
Setelah selesai mandi, Dimas kembali ke kediaman Hasan.
Dimas langsung masuk ke dalam rumah tersebut.
"Assalamualaikum" Ucap Dimas sebelum masuk rumah
"Wa'alaikumussalam" Jawab Nisa dan Zainab berbarengan
Dimas langsung masuk ketika salamnya di jawab.
Sedangkan di ruang TV, Zain juga sudah bergabung dengan yang lainnya.
"Umi, Abi dan Ayah tidak terlihat kemana Abi?" Tanya Zain
"Abi, dan Ayah lagi ke rumah pak kepala Desa, sekaligus membicarakan perihal adat istiadat untuk acara pernikahan Sarah dan Dimas itu bagaimana nya" Jelas Nisa
"Oh gitu, Oh ya Ibu kira kira berapa porsi ya Bakso nya untuk semua warga yang membantu di kediaman ini?" Tanya Zain
"Iya sekitaran 150 porsi insyaallah sudah cukup nak, tapi menurut Ibu jika Kalian mau bili baksonya harus ada yang mie ayamnya juga, karena tidak semuanya suka bakso" Jelas Zainab
"Baiklah Bu. Biar Zain dan Ilham yang akan ke sana langsung" nanti Sore
"Ya sudah jika seperti itu, dan untuk Dimas kamu jangan kemana-mana. Walaupun cuma di simpang tetap saja acara kalian sudah di depan mata. Pamali jika kamu keluyuran" Jelas Zainab
"Baik Bu" Jawab Dimas tersenyum
"Nak Tika umurnya berapa sekarang?" Tanya Zainab pada Tika yang duduk di samping Nisa
"21 tahun Ibu tahun ini" Jawab Tika
"Hampir sama dengan Cahaya" Ujar Zainab
Setelah beberapa saat kemudian Anam dan Hasan baru saja kembali dari kediaman kepala Desa.
"Assalamualaikum,"Ucap Hasan sebelum masuk rumah
"Wa'alaikumussalam" Jawab dari dalam rumah
Anam masuk ke dalam rumah bersama dengan Hasan, dan mereka langsung duduk bergabung dengan yang lainnya.
"Bagaimana Yah?" Tanya Zainab
"Alhamdulillah Bu, dari pihak pak kepala Desa tidak mempermasalahkan faktor usia Sarah yang masih di bawah umur dan untuk prihal untuk belarak ( Arakan pengantin) nya sudah di sepakati dari rumah Subki saja. Dan untuk yang balas betua dari pihak laki-laki juga sudah di sepakati yaitu pak Sholeh yang mewakili" Jelas Hasan
"Alhamdulillah jika seperti itu Yah." Ucap Zainab
Anam, Nisa dan yang lainnya ikut bahagia karena semua Persiapan sudah selesai. Dan untuk panggung juga H-2 akan di dirikan" Jelas Hasan
__ADS_1
"Iya Yah," Jawab Semuanya bersama
Sedangkan di Jogja
Riki yang tengah sibuk mengerjakan beberapa pekerjaan di perusahaan sendiri di bantu dengan Vani dan Jack, karena Zain dan Dimas sedang berada di Jambi.
"Huh, lumayan lelah hari ini. Baru saja sampai di Jogja pekerjaan sudah menunggu seperti ini" Ucap Riki di dalam ruang kerja nya.
Setelah waktu menunjukkan pukul 12 00 pas, Riki males keluar dari ruang kerja nya, ia memesan makanan saja untuk dirinya
Kembali ke Jambi
Setelah menunjukkan pukul 12 00 siang, Cahaya di bantu oleh ketiga ayuk iparnya untuk menyiapkan makan siang mereka.
Setelah makanan siap, mereka makan siang bersama, Karena kembar sedikit rewel, Jadi Cahaya menyusui kembar dulu.
Zain tidak diam melihat Cahaya yang sibuk dengan kembar, Zain langsung mengambil nasi untuk Cahaya.
"Sayang biar hubby suapkan ya kamu makan" Ucap Zain
"Tidak apa-apa Hubby, Cahaya makanya nanti saja. Hubby makan saja dulu" Jawab Cahaya
"Tidak apa-apa Sayang, Kamu butuh asupan makanan apalagi anak-anak kita lagi masa pertumbuhan yang pesat, jadi makan ya" Bujuk Zain
"Terimakasih Hubby"
"Sama Sayang" Jawab Zain
"Umi, Saya baru tau jika Nak Zain begitu romantis banget" Ucap Zainab
"Bukan hanya Ibu yang baru tau, Saya sebagai Umi nya mereka saja baru tau. Karena Zain dan yang kedua saudara itu sangat cuek terhadap perempuan, karena Cahaya lah mereka berubah seperti ini"Jelas Nisa
Anam yang melihat putra nya yang begitu Romantis sangat terkejut juga akan perubahan sikap putra putra nya terutama Zain yang terkenal akan sosok orang yang cuek.
Setelah beberapa saat kemudian, Cahaya akhirnya menyelesaikan makan nya. Dan kembar pun sudah tidur karena kenyang juga setelah minum ASI.
Cahaya di bantu Zain membawa kembar untuk masuk ke dalam kamar supaya mereka tidur nya nyaman.
Setelah selesai makan, para kaum laki-laki bersiap untuk berangkat ke Masjid untuk shalat Dzuhur berjamaah.
Sore harinya
Sesuai dengan kesepakatan sore ini Zain dan Ilham langsung bersiap ke simpang
"Abang kita naik motor aja ya" Ucap Ilham
"Iya sudah tidak apa-apa naik motor hitung kita jalan-jalan Sore"
__ADS_1
"Oke Bang, "
Zain dan Ilham akhirnya menggunakan motor Subki yang sudah di pinjamin untuk mereka gunakan.
"Ayo Ham"
"Oke Bang"
Zain yang mengendarai motor dan Ilham yang di boncengin.
Setelah sampai di ketek penyebrangan, Ilham yang menurunkan motornya. Karena Zain belum pernah melakukan nya jadi biar Ilham saja.
Setelah sampai di desa seberang, Zain dan Ilham langsung menuju tempat Bakso Langganan
Setelah menempuh waktu 15 menit akhirnya mereka sampai di tempat tujuan
"Permisi Pak, Boleh saya pesan Bakso nya dalam jumlah besar?" Tanya Zain pada sang pemilik warung bakso tersebut
"Boleh, namun tidak untuk hari ini. Karena bahannya belum di siapkan Tuan"
"Iya tidak apa-apa pak, Saya pesan nya untuk besok bisa?" Tanya Zain
"Jika besok belum bisa, Namun 2 hari lagi bisa"
"Baiklah pak, Dua hari lagi. Akan di jemput bagaimana?"
"Baiklah Tuan, mau pesan untuk berpa porsi?"
"Saya pesan Baksonya 150 porsi dan Mie ayamnya 50 porsi bisa pak?"
"Bisa Tuan, untuk pembayaran nya sekarang atau bagaimana Tuan?"
"Sekarang saja pak, Saya transfer"
"Baiklah Tuan, total nya 2.750.000 Tuan"
"Baiklah pak, Ini Saya transfer sekarang" Ucap Zain
"Tuan ini kelebihan banyak karena jumlah uang yang Zain transfer 5.000.000" Ucap sang pemilik warung bakso
"Tidak apa-apa pak, rezeki bapak. mungkin sisa nya bisa bayar makan yang mampir makan hari ini"
"Terimakasih Tuan"
"Sama sama, Ya sudah pak, Kami pamit pulang dulu"
"Tunggu Tuan, Saya bungkus kan dulu untuk orang rumah tuan"
__ADS_1
"Baiklah pak"
Akhirnya Zain dan Ilham pulang dengan membawa 10 bungkus mie ayam dan bakso.