
Keesokan harinya
Dimas pagi-pagi sudah rapi dengan beberapa file yang berada di tangan dan juga sudah berdiri di depan pintu mension bersama Sarah
“Chagi, itu apa?” tanya Sarah melihat sebuah map yang berada di tangan Dimas.
“Oh ini file dan bukti-bukti orang yang menyebarkan hoak tentang kamu sayang serta bukti-bukti pernikahan kita” Jelas Dimas
“Siapa orangnya Chagi?”
“Kamu kenal dengan putri dari keluarga Brahtama?”
“Ngak tau Chagi, memang siapa namanya?”
“Siera, kamu kenal sayang?”
“kenal tapi tidak dekat, tapi kenapa dia begitu jahat dengan Sarah ya” Ucap Sarah bingung
“Mungkin dia iri dengan kamu sayang, ya sudah Chagi berangkat ya”
“Iya Chagi, hati-hati”
“Iya Sayayng, kamu jika ingin sesuatu telpon Chagi aja ya”
“Oke”
“Assalamu’alaikum sayang”
“Wa’alaikumusslam warahmatullahi wa barakatuh”
Sarah masih berdiri di tempat ketika Dimas masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan mension.
Nisa yang dari dalam mension melihat menantu kecilnya yang berdiri di depan pintu mension langsung dihamprinya.
“ Sayang, Dimas usdah berangkat?” Nisa bertanya
‘Eh Umi, Iya Chagi barusan saja berangkatnya” jawab Sarah
“Ya sudah ayo masuk, kamu jangan terlalu banyak beraktifitas dengan hamil muda seperti ini” Ucap Nisa
“Iya Mi, ini mau masuk”
Nisa membawa Sarah untuk masuk kembali kedalam mension.
Sedangkan di taman belakang mension, seperti biasanya kembar tengah bermain bersama singa kesanyangan Zain di temani oleh Cahaya dan Zain.
__ADS_1
Zain memang tidak berangkat ke perusahaan hari ini hingga hari bahagia Riki dan Tira dilaksanakan, walaupun begitu Zain tidak akan lepas tangan 100% melainkan menyuruh Vani dan Jack untuk memantau nya.
“Sayang, kamu sudah tidak takut dengan mereka?” zain bertanya pada Cahaya
“Udah ngak sih Hubby, hanya saja jika melihat anak-anak main bersama dengan mereka seperti ini masih saja Cahaya tidak tenang dan pasti khawatir”
“Hal itu sudah seharusnya sayang, kamu adalah ibunya anak-anak dan begitupun dengan Hubby pasti tetap khawatir akan keselamatan mereka tapi Hubby yakin dengan kemampuan anak-anak kita pasti bisa menaklukkan mereka”
“Iya By, Oh ya by bagaimana dengan kasus Sarah?”
“Oh itu sudah ditemukan kok sayang siapa yang menyebarkan vidio tersebut, dan hari ini Dimas akan menyelesaikan permasalahannya dengan pihak sekolah serta orang yang menyebarkan vidio tersebut”
“Alhamdulillah, Cahaya hanya takut Sarah kepikiran banget tentang ini”
“Kepikiran itu pasti ada sayang, tapi kita harus yakin dengan Sarah dan Dimas bisa melewati ini, karena ini sudah mereka pilih sebelum menentukan akan menikah muda kan bagi Sarah”
“Iya By”
Riki hari ini tidak pergi kemana-mana, karena Nisa sudah memerintahkan untuk calon pengantin tidak bisa meninggalkan mension, karena itu Riki saat ini tengan memainkan handpone nya di atas kasur sambil berbaring.
“Bagaimana kabar calon istri ya” Ucap Riki sambil meliaht-melihat foto Tiara yang sempat dia ambil diam-diam
“Apa Aku telpon dia, tapi kan besok kan akan ketemu” Ucap Riki lagi sambil guling-guling di atas kasur
Sedangkan di ruang tamu, Sarah baru saja duduk bersama Nisa dan disana juga ada Zainab bersama mereka
“Alhamdulillah Bu, agak mendingan setelah minum vitamin yang diberi dokter Risa” Sarah menjawab apa adanya
“Alhamdulillah” ucap Zainab lagi
“Oh ya kembar mana Bu, Umi?” Sarah bingung karena tidak melihat keberadaan ketiga keponakan nya itu yang biasanya sudah ada bersama mereka pagi-pagi
“Oh itu mereka lagi main dengan singa peliharaan Zain, Ibu jadi bingung dengan mereka kok bisa memelihara hewan buas itu” Ucap Zainab dengan wajah bingung dan sedikit pasrah
Nisa tersenyum mendengar keluhan dari besannya itu.
“Sebenarnya bukan hanya ibu yang seperti ini, pasti merasa bingung dan khawatir. Dulu waktu Zain berumur 7 tahun dan tiba-tiba membawa ular dari luar dengan tangan kecilnya juga membuatku langsung kaget, tapi dengan berjalannya waktu sudah terbiasa dengan keberaniannya hingga kini menurun pada ketiga anaknya” Nisa menjelaskan sambil membayangkan ketika Zain masih kecil dulu.
“Ya sudah Bu, Umi. Sarah mau lihat kembar dulu di taman” ucap Sarah
“Ya sudah kamu jangan terlalu dekat dengan singanya” Ucap Zainab
“Iya bu”jawab Sarah
Sarah akhirnya meninggalkan Nisa dan Zainab di ruang tamu menuju taman belakang.
__ADS_1
Sedangkan di sekolah Sarah.
Kedatangan Dimas, tentunya membuat para Siswa dan Siswi bergosib karena mereka tau yang biasanya antar jemput Sarah sekolah adalah Dims, walaupun mereka tau identitas dari Dimas yang merupakan seorang pembisnis sukses tapi mereka tidak tau bahwa Sarah adalah istrinya Dimas.
Setelah mengetahui forum sekolah ramai dengan vidio Sarah dan dirinya do toilet sekolah membuat Vivi merasa tidak enak hati dan takutnya Sarah berpikiran jika dirinya yang menyebarkan vidio tersbut. Ketika melihat Dimas datang, Vivi langsung mendekatinya dan bertanya.
“Tuan, Bagaimana kabar Sarah?” Vivi langsung menanyakan sahabatnya.
“Alhamdulillah baik-baik saja sekarang dan Sarah rehat di mension” Jawab Dimas
“Alhamdulillah, Tapi Tuan siapa yang menyebarkan vidio itu?”
“Sudah Saya ketahui, kamu jika ingin bertemu dengan Sarah bisa datang ke mension” Ucap Dimas
“Terimakasih Tuan”
“Hmmmm, Ya sudah Saya mau ke ruang kepala sekolah dulu”
“Baik Tuan”
Dimas langsung bergegas menuju ruang kepala sekolah.
Setelah kepergian Dimas, para siswi melihat ke arah vivi dengan tatapan jijik.
“Lihat tu, Sahabatnya perempuan murahan itu” Ucap mereka sambil melihat ke arah Vivi
“Lihat aja kalian, kalian akan mendapatkan balasan dengan apa yang kalian fitnah kan pada Sarah dan ingat setelah ini jangan berharap minta maaf pada Sarah nantinya” Vivi menjawab sindiran mereka sebelum meninggalkan mereka yang mengejek nya.
Di depan ruangan sekolah, Dimas tanpa aba-aba langsung masuk, dan membuat kepala sekolah yang sedang duduk langsung berdiri karena terkejut.
“Tuan Dimas” Ucap kepala sekolah dengan gugup
“Apa bapak tau kesalahan pihak sekolah?” Ucap Dimas langsung tanpa basa-basi lagi.
“Maafkan keteledoran kami tuan, tapi kami sudah berusaha untuk mencari asal dari vidio tersebut tapi tidak kami dapatkan dari para siwa-siswi” Jawab kepala sekolah dengan gugup
Dimas duduk dikursi tapa menunggu kepala sekolah mempersilahkan nya karena Dimas tidak ada kata kompromi jika menyangkut orang yang ia cintai.
“Hmmm, Sekolah elite berbasis internasional dan juga sudah banyak mendapatkan donatur dari Zain Group dan juga Anam Group tapi masalah sepele ini kalian tidak bisa” Ucap Dimas meremehkan
“Mohon maaf sangat Tuan, Kami sudah berusaha untuk mencari kebenarannya”
“Baiklah, ini untuk terakhir kalinya terjadi, jika sampai istriku menangis lagi karena keteledoran kalian, jangan berharap sekolah ini masih bisa berjalan” Ucap Dimas
“Baik tuan, kami janji ini terakhir kalinya”
__ADS_1
“Hmm, dan ini data siswi yang mencoreng nama baik istriku, jika pihak sekolah tidak bisa menanganinya biar Aku sendiri yang menghancurkannya” Ucap Dimas sambil menyerahkan map pada kepala sekolah
Kepala sekolah langsung melihatnya dan betapa terkejutnya karena mengetahui siapa yang sudah menfitnah istri Dimas tersebut.