
Mobil Ilham dan lainnya
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mobil yang di kendarai Jack memasuki gerbang hotel yang sangat megah dan tidak lupa dengan banyaknya mafioso yang siap siaga menjaga di berbagai sudut lokasi hotel tersebut.
Tika dan lainnya langsung turun dari mobil ketika mobil sudah berhenti sempurna didepan pintu hotel.
Anam dan Hasan serta Abraham dan Ane ternyata sudah berdiri menunggu kedatangan mereka.
Tika berajalan menuju Anam dan lainnya.
“Assalamu’alaikum Bi” Tika menyapa Anam dan tidak lupa mencium tangan Anam
“Wa’alaikum salam sayang, bagaimana perjalanannya”
“Alhamdulillah aman Bi, oh ya Bi, Umi dan kak Zain dan lainnya mana?”
“Umi di kamar kembar dengan Cahaya dan untuk Zain mungkin juga di sana, lebih baik kamu istirahat dulu pasti lelah”
“Baiklah Bi,” Tika langsung menuju kamar yang sudah disapkan untuknya dan tidak lupa tika juga pastinya menyalami Ane dan Abraham
Setelah memastikan Tika kembali aman, Anam langsung kembali masuk ke dalam gedung hotel.
Berbeda dengan sepasang suami istri yang tengah menonton Tv bukannya istirahat.
Iya, itu pasangan Dimas dan Tiara
“Sayang, kamu tidak mau tidur siang dulu?” Dimas bertanya pada sang istri yang tengah fokus dengan tayangan yang berada di depannya
“Ngak ngantuk Chagi, Chagi jika ngantuk sini Tidur di sini” Jawab Sarah sambil menpuk dua paha nya supaya Dimas bisa membaringkan kepalanya di sana
“Ntar jika Sayang sudah capek langsung bilang ya sayang, Chagi tidak ingin membuatmu lelah apalagi ada dedek baby di dalam dirimu sayang”
“Baik Chagi”
Dimas langsung membaringkan kepalanya di pangkuan Sarah, sedangkan Sarah masih fokus dengan tontonannya.
Walupun fokus dengan tontonannya, Sarah tidak lupa untuk mengelus puncak kepala Dimas dan membuat dimas yang awalnya tidak mengantuk membuatnya sektika mengantuk.
Beberapa saat kemudian Dimas benar-benar terlelap di pangkuan Sarah.
Sarah yang melihat sang suami sudah terlelap, hanya terseyum, dan tetap mengelus puncak kepala Dimas dengan sayang.
Tanpa mereka ketahui jika pihak keluarga kerajaan yang mana mereka adalah mantan tunangan Tiara sudah berada di indonesia dengan penyamaran.
Di bandara internasional yogyakarta
__ADS_1
Lima orang lai-laki yang berjalan dengan gagah serta banyaknya pengawal yang menjaga mereka, namun tidak menjadi pusat perhatian dikarekan mereka tidak menggunakan seragam pengawal seperti biasanya pengawal, namun tetap saja ada beberapa orang yang memerhatikan mereka.
“Putra Makota, apa kita langsung menuju hotelnya atau ke villa terlebih dulu?” Sang asisten Putra Mahkota
“Ke Villa terlebih dulu, nanti malam kitabaru ke hotelnya” Sang putra mahkota menjawab dengan senyum smrick
“Baik”
Mereka menuju Villa yang memang sudah mereka beli beberapa waktu yang lalu, setelah mereka berangkat ke indonesia .
Kembali ke hotel
Nisa bersama Zainab sudah berada tepat di depan pintu kamar Tika berada.
“Assalamu’alaikum nak, umi dan ibu masuk ya?” Ucpa Nisa
“Wa’alaikum salam masuk aja mi, tidak di kunci kok” Tika menjawab dari dalam kamar.
Nisa dan zainab langsung membuka pintu kamar tika dan merak langsung masuk saja, setalh itu pintu kamar langsung di tutup kembali oleh mafioso yang berjaga di depan pintu kamar.
“Sayang, apa sudah makan?” nisa bertanya pada putri bungsunya itu
“Alhamdulillah sudah mi tadi sambil nunggu ilham jemput Tika makan dulu di kafe dekat bandara”
“Bagus lah jika seperti itu, umi dan ibu langsung kelaur aja, kamu istirahat aja”
Nisa dan Zainab memang tidak lama berada di dalam kamar tika hanya memastika tika saja.
Tak terasa sudah sore hari, di kamar pengantin. Riki dan Tiara sudah mau bersiap-siap karena setalah shalat maqrib acara mereka aakn di mulai.
Cahaya sudah memandikan kemabr dan kini mereka juga sudah wangi dan sedang berada berasama pengasuh mereka serta di dampingi oleh kedua oma dan nenek nya.
“Sayang-saynag nya Bunda bersama Auni-Aunti dulu ya, Bunda mau lihat Aunti Tiara dulu” Ucap Cahaya pada ketiga anaknya
“Nyonya tenang saja, Kembar biar bersama kmai dulu” Ucap Tiwi serta Tina bersamaan
“Baiklah Cahaya serahkan anak-anak pada kalian tapo ingat jangan pernah lengah” Ucap Cahaya serius
“Siapp Nyonya”
Setelah merasa anak-anak aman, Cahaya baru bsia meninggalkan mereka dengan tenang, Sedangkan di tempat Sarah dan Dimas, Dimas yag sedang bingung karena tiba-tiba sag istri tidak mau berdekatan dengannya
“Chagi, kenapa bauk banget sih... perasaan tadi chagi ngak bauk deh sebelum tidur” Ucap Sarah kesal karena yang dirasakannya memang aneh, karenatadi mereka sangat mesra apalagi ketika Sarah nonton dan Dimas berbaring di pangkuan Sarah
“Memangnya Chagi bauk banget ya Sayang, Chagi mandi dulu ya: ucap Dimas
__ADS_1
“Buruan Chagi, Chagi benaran bauk banget” Ucap Sarah sambil menutup hidungnya
Mendengar ucapa sang istri, Dimas langsung berlari ke kamar mandi
Setelah beberapa saat kemudia, Dimas keluar dari kamar mandi.
“Bagaimana sayang Chagi udah wangi kan?” Dimas bertanya dengan wajah polos pada sang istri
Sarah langsung mengendus-endus Dimas untuk memastika apakah Dimas sudah tidak bauk lagi atau masih.
“Ih, Chagi mandi atau ngak sih kos masih bauk” Ucap sarah
“Sayang, kan lihat sendiri Chagi keluar dari kmaar mandi, dan juga ini rambut masih basah” Dimas menerangkan pada sang istri
“Tapi masih bauk chagi, udah ah Sarah males berdebad sama Chagi,Sarah mau lihat calon pengantin aja”ucap Sarah langsung meninggalkan Dimas yangmasih bingung.
Beberapa saat kemudia Dimas baru sadar jika sang istri sudah tida lagi berada di dalam kamar mereka.
Dimas lagsung memabuka pintu kamar dan terlihatlah beberapa mafioso yang berdiri tegap.
“Kalian istri saya kemana?” Dimas bertanya pada mafioso
“Nyonya pergi ke arah kamar Nyonya Tiara Bos” jawab mereka
“Oh ya Apa saya bauk?” Tiba-tiba dimas berucap
“Anda Tidak Bauk Bos, kenapa bos?”
‘Apa benar begitu?”
“benar Bos”
“Tetapi Istri ku bilang Saya bauk” Ucpa Dimas
“mungkin karena hormon Nyonya lagi tidak stabil, karena biasanya ibu hamil memang seperti itu” salah satu mafioso memberanikan menjawab
“Dimas langsung mengerti dan meninggalkan para mafioso menyusul sang istri
Sesampai di depan kamar pengantin, Dimas tidak mendapati sang sitri di sana hanya ada Cahaya dan ibu serta Umi dan mamanya Tiara yang mendampingi sang istri.
“Sarah mana kak?” Cahaya bertanya pada Dimas ketika melihat Dimas hanya sendiri...
“Tadi katanya mau kes ini, jadi kakak kesini Cahaya, oh ya tadi Sarah bilang kakak Bauk, makanya dianya menghindari kakak” Dimas menjelaskan
Cahaya, serta Nisa dan lainnya hanya tersenyum mendengar penjelasan dari Dimas.
__ADS_1
“Coba kamu cari di Aula disana ada Zain dan Abi juga mungkin Sarah disana” Ucap Nisa
“Ya sudah Umi, Ibu, Cahaya . Dimas mau langsung cari kesana aja” Ucap Dimas sebelum meninggalkan kamar pengantin itu.