Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
mengikhlaskan masa lalu


__ADS_3

Di perusahaan Zain Group


Tepatnya di ruang Zain.


Cahaya duduk di samping Sisil yang masih menundukkan kepalanya karena takut terhadap Zain, sedangkan Tina dan Witri berada di ruang Vani tidak ikut masuk ke ruang king mereka


Tok tok... Suara ketukan pintu dari luar ruangan Zain


"Masuk" Ucap Zain


Masuklah dua orang Office girl dengan membawa nampan makanan dan minuman di tangan mereka.


"ini Tuan pesanan nyonya" Ucap salah satu Office girl tersebut


"Terimakasih Bu" Ucap Cahaya


"Sama sama nyonya, silahkan"


"Iya" Jawab Cahaya ramah


Akhirnya kedua office girl tersebut keluar dari ruangan Zain tersebut.


Tinggallah Zain, Cahaya Sisil dan kembar


"Ayo Sil makan, setelah makan kita sholat Dzuhur bersama" Ucap Cahaya dengan lembut


"Terimakasih Cahaya"


"Sama sama, ayo jangan sungkan kita saudara"


Sisil yang mendengar penuturan dari Cahaya sangat malu dengan dirinya sendiri karena telah banyak berbuat salah pada orang yang begitu baik itu.


"Ayah mau makan dengan apa?" Tanya Cahaya pada Zain yang Tengah memerhatikan ketiga buah hati mereka


"Apa aja Sayang tapi suapin ya, Ayah lagi sibuk dengan kembar"


"Baiklah Ayah"


Cahaya dengan telaten menyuapi Zain dan sesekali menyuapi dirinya sendiri. Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka sudah selesai makan dan Cahaya juga sudah selesai memberikan kembar ASI, dan saat ini Kembar kembali tidur.


Karena kembar sudah tidur, Cahaya dan Zain memindahkan mereka kedalam kamar pribadi milik Zain di ruangan tersebut.


"Ya sudah Sayang kita shalat Dzuhur dulu, biar Tina yang jagain kembar" Ucap Zain


"Baiklah by, Ayo Sil kita shalat di mushallah"


"Tapi Aku tidak pernah shalat," Ucap Sisil


"Tidak apa-apa, kamu ikuti aja kami pelan pelan saja, insyaallah kamu pasti bisa"


"Baiklah terimakasih banyak Cahaya"


"Sama sama"


Zain dan Cahaya di ikuti oleh Sisil ke mushallah di lantai 4.


Sesampai di lantai 4, Riki ternyata juga sudah di sana menunggu kedatangan mereka.


Karena baju yang di kenakan oleh Sisil tidak layak untuk di gunakan untuk shalat, Cahaya sudah membawa baju ganti untuk Sisil yang di ambilnya di kamar pribadi milik Zain tadi yang sudah di siapkan untuk Cahaya.


Cahaya dengan telaten mengajari Sisil untuk mengambil air wudhu setelah Sisil selesai mandi dan berganti pakaian.


Setelah berwudhu Cahaya juga membantu Sisil untuk menggunakan mukena.

__ADS_1


Shalat Dzuhur di imami oleh Zain, setelah selesai shalat mereka berdoa.


"Ya Allah Terimakasih atas nikmat-Mu, Ampunilah dosa hamba mu selama ini, hamba tidak pernah merasakan sedamai ini" Ucap Sisil dalam hati penuh dengan penyesalan.


Setelah selesai shalat mereka kembali ke lantai atas.


Riki ikut masuk ke ruang Zain, karena tidak ingin kejadian dulu terulang kembali pada Cahaya di saat ada Sisil di sana.


Di ruang Zain


"Bagaimana kembar Bi?" Tanya Cahaya pada Tina


"masih tidur nyonya"


"Ya sudah bibi lebih baik shalat Dzuhur dulu biar kembar Cahaya yang jaga"


"Baiklah nyonya, kami permisi"


"Iya Bi"


Akhirnya tinggallah Zain, Cahaya Riki dan Sisil di sana.


"Sil kok kamu bisa seperti ini?" Tanya Cahaya


"keluarga ku bangkrut Cahaya dan Papa ku meninggal karena serangan jantung sedangkan Mama ku meninggal karena kecelakaan, setelah kepergian kedua orang tua ku Aku tidak memiliki Siapa Siapa lagi, setelah itu Aku kesana kemari untuk mencari bantuan dan pekerjaan tapi semua teman teman ku tidak mau membantu ku hingga akhirnya aku bertemu dengan orang menawarkan pekerjaan tapi ternyata mereka ingin menjual ku dan menjadikan seorang pelacur, " Terang Sisil


"Innalilahi wa innailaihi Raji'un, yang sabar ya Sil, kamu pasti bisa bangkit lagi"


"Terimakasih Cahaya"


"Sama sama, oh ya sekarang kamu mau bagaimana?"


"Aku tidak tau Cahaya karena ingin kerja tidak ada yang menerima ku"


"Yang Sabar, untuk urusan pekerjaan bagaimana by?" Tanya Cahaya pada Zain yang ada di samping nya.


"Bagaimana Sil, apa kamu mau?" Tanya Cahaya


"Mau banget Cahaya Terimakasih banyak sudah mau membantu ku"


"Sama sama" Ucap Cahaya


Kembali ke Dimas dan Sarah


Dimas yang tadinya dari tempat wisata ingin jalan jalan lagi tapi mendapatkan kabar tentang Sisil yang berada di perusahaan langsung memutuskan untuk ke Perusahaan.


"Ada apa bang?" Tanya Sarah


"Tidak apa-apa Sayang, hanya saja di perusahaan ada perempuan yang dulu pernah mencelakakan Cahaya" Tutur Dimas


"Apa bang, Ayo bang Sarah ingin melihat seperti apa orang nya"


"Iya sayang, Tapi tidak apa-apa nih nggak jalan jalan lagi?"


"Tidak apa-apa Bang, ayo"


"Baiklah Sayang"


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit akhirnya Dimas dan Sarah sampai di perusahaan Zain Group.


Dimas dan Sarah keluar dari mobil dan berjalan menuju lantai atas


"Abang kenapa dia bisa di sini?" Tanya Sarah

__ADS_1


"Abang juga kurang tau sayang"


"Hmmm"


"Kenapa sayang?"


"Tidak apa-apa Bang, Sarah hanya tidak habis pikir dengan itu perempuan kenapa mencelakakan Ayuk?"


"Itulah Sayang, jika sudah buta akan cinta membuat orang jadi salah arah"


"Sebenarnya apa yang terjadi bang?"


"Hmm kapan kapan Saja ya Abang cerita kan"


"Oke deh"


Ting.. suara lift


Akhirnya Dimas dan Sarah sampai di lantai atas.


Dimas dan Sarah keluar dari lift bersamaan dan berjalan menuju ruang Zain


"Assalamualaikum"Ucap Sarah


"Wa'alaikumussalam" Jawab dari dalam ruangan


Cekrekk.. suara pintu terbuka


Dimas dan Sarah duduk di samping Riki


"Ada apa ini bro?" Tanya Dimas pada Riki


"Biasa minta maaf"Jawab Riki


"Dasar"ucap Dimas


"Sudahlah sepertinya dia juga sudah berubah"


"Semoga aja"


"Aamiin"


Sedangkan Sarah menatap wajah Sisil dengan pandangan marah dan bertanya


"Oh jadi ini perempuan yang sempat mencelakakan Ayuk" Ucap Sarah


Sisil mendengar ucapan dari seorang perempuan muda di depan nya hanya menunduk karena takut


"Sarah" Panggil Cahaya pada adik nya itu


"Benarkan yuk" Ucap Sarah


"Sarah dengar Ayuk. kejadian itu sudah masa lalu dan Ayuk Sisil juga sudah menyadari kesalahannya jadi jangan seperti itu karena dia itu lebih tua dari mu ingat itu orang tua kita tidak pernah mengajarkan kepada kita untuk saling dendam dan membenci" Ujar Cahaya menasehati adik nya itu


"Iya Yuk, maaf Sarah salah" Ucap Sarah


"Nah itu baru adik Ayuk, sekarang minta maaf sama Ayuk Sisil"


"Maaf yuk Sisil, Sarah kurang sopan dengan Ayuk" ucap Sarah


"Tidak apa-apa dex, Aku memang pantas mendapatkan nya" Jawab Sisil.


"Sudahlah sekarang ikhlaskan masa lalu jangan sampai karena masa lalu membuat masa depan berantakan karena masa lalu" Ucap Cahaya

__ADS_1


Zain tersenyum bahagia mendengar penuturan dari istri tercinta nya itu.


Sedangkan Dimas dan Riki juga ikut tersenyum.


__ADS_2