Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Mafia minyak goreng


__ADS_3

Sarah dan Dimas sudah berada di mension beberapa saat yang lalu.


Sesampai di Mension Dimas dan Sarah langsung menuju kamar mereka untuk membersihkan diri karena sudah Sore.


Sedangkan Zean saat ini tengah duduk di taman belakang bersama Brian.


"Kak Brian, Apa Zean bisa ikut berlatih di markas yang di sini?" Tanya Zean


Brian yang awalnya fokus tatapan nya pada beberapa bunga yang sedang mekar cantiknya yang ada di taman langsung melihat ke arah Zean


"Untuk itu lebih baik nanti di tanyakan pada kak Riki ya, soalnya kakak juga tidak bisa memperbolehkan apalagi kamu besok akan sibuk sekolah nantinya"


"Iya sudah deh, nanti Zean tanya ke kak Riki"


"Iya, ya sudah kakak mau kembali ke kamar mau mandi kamu jika masih ingin duduk di sini silahkan tapi jangan terlalu lama sebentar lagi maqrib"


"Baik kak"


Brian berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan tempat duduk di taman dan juga Zean yang masih berada di sana.


Riki keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan Zean.


Ketika melihat Brian yang mau naik ke lantai dua Riki langsung bertanya.


"Brian, Zean di mana?"


"Oh itu di taman belakang kak lagi duduk di sana"


"Oh gitu kirain ke mana, ya sudah kakak mau lihat dia dulu"


"Iya kak"


Sedangkan di kamar Dimas dan Sarah


Setelah selesai bersih-bersih, Sarah duduk di balkon kamar mereka.


Karena tadi Sarah keramas, rambut Sarah masih sedikit basah.


Dimas melihat rambut Sarah masih sedikit basah langsung menghampiri nya dan membawa pengering rambut.


Sarah sudah biasa duduk di balkon kamar mereka tanpa menggunakan jilbab karena balkon tersebut kacanya tidak tembus pandang dari luar biasanya di buka ketika duduk di pagi hari.


"Sayang rambut mu masih sedikit basah " Ucap Dimas sambil mengelus puncak kepala Sarah


"Biarin aja Chagi ntat kering sendiri "

__ADS_1


"Jangan gitu dong Sayang, sini biar Suami mu ini membantu untuk mengeringkan nya " Ucap Dimas


"Terimakasih banyak Chagi "


"Sama-sama sayang " Jawab Dimas langsung memulai mengeringkan rambut Sarah dengan telaten.


"Oh ya Chagi, bang Riki kan sudah pulang kok tadi pas kita pulang ngak kelihatan?" Tanya Sarah


"Mungkin tadi lagi di kamar nya istirahat"


"Owalah "


"Kenapa kamu nanyain Riki Sayang?" ucap Dimas sedikit jealous


Sarah sudah faham jika Dimas mengeluarkan nada suara seperti itu pasti sedang jealous


"Tidak ada apa-apa, ya kan tumben gitu bang Riki nggak duduk di ruang tamu dan juga Sarah penasaran dengan adik yang di bawanya "


"Beneran hanya itu?"


"Iya dong sayang nya Sarah, bang Riki kan adiknya Chagi ya berarti juga adik ipar nya Sarah jika dari Silsilahnya "


"Iya deh, Chagi percaya dan Chagi mohon ketika kita berduaan gini jangan pernah ngomongin laki-laki lain ya " Ucap Dimas


"Baiklah cintaku " Ucap Sarah gemes


Sedangkan di lokasi KKN


Cahaya juga baru saja selesai mandi dan sekarang Tengah duduk bersama anak-anak dan Zain di ruang tamu


"Chagi, kan hari ini terakhir untuk program KKN nya kami, dan Minggu depan akan di adakan beberapa lomba untuk anak-anak dan warganya nah, untuk dua hari kedepannya tidak ada kegiatan kita pulang ke Mension aja gimana?" tanya Cahaya


"Alhamdulillah jika sudah ngK ada kegiatan, hubby juga ada beberapa hal yang harus di bahas dengan mereka di mension ya sudah Kita pulang ke mension setelah maqrib "Jawab Zain


"Ya sudah sekali gus lihat Zean " Ucap Cahaya


"Iya sayang "


Zain memang sudah menjelaskan prihal Riki membawa seorang anak kecil dari misi nya kali ini.


Pulang ke mension


Seperti dibicarakan Sore tadi, Zain dan Cahaya akan pulang ke mension selama dua hari setelah Magrib.


Karena itu Tina dan Tiwi tidak menyiapkan makan malam mereka, karena Cahaya ingin makan di luar sebelum pulang ke mension.

__ADS_1


"Sayang udah siap semuanya?" Tanya Zain pada Cahaya sambil menggendong Zahid


Sedangkan Syafira di dalam gendongan Cahaya dan Zahid dalam gendongan Tina.


"Sudah by, oh ya karena kita belum makan malam jadi nanti kita mampir dulu Di SS (rumah makan serba sambal).ya'"


"Baik lah Sayang, yuk masuk mobil " ucap Zain


"Iya By " Cahaya langsung masuk ke dalam mobil dan di ikuti Tina karena sedang menggendong Zahid karena itu dia satu mobil dengan Zain dan Cahaya karena takutnya ketika di jalan Zahid rewel walaupun itu jarang terjadi.


Setelah Cahaya masuk dan para Mafioso juga sudah berada di mobil mereka mobil Zain langsung bergerak meninggalkan rumah tersebut.


Ada tiga mobil, mobil pertama Mafioso yang di ketuai Jack dan mobil kedua Zain dan lainnya berada sedangkan mobil ketiga juga Mafioso yang mengawal dari belakang.


Setelah perjalanan 30 menit, mereka akhirnya sampai di depan sebuah rumah makan serba sambal.


Para Mafioso langsung bergegas membuka pintu mobil untuk Zain dan Cahaya.


Tentu saja kedatangan tiga mobil dengan kawalan banyak pria berseragam hitam tersebut membuat pengunjung rumah makan yang tadinya sedang asik menikmati makanan langsung berdiri melihat siapa yang datang berkunjung di rumah makan tersebut.


"Eh eh itu siapa yang datang artis ya" Ucap para pengunjung rumah makan


"Seperti nya bukan artis deh, kalau artis ngk seramai ini kawalan nya dan juga lihat itu para ajudannya lebih kyk mafia di film-film barat tu" Ucap Seorang anak remaja yang sedang memerhatikan rombongan Zain


Mendengar ucapan dari remaja tersebut para pengunjung lainnya langsung menatap bingung.


" Eh lo kebanyakan nonton film jadi gini nih, mana ada mafia di Indonesia, mungkin di luar ada "Ucap seorang ibu-ibu


"Iya yang ada nya di Indonesia ni mafia minyak goreng 😂😂😂😂" Tambah Ibu-ibu lainnya


Remaja tadi tidak menanggapi lagi.


Zain dan Cahaya turun dari mobil.


"Sayang kembar Tarok di troler mereka aja biar tidurnya lebih nyaman " Ucap Zain melihat ketiga buah hati mereka sudah terlelap dalam gendongan.


"Iya by " Jawab Cahaya


Mendengar pembicaraan sang Bos, Jack langsung mendorong troler kembar kedepan sag bos.


Setelah itu kembar langsung di letakkan di dalam troler mereka, Tina yang mendorong nya masuk ke dalam rumah makan.


"Selamat datang tuan dan Nyonya "Sapa seorang wanita yang bekerja sebagai pramuniaga rumah makan tersebut.


"Iya " Jawab Cahaya ramah sedangkan Zain tidak menanggapi suara dari pramuniaga tersebut.

__ADS_1


Zain dan Cahaya duduk di kursi paling pojok yang cukupl luas sedikit privasi karena ada sekat nya dengan pengunjung lainnya.


__ADS_2