yang shalat di dekat kita dan saat itu kita hendak membaca Alquran harus dengan suara yang pelan supaya tidak menggangu orang tersebut dalam melaksanakan shalat nya jika karena suara bacaan ayat Alquran yang kita baca dengan suara yang mana membuat seseorang yang sedang shalat tersebut hilang ke khusuk nya maka kita mendapatkan dosa.
Wallahu a'lam
__ADS_1