Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Persiapan Pulang


__ADS_3

Setelah kemarin sore mengantar Tiara ke pesantren, pagi-pagi sekali mension sudah ramai, baik karena mereka pada bangun dan hendak melakukan aktifitas sehari-hari, seperti Sarah yang sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah sedangkan Riki dan Dimas juga harus berangkat ke kantor. Cahaya juga harus berangkat ke lokasi KKN.


Sedangkan Ilham, Sean Barak dan Tio mereka sedang mengemas semua barang bawaan mereka untuk di bawa ke Jambi.


Ada banyak oleh-oleh yang kemarin sebelum pulang ke Indonesia sudah Anam dan Nisa persiapkan untuk di bawa Ilham ke Jambi. Sedangkan Barak, Sean dan Tio ternyata mereka juga sudah mempersiapkan diri serta beberapa oleh-oleh yang di pilih nya untuk keluarga Ilham di Jambi, Namun karena Ilham dari keluarga Muslim, Barak Sean dan Tio juga memilih beberapa Snack dan makanan yang memang di perbolehkan makan bagi muslim.


Semenjak berteman dengan Ilham, dan mengenal keluarga Anam, Sean Barak dan Tio sedikit lebih memahami tentang seorang muslim serta apa yang di perbolehkan dan juga tidak di perbolehkan nya.


Kembali ke realitas di Mension


Mereka berkumpul di ruang tamu setelah semuanya siap untuk melaksanakan kewajiban nya masing-masing.baik itu sekolah kerja dan KKN.


"Bente (Panggilan abang ke Ilham)pulang ke dusun e?" Tanya Sarah


"Setelah Dzuhur berangkat nya, kau kapan ujian?" Tanya Ilham pada adiknya itu.


"Oh gitu ya, berarti dak biso ikut antar ke bandara, aku balek dari sekolah jam 12:30 lah setelah Dzuhur kagik. oh ujian dua Minggu lagi" Jawab Sarah


"Dak papo, sekolah yang elok jangan main-main ingat udah jadi istri, di luar rumah jaga kehormatan suami "


"Siapppp " Jawab Sarah lantang.

__ADS_1


Dimas melihat tingkah sang istri hanya tersenyum sambil mengelus kepala Sarah yang di tutupi jilbab sekolah nya.


Setelah beberapa percakapan tadi kini mereka semuanya bergegas pergi ke tujuan masing-masing, Namun sebelum Cahaya masuk ke dalam mobil. Cahaya mendekat ke arah Ilham dan memeluknya.


"Jiko sampe Jambi kabari ayuk yo, ayuk dak biso antar jugo kareno harus tugas kkn"Ucap Cahaya sambil memeluk adiknya itu.


Setelah memeluk ilham, Cahaya beralih pada ketiga sahabat nya ilham .


"Kalian jika sampai di jambi di rumah nya ilham jangan pernah sungkan dan mungkin kalian juga akan kaget nanti melihat kondisi desa kami "


"Baik Kak " Jawab mereka bertiga kompak


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Mension yang tadinya ramai penghuninya kini sangat sepi.


Tinggallah Ilham dkk.


"Oh ya karena kita habis Zhuhur pulang ke Jambi nya bagaimana kita makan bakso dulu" Ajak Ilham


"Boleh tu, mumpung masih ada waktu" Jawab Sean


"Oke" Ucap yang lainnya

__ADS_1


Ilham Sean, Barak dan Tio keluar dari Mension dan di sana ada sudah ada Mafioso yang bertugas untuk menjaga keamanan mereka serta menjadi supir kemanapun mereka pergi.


"Tuan hendak pergi keluar?" Tanya seorang laki-laki muda tegap dan gagah yang berdiri di depan pintu mension bertanya pada Ilham


"Iya kak, Ilham mau makan bakso yang terkenal itu" Jawab Ilham


"Baik Tuan, Saya persiapkan mobil terlebih dulu"


"Terimakasih kak"


"Sama-sama Tuan"


Mafioso tersebut memang masih di bilang muda, usianya tidak jauh dari Zain dan Dimas, dan juga bukan lah orang Indonesia asli.


Kebanyakan Mafioso back Lion memang bukan dari orang Indonesia melainkan orang luar, hanya saja Zain mendirikan salah satu perusahaan serta markas di Indonesia.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka sudah berada didalam mobil.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di sebuah warung bakso yang sangat terkenal di Jogja...


Namun sebelum Ilham turun, Sean turun lebih dulu..... tetapi....

__ADS_1


__ADS_2