Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
SUDAH BESAR


__ADS_3

Walaupun sudah mendekati hari pernikahan, Riki tetap seperti biasanya dan juga ikut membantu Dimas untuk mencari tau asal vidio tersebut.


Markas


Zain dan Riki baru saja keluar dari mobilnya dan di luar pintu markas sudah ada Jack bersama Vani.


“Selamat datang king, Bos” Ucap Jack dengan hormat


“Hmmm” Zain menjawab seadanya


Zain dan Riki langsung masuk ke markas dan menuju ruang IT, yang khusus untuk mencari dan menjaga semua yang berkaitan dengan Sistem tekonologi.


Zain langsung duduk di kursi kebesarannya yang khusus untuk di ruang tersebut.


Para mafioso yang melihat kedatangan king langsung memberhentikan pekerjaan mereka sejenak, namun setelah Zain menganggukkan kepalanya mereka langsung melanjutkannya lagi.


“Kabari semua pemimpin markas untuk kumpul via daring nanti malam” Ucap Zain memberikan perintah pada jack


“Baik king, ada lagi?”


“Bagaimana perkembangan penghianat itu?”


“Untuk saat ini masih belum terdeteksi king, tetapi sudah ada secercah harapan, namun Bos Riki ataupun Bos Dimas yang harus menginformasikan pada pihak keluarga yang ada di dalam foto itu” Jelas Jack


“Apa tidak ada cara lain?”


“Tidak ada King, Karena keluarga tersebut tidak sembarangan keluarga dan sangat sulit untuk bisa berkomunikasi dengan mereka”


“Baiklah itu kita tunda dulu setelah pernikahan Riki” Ujar Zain


“Baik King, dan untuk vidio yang tersebar di forum sekolah nona Sarah sudah di ketahui, jika yang mengupload adalah teman kelas nona Sarah, siswi tersebut merupakan anak dari pesaing Zain Group” Jack menjelaskan


“Pesaing yang mana?” Riki langsung bertanya karena Pesaing bisnis Zain group itu sangat banyak


“Brahtama Group Bos, King” Jawab Jack


“O... bukti-buktinya kamu langsung kirim ke Dimas”


“Baik King”


Setelah beberapa percakapan tadi, Zain langsung mengecek sistem keamanan Black lion keseluruhan dan juga Zain Group dan tidak lupa Zain juga melihat keamanan Anam Group milik Abi. Hal tersebut Zain lakukan setiap sebulan sekali.


Sedangkan Riki juga mengerjakan tugasnya, namun bukan di raung IT itu, Riki meninggalkan ruangan tersebut menuju ruang pelatihan.

__ADS_1


Ternyata disana, Brian sedang melakukan latihan menembak.


Ya, Riki akan mengecek para Mafioso yang sedang memperkuat diri dengan berbagai latihan.


“Selamat datang Bos” para Mafioso menyapa Riki


“Hmmm, jangan lupa untuk istirahat bergantian dan makan siang” Ucap Riki


“Baik Bos”


Black Lion memang menpasilitas kan para mafioso semuanya baik itu makanan, tempat tinggal dan keamananan anggotanya.


Zain dan Riki menyelesaikan tugas masing-masing setelah satu jam berlalu, Zain dan Riki memutuskan untuk kembali ke mension.


Sedangkan di kamar Dimas dan Sarah


“Cahgi, besok Chagi ke sekolah Sarah?”


“Iya Sayang, kenapa?”


“Sarah ikut juga ngak?”


“Ngak Sayang, kamu di mension aja”


“Oke deh Sarah kira, Sarah harus ikut”


“Baiklah Chagi, Sarah juga belum siap bertemu dengan mereka-mereka”


Dimas tersenyum mendengar jawaban Sarah dan langsung mengelus puncak kepala Sarah dengan sayang.


Setelah itu Dimas keluar kamar untuk makan siang bersama dengan yang lainnya di ruang makan, karena Sarah sudah makan di kamar dengan masakan Zain tadi.


Di Ruang Makan


Zain dan Riki juga sudah duduk dikursi nya bersama dengan yang lainnya.


“Dim, Bagaimana Kabar Sarah?” Nisa bertanya pada putranya


“Alhamdulillah sudah enak kan Mi, udah nngak muntah-muntah lagi jika mau makan, apalagi tadi makannya masakan Bos” Dimas menjawab apa adanya.


“Alhamdulillah, Ya sudah karena sudah pada kumpul kita mulai makannya” Anam mempersilahkan untuk mulai makan


Setelah mendengar ucapan dari Anam, semuanya langsung memulai makan tanpa ada pembicaraan didalamnya, karena Kelurga Anam sangat disiplin apalagi di ruang makan.

__ADS_1


Kembar yang duduk di antara Ayah dan Bunda nya, sedang makan juga, karena kembar sudah sangat pintar makan sendiri dengan makanan yang khusus untuk baby seperti mereka.


Cahaya juga dengan telaten melihat dan membersihkan mulut kembar satu persatu karena clemotan.


Zain tidak tinggal diam, dia juga ikut membantu Cahaya menjaga anak-anak, walaupun sebenarnya kembar sudah ada maid yang khusus menjaga mereka tapi Cahaya tidak ingin kehilangan momen merawat buah hati dan menyaksikan pertumbuhan mereka dengan tangan nya sendiri tapi terkadang Cahaya juga perlu bantuan mereka juga .


Nisa dan Zainab saling tatap melihat cucu-cucu mereka sudah sangat pintar itu, begitu pun dengan Anam dan Hasan hanya tersenyum melihatnya tanpa mengucapkan apa-apa.


“Alhamdulillah anak-anak bunda dan ayah sudah selesai makannya” Ucap Cahaya sambil tersenyum melihat seluruh tempat makan kembar sudah bersih. Cahaya tidak lupa untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang ada di mulut kembar.


Setelah itu Cahaya melirik ke belakang di sana ada Tina dan Tiwi, dan mereka langsung mengerti, mereka langsung membawa kembar untuk tidur siang.


Setelah kembar dibawa maid, Cahaya baru makan. Zain tersenyum melihat istrinya yang mendahulukan anak-anak daripada dirinya sendiri.


Beberapa saat kemudian, Mereka semua telah selesai makan siangnya, Dimas kembali ke kamar nya, sedangkan yang lainnya juga kembali ke kamar mereka masing-masing.


Hingga sore harinya, mension sangat sepi, karena sore ini saatnya mereka semua melihat dan mencoba baju keluarga yang akan mereka gunakan di hari bahagia Riki dan Tiara.


Tidak hanya orang dewasa, kembar pun tidak lupa untuk mencoba pakaian mereka.


Zain dan Cahaya tidak tahan untuk tertawa karena melihat ketiga buah hati mereka yang sangat antusias dengan stelan mereka masing-masing.


“Hubby, anak-anak kita sangat antusias banget ya”


“Iya Sayang, lihat itu putri kecil kita sangat cantik seperti kamu dengan gaun indah yang melekat di tubuh mungil nya”


Syafira yang sudah sangat cantik, perlahan berjalan mendekat ke arah Zain dan Cahaya...


“A Ayah, Fira Cantik “ ucap Syafira dengan suara khas anak kecil


Ketika mendengar ucapan putrinya, Zain seakan kaku ditempat dan tidak terasa air matanya langsung mengalir..


“Sayang, Putri kita sudah besar dan sudah pandai bicara” Ucap Zain


“Iya By, Putri kita sudah tumbuh menjadi putri sangat cantik” Jawab Cahaya dengan tersenyum


Syafira yang melihat ayahnya meneteskan air mata langsung bingung dan tertatih-tatin berjalan ke Zain dan meluknya dengan tangan kecilnya.


Zain semakin terkejut dengan tindakan putri kecinya itu


“Putri Ayah sangat cantik” ucap Zain sambil mengelus puncak kepala Syafira


Melihat adiknya memeluk Ayah, membuat Zahid dan Ziyad tidak ingin kalah dan mereka langsung berjalan ke arah Zain dan Cahaya serta adiknya, tapi mereka tidak memeluk Zain seperti yang dilakukan Syafira, melainkan mereka berdua memeluk Cahaya dengan posesif.

__ADS_1


Cahaya langsung tersenyum bahagia dengan apa yang kedua putranya lakukan.


Ketika keriuhan itu terjadi semua orang langsug melihat keluarga kecil Zain dan Cahaya yang sangat harmonis itu. Mereka langsung ikut tersenyum melihat mereka.


__ADS_2