
warung bakso
Ketika Sean turun dari mobil ternyata ada seorang anak kecil yang berjualan kue keliling.
Sean tertegun sejenak ketika melihat anak yang usianya masih sangat muda sudah mandiri menjajakan dagangannya.
Ilham yang juga turun dari mobil melihat anak kecil itu.
"Berapa kue nya dek?" Tanya Ilham langsung
"Lima ribu kak satunya" Jawab adik kecil tersebut.
"Mau makan bakso nggak?" Tanya Ilham
"Mau kak tapi nggak cukup uangnya"
"Sudah yah ikut kakak aja ntar makan bakso bareng setelah itu baru kakak beli semua kuenya gimana?"
"Terimakasih banyak kak"
"Sama-sama"
Ilham menuntun anak kecil yang mungkin berusia 8 tahun itu untuk masuk ke dalam warung bakso di ikuti Sean, Barak dan Tio.
karena Sean merasa kasihan adik tersebut membawa cukup berat kue nya, Sean membantu membawanya ke dalam warung bakso.
Sesampai di dalam warung bakso
mereka duduk di kursi paling pojok.
"Pesan aja yang kamu suka nanti kakak yang bayar tetapi harus habis ya" Ucap Ilham
"Bungkus aja kak"
"Kenapa di bungkus?"
"Tidak apa-apa kak, biar adik-adik aku juga bisa merasakan bakso nya kak"
"Oh gitu, adilnya ada berapa? eh iya namanya siapa dulu kan kakak nya tidak tau"
"Nama aku Faiz kak dan adik faiz ada tiga kak"
"Oh gitu, Faiz kamu tenang saja kamu pesan aja dulu nanti kakak pesankan lagi untuk di bungkus untuk mu bawa pulang ya "
"Terimakasih kak "
"Sama-sama "
__ADS_1
Setelah itu Ilham langsung memesan bakso untuk mereka berlima.
Sean yang mendengar interaksi antara Ilham dan Faiz hanya tersenyum.
"Ham bagaimana jika kita belanjakan untuk nya?" Ujar Sean
"Boleh tu, tapi aku tidak enak jika menggunakan ATM yang di kasih bang Zain" Ucap Ilham karena memang Ilham di biayai oleh Zain 100% dan di beri black card
" Udah untuk itu biar aku yang bayarin"
"Terimakasih bro"
"Sama-sama Aku salut melihat dia"
"Iya"
Ilham sangat beruntung memiliki sahabat seperti mereka yang begitu baik hati dan sangat royal.
Barak dan Tio tidak mau kalah.
"Ya sudah, Aku yang bayarin bakso untuk adik-adik nya" Ucap Barak
"Terimakasih bro"
"Sama-sama"
"Kamu bawain belanjaan nya saja ntar"
"Oke deh"
Faiz yang mendengar pembicaraan mereka hanya termenung karena tidak mengerti bahasa Inggris.
Setelah beberapa saat kemudian mereka telah selesai makan bakso.
Ilham dan lainnya memutuskan untuk mengantar pulang Faiz dan di perjalanan ke rumah Faiz Ilham membagikan kue nya pada orang yang ada di jalanan.
"Faiz, kan kita mau ke supermarket nah apa yang sekiranya kamu butuhkan di ambil saja nanti yang bayar kakak Sean" Ucap Ilham
"beneran kak?"
"Beneran dong "
"Terimakasih kak, Faiz pengen beli sembako dan mainan untuk adik-adik "
"Boleh "
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di supermarket yang cukup besar.
__ADS_1
Di sana Faiz benar-benar di manjakan oleh Ilham, Sean dan lainnya karena semua yang di butuhkan oleh Faiz di beli.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka telah selesai belanja nya.
"Terimakasih banyak ya kakak-kakak semuanya " Ucap Faiz
"Sama-sama "
Karena rumah Faiz tidak jauh dari supermarket hanya ada di dalam gang samping supermarket jadi mereka berjalan masuk gang sempit tersebut.
Setelah berjalan 3 menit akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang sangat menghawatirkan.
"Ini kak rumah Faiz" Ucap Faiz
"iya"
"Ayo kak masuk"
"Iya"
Faiz masuk ke dalam rumah yang sangat kecil tersebut
"Assalamualaikum ibu" Ucap Faiz
"Wa'alaikumussalam udah pulang nak?" Jawab seorang wanita paru baya dari dalam rumah dan berjalan keluar rumah
" Alhamdulillah sudah bu, bu ini kak Ilham, kak Sean, kak Barak dan kak Tio yang tadi membeli semua kue nya dan juga yang membelanjakan ini untuk kita"
"Terimakasih banyak nak, semoga rezekinya lancar"
"Aamiin" Jawab Ilham dengan tersenyum
"Masuk nak, maaf rumah kami sangat kecil"
"Maaf Bu, Faiz kami sudah harus kembali karena masih ada urusan, jika ada waktu kami akan mampir lagi" Ucap Ilham
"Oh gitu ya sudah tidak apa-apa nak, sekali lagi terimakasih banyak atas semuanya "
"Sama-sama bu, Faiz kakak-kakak pulang ya, ingat uangnya di tabung dan rajin sekolah nya teruslah menjadi anak yang berbakti kepada orang tua "
"Iya kak "
"Ya sudah Bu, Faiz kami undur diri assalamualaikum "
"wa'alaikumussalam "
Ilham dan ketiga sahabatnya pulang menuju mension karena mereka harus siap-siap untuk berangkat ke Jambi.
__ADS_1