
Di Sekolah
Setelah selesai jam olahraga, Sarah dan Vivi bergegas ke kantin.
Sesampai di kantin. Seperti biasanya Sarah dan Vivi duduk di kursi paling sudut kantin.
"Sar, sebenarnya banyak pertanyaan yang ingin Aku tanyakan pada mu. Tapi Aku takut membuat kamu tersinggung " Ucap Vivi
"Kamu mau tanya apa?, tanyakan saja dari pada nanti kamu malah salah paham atau bagaimana. Tanyakan lah jika memang Sarah bisa jawab pasti di jawab "
"Sebenarnya, Aku itu mau tanya hubungan mu dengan tuan Dimas putra Anam itu apa?" Tanya Vivi dengan suara sangat pelan
"Oh itu, sebenarnya Sarah dan Chagi itu sudah nikah. Lebih tepatnya Tuan Dimas yang kamu maksud itu adalah Suami nya Sarah " Jelas Sarah
Vivi mendengar ucapan dari Sarah langsung kaget....
"A apa?, Kamu nggak bercanda kan Sarah?"
"Nggak lah, ngapain juga becanda. Tapi kamu harus jaga rahasia ya "
"Bentar dulu Sar, Aku masih tidak menyangka aja jadi istri dari Tuan Dimas yang di bicarakan oleh papa ku itu ternyata sahabat ku sendiri " Ucap Vivi
"Iya emang Sarah. Tapi kenapa papa kamu tau?"
"Iya siapa sih yang tidak tau jika Tuan Dimas sudah menikah, termasuk papa ku yang di merupakan orang yang cukup kagum dengan kesuksesan dari Tuan Dimas. Apalagi ya banyak dari rekan bisnis papa ku itu yang ingin Tuan Dimas jadi menantu mereka. Tapi setelah mereka tau tuan Dimas sudah menikah jadi ya gitu pada iri dengan siapa istri nya itu " Jelas Vivi
"Oh gitu, jadi sekarang karena kamu udah tau. menurutmu bagaimana?"
"Iya senang lah, ternyata sahabat ku adalah istri dari pembisnis sukses seperti Tuan Dimas "
"Tapi Sarah harap kamu bisa jaga rahasia ya, termasuk pada papa mu karena Chagi ingin menjaga keamanan Sarah "
"Kamu tenang saja Sarah, Aku pasti jaga rahasia mu. Kita adalah sahabat, ya sudah lebih baik Aku pesan makanan dulu "
"Terimakasih Vi "
"Sama-sama "
Sedangkan di mension
Cahaya beserta Tina dan Tiwi menyaksikan kembar yang sudah bisa merangkak merasa sangat bahagia. Sampai sampai Cahaya langsung menelpon Zain yang berada di perusahaan.
Di Perusahaan Zain Group
Zain bersama kedua saudaranya sedang melaksanakan meeting bulanan.
Saat Zain tengah fokus mendengarkan penjelasan dari karyawan nya langsung terhenti ketika mendengar deringan hp nya.
Para karyawan serta Dimas dan Riki langsung terdiam Semua karena Zain menyuruh mereka diam.
Zain langsung mengangkat telepon nya.
"Assalamualaikum, Ya Sayang" Ucap Zain
..."Wa'alaikumussalam, By Sibuk ya?"...
"Nggak kok Sayang, Kamu butuh sesuatu atau apa?"
__ADS_1
..."nggak kok by, Cahaya hanya mau memperlihatkan Kembar yang sudah bisa merangkak " Jelas Cahaya di seberang telepon...
"Beneran Sayang?" Tanya Zain tak percaya
^^^"Beneran dong by, Cahaya ganti ke mode VC ya"^^^
"Iya Sayang" Ucap Zain
Dimas dan Riki berdiri dari duduknya dan mendekat ke arah Zain yang mana mereka penasaran dengan keponakan mereka. Tidak hanya mereka berdua yang penasaran tetapi para karyawan yang ada di ruangan itu pun juga ikut penasaran.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Yang awal nya hanya telpon biasa dan sekarang sudah menjadi Vidio call.
"Bagaimana by, anak-anak kita Uda bisa merangkak kan?" Ucap Cahaya
"Iya Sayang, Alhamdulillah mereka memang anak-anak yang pintar" Ucap Zain sambil tersenyum melihat layar handphone nya yang memperlihatkan Kembar sedang merangkak meraih mainan mereka.
Dimas dan Riki melihat hal itu langsung mengucapkan selamat pada Zain
"Selamat ya bos" Ucap Dimas dan Riki bersamaan
"Hmm, Dim kamu suruh Jack dan Vani umum menyiapkan makanan dan sumbangan pada beberapa panti asuhan di semua tempat yang ada di Jogja" Ucap Zain
"Baik bos"
"Ya sudah meeting nya untuk hari ini aku sampai di sini saja" Ucap Zain
"Baik Bos" Jawab para karyawan semua nya
Zain meninggalkan ruangan itu dan berjalan menuju lift khusus.
"By, Cahaya ganggu pengerjaan hubby ya" Ucap Cahaya
"Tidak ada yang menggangu Sayang jika itu kamu, dan juga meeting nya juga udah di selesaikan"
"Beneran by?"
"Beneran dong sayang, oh ya Sayang Hari ini Hubby mungkin pulang nya agak telat karena nanti ada pertemuan dengan teman lama"
"Dengan siapa saja?"
"Dimas dan Riki juga, kenapa Sayang?"
"Ya tidak apa-apa, Cahaya hanya nanya"
"Kamu tenang saja Sayang, teman hubby itu tidak ada perempuan jadi kamu tenang saja"
"Ya sudah deh Cahaya percaya"
"Ntar jangan telat makan siangnya"
"Iya Sayang, kamu juga"
"Iya by. Oh ya by Minggu depan Cahaya sudah mau pertemuan KKN, jadi gimana menurut Hubby?"
"Memang KKN nya berapa lama?"
"2 bulan by,"
__ADS_1
"Ya sudah tidak apa-apa, ntar Hubby yang antar jemput"
"Terimakasih by"
"Sama sama Sayang, oh ya daerah mana KKN nya?"
"Daerah Sleman by"
"Oh gitu ya sudah tidak apa-apa toh kewajiban mu, tapi setelah KKN udah bisa daftar ujian munaqosah kan?"
"Rencana nya gitu by, doa'in aja by"
"Selalu Sayang"
"Ya sudah dulu by, kembar seperti nya Udah laper tu"
"Ya sudah Sayang, Assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam"
Telpon pun berakhir.
Zain sekarang juga sudah berada di ruangan kerjanya.
Sedangkan Dimas dan Riki setelah keluar dari ruangan meeting langsung mengerjakan tugas dari Zain yaitu menyiapkan makanan dan sumbangan pada panti asuhan.
"Dim, nanti setelah pulang dari kantor kita jadi kan bertemu dengan Gavin dan Gabriel?" Tanya Riki.
"Jadi dong, orang hotel nya sudah di siapkan"
"Aku jadi takut Dim, seandainya mereka tidak setuju gimana?"
"Ya loh harus meyakinkan mereka lah, jangan putus asa dulu, loh tau juga kan Aku awalnya itu juga takut ngak di setujui oleh keluarga Sarah, apalagi kan kami beda jauh umurnya. Dan nyatanya sekarang Sarah Udah jadi istri Aku" Jelas Dimas sambil tersenyum membayangkan perjuangan restu nya untuk mendapatkan Sarah waktu itu.
"Ya deh, oh ya jumlah panti asuhan di Jogja itu banyak banget loh apa cukup di lakukan hari ini semuanya?"
"Ya jika nggak cukup hari ini ya lanjutkan besok aja. Kasihan juga para Mafioso"
"Ya kamu benar Dim"
"Hmm, tapi Jack dan yang lainnya Sudah bergerakkan?"
"Sudah kok, dan juga dana nya sudah ada di transfer barusan"
"Oke deh, ya sudah lebih baik Kita kembali ke ruangan kerja kita ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan"
"Kamu benar yok, Aku juga mau cepat menyelesaikan nya, oh ya Minggu depan adalah rencana kunjungan Markas, kamu bisa berangkat Rik?"
"Bisa sih, tapi nggak sendirian kan Aku nya?"
"Ngak kok Sama Aku jika Bos tidak ikut"
"Ya sudah deh di runding kan lagi aja besok"
"Oke"
Dimas dan Riki langsung kembali ke ruang kerja mereka.
__ADS_1