
Setelah kejadian yang hampir membuat Dimas sangat murka, Kini Dimas dan Sarah mendekat ke arah dimana Ayah dan yang lainnya berada. Karena Dimas tidak ingin kejadian tadi terulang kembali.
"Kenapa kalian sudah kembali ke sini nak?" Tanya Zainab yang heran melihat kedua pasangan itu yang tidak lama berpisah dengan nya sekarang sudah bergabung bersama kembali bersama nya.
"Tidak apa-apa Bu, tadi banyak fans nya Chagi, lebih baik kita belanja aja ya Bu" Jawab Sarah dengan manja
"Owalah, ya wajar Nak jika Dimas banyak yang suka lah orangnya tampan"Ujar Zainab kembali
Mendengar penuturan dari sang Ibu, Sarah memanyunkan bibir nya
Dimas melihat tingkah lucu yang istri langsung membungkam mulut Sarah dengan bibir nya.
"Hmmm, " Ucap Sarah yang terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Sang Suami pada nya.
Tidak berapa lama kemudian akhirnya Dimas melepaskan ******* nya pada bibir sang istri, karena Sarah sudah tidak bisa bernafas karena sesak.
"Ih malu ah, Chagi Lo mau nyium itu bilang gitu dulu biar Sarahnya tidak terkejut" Ucap Sarah marah pada Dimas
"Lantas kamu menggemaskan Sayang," Jawab Dimas Sambil merangkul Sarah dengan Sayang
"Tapikan Sarah malu di tempat umum gini"
Dimas tidak menjawab melainkan hanya tersenyum saja.
Zainab yang tanpa sadar langsung menutup mata Aisyah ketika Dimas mencium bibir Sarah. Sedangkan Hasan hanya geleng-geleng kepala melihat menantunya itu.
"Ya sudah lebih baik kita cari restoran setelah itu baru kita lanjut belanja" Ucap Dimas
"Oke" Jawab Sarah
"Bagaimana Bu, Ayah?" Tanya Dimas
"Ayah dan ibu ikut kalian saja nak, juga sudah siang dah waktu makan siang" Jawab Hasan
"Baiklah Ayah, Ibu mari kita kembali ke Mobil. Kita cari restoran dekat pusat perbelanjaan saja"
"Mari"
Kini mereka akhirnya kembali ke mobil untuk menuju restoran.
Setelah Dimas dan yang lainnya masuk mobil, Para Mafioso juga ikut masuk mobil mengikuti kemanapun sang bos dan keluarga inginkan.
Di dalam mobil
"Sayang, nanti jika kita berciuman seperti tadi jangan diam aja" Bisik Dimas di telinga Sarah
Sarah merinding ketika Dimas berbisik di telinga nya.
"Lah Sarah kan tadi nggak tau Chagi yang ngejutin dan juga Sarah kan nggak ngerti mau ngapain" Ucap Sarah
"Kamu tenang saja Sayang, biar Abang ajarkan lain kali, ya hitung-hitung nyicil sebelum kamu seutuhnya menjadi milik Abang" Ucap Dimas dengan senyum menggoda
"Terserah Chagi saja, yang penting Chagi senang dan Sarah dapat pahala"
"Istri yang baik dan shalehah"
Sarah tersenyum mendengar penuturan dari Dimas yang mengatakan bahwa dirinya istri yang baik dan shalehah.
__ADS_1
"Sayang, kamu tidak apa-apa kan dua hari lagi kita sudah harus kembali ke Jogja karena Abang kasihan dengan bos dan Riki ngerjain pekerjaan nya hanya berdua dan juga kamu juga sudah harus masuk sekolah" Ucap Dimas akhirnya
"Tidak apa-apa toh kita bisa kembali ke Jambi ketika kita ada waktu ataupun pas Sarah libur sekolah" Jawab Sarah dengan tersenyum
"Terimakasih Sayang"
"Sama-sama"
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Mobil yang membawanya mereka berhenti di sebuah restoran yang cukup besar di kota Jambi itu.
Dimas dan Sarah turun dari mobil setelah Zainab dan Hasan serta Aisyah turun dari mobil.
Mereka berjalan masuk ke dalam restoran bersama.
****
Sedangkan di Jogja
Setelah tadi malam kembar rewel, kini mereka sedang bermain di atas kasur khusus mereka yang di letakkan di ruang tengah bersama Cahaya serta ada Tina dan Tiwi yang menemani Cahaya.
"Queen, kembar Sangat pintar ya baru umur berpa bulan mereka sudah mau belajar merangkak" Ucap Tina
"Iya, sama seperti dulu ketika Sarah baru berumur 7 Bulan saja sudah bisa berjalan" Jawab Cahaya sambil mengingat masa-masa Sarah berumur 7 Bulan
Umur kembar kini sudah hampir memasuki 3 bulan lebih sedikit, namun di usia mereka segitu pertumbuhan mereka sangat cepat, dan mereka sudah sangat mengerti apa yang di bicarakan oleh orang tua nya terutama ketika Cahaya mengajak mereka berinteraksi.
Hanya saja mereka belum bisa menjawab
Kembali ke Dimas dan Sarah
Setelah selesai makan, mereka melanjutkan perjalanan ke pusat perbelanjaan terbesar di kota Jambi saat ini. Namun jika di bandingkan dengan pusat perbelanjaan yang di bangun oleh Zain untuk keluarga besar Cahaya yang sangat besar dan megah, masih tetap kurang.
"Oke"
Mereka turun bersama, kini mereka berlima berjalan memasuki pusat perbelanjaan tersebut yang suasana cukup ramai hari itu.
Sesampai di dalam mall, Dimas dan Sarah kembali memisahkan diri dari yg lain nya.
"Ibu, Ayah Sarah dan Chagi ke tempat sepatu ya, Ayah dan ibu jika mau beli baju atau apapun itu di temani dengan pak C (Mafioso) ya" Ucap Sarah
"Iya nak,"
Setelah Zainab menjawab, Dimas langsung mengeluarkan dompetnya nya dan mengambil salah satu dari kartu hitam nya dan memberikan pada Mafioso C
"Ibu, Aisyah dan Ayah belilah sebanyak yang kalian inginkan. urusan bayar serahkan pada Pengwal nya"
"Baiklah nak, "
Setelah membicarakan perihal itu kini, Dimas dan Sarah benar-benar berpisah dengan yg lain nya
Sarah benar-benar membawa Dimas ke toko sepatu, yang mana di sana saat ini ada banyak model sepatu caple hal itu membuat Sarah semakin semangat melihat nya
"Selamat datang di toko sepatu kami" Ucap seorang pelayan toko
"Iya" Jawab Sarah ramah
Sedangkan Dimas tidak menjawab melainkan hanya fokus pada sang istri kecilnya
__ADS_1
"Chagi, kita beli sepatu nya yang caple itu ya!" Ajak Sarah dengan suara sedikit merengek
"Boleh dong sayang, ambillah yang kamu suka"
"Oke, tapi Chagi jangan marah ya jika Sarah ambil banyak?"
"Sayang, uang Abang adalah milik mu jadi sudah sepatutnya Abang manjakan kamu dengan apa yang kamu sukai dan inginkan"
"Terimakasih Chagi" Jawab Sarah dengan senang
"Chagi beli yang ini gimana?"
"Beli lah yang kamu sukai Sayang" Jawab Dimas tersenyum
"Oke kita beli ini karena ukuran nya juga sangat pas dengan kaki kita"
Dimas tersenyum melihat Sarah yang bahagia dengan sepatu yang baru saja mereka coba bersama dan ternyata sesuai keinginan Sang istri. Walaupun itu sepatu tidak seberapa harganya, namun Dimas sungguh bersyukur memiliki istri yang tidak neko-neko walaupun sebenarnya apa pun dan berapa mahal pun jika itu keinginan Sarah pasti di kabulkan nya.
"Bagaimana Sayang, ada yang kamu suka lagi?"Tanya Dimas
"Kita lihat yang itu, boleh kan?"
"Boleh Dong Sayang"
"Oke, Chagi coba yang ini dan Sarah yang ini"
"Oke Sayang"
"Bagaimana Kamu suka sayang?"
"Suka, boleh ya ini?"
"Boleh dong sayang"
"Hore thanks ya my husband"
Dimas kembali tersenyum mendengar Sarah memanggil nya dengan mesrah seperti itu.
Setelah mendapat dua pasang sepatu caple, Akhirnya Sarah dan Dimas keluar dari toko sepatu itu dan menuju ke toko pakaian
"Chagi pasti mahal ya harga sepatu nya tadi?" Tanya Sarah, karena Sarah melihat dari rupa sepatu nya cukup mahal
"Tidak ada yang mahal Sayang terkecuali dirimu"
"Ih gombal deh"
Dimas tidak berkata lagi, melainkan hanya mengelus kepala Sarah dengan Sayang.
"Sekarang mau beli apa?" Tanya Dimas
"Hmm, Chagi apa Sarah beli itu?" Tanya Sarah dengan suara sedikit ambigu
"Itu apa Sayang?" Tanya Dimas yang tidak mengerti apa yang di inginkan oleh istri nya itu
__ADS_1
"Itu............