Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Akhirnya


__ADS_3

Markas


Riki benar benar mendatangi Markas. Sesampai di Markas Riki langsung ke ruang IT untuk melacak gadis kelinci nya. Namun sebelum itu Riki ke laboratorium terlebih dulu untuk memeriksa beberapa proyek besar yang sedang di lakukan di sana.


Sedangkan di perusahaan Zain Group


Cahaya tertidur pulas setelah melaksanakan ibadah Suami istri, sedangkan Zain saat ini baru saja keluar dari kamar mandi dengan bathrobe menutupi tubuhnya.


Zain tersenyum melihat ke arah kasur yang cukup berantakan karena ulahnya dan Cahaya, serta Cahaya yang sedang tertidur pulas di kasur. Zain mendekati Cahaya dan mengelus puncak kepala Cahaya.


"Sayang bangun yuk, mandi wajib dulu" Ucap Zain dengan lembut


"Hmm by, Cahaya lelah gendong" Jawab Cahaya dengan suara khas bangun tidur


Zain tersenyum langsung mengangkat Cahaya dan di bawa ke kamar mandi.


"Mau mandi sendiri atau di mandiin?" Tanya Zain sambil tersenyum menggoda


"Sendiri aja, ntar yang ada Cahaya tambah lelah jika di mandiin hubby"


"Ya sudah, hubby keluar ya. oh ya mau makan apa biar sekalian Hubby pesankan atau mau makan di luar?"


"Makan di ruang hubby aja, Cahaya masih sedikit lelah"


"Ya sudah Hubby pesankan"


"Terimakasih by"


"Sama sama Sayang"


Zain keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah lemari baju nya untuk berganti pakaian. Setelah beberapa saat kemudian Zain sudah rapi kembali dengan stelan kerjanya.


Zain mengambil telpon kantor untuk memesan makanan dan di antar ke ruangan nya.


Saat Zain tengah duduk menunggu sang istri mandi, kembar tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan menangis.


Zain berdiri dari duduknya dan mendekati boks kembar.


"anak-anak nya Ayah sudah pada bangun hmm. Haus ya" Ucap Zain


seakan-akan mengerti apa yang di maksud oleh sang Ayah kembar tiga-tiganya langsung terdiam dan menatap ke arah sang Ayah.


Zain tersenyum dan membuka kulkas yg ada di samping boks kembar, yang mana di sana ada beberapa stok Asi eksklusif yang sudah Cahaya simpan untuk Persiapan kembar.


Zain dengan senang melayani anak-anak nya dengan memberikan dot susu tersebut pada ketiga buah hati nya dengan berbagai cara, karena kembar tiga jadi sedikit kesulitan jika hanya menggunakan dua tangan nya. Zain di bantu dengan alat khusus yang bisa menggantikan tangan nya memegang dot susu satu nya. Hingga beberapa saat kemudian akhirnya dot susu kembar habis tanpa sisa. Setelah merasa kenyang kembar sudah tenang. Zain tersenyum manis melihat ke arah kembar yang juga tersenyum pada nya.


Setelah beberapa saat kemudian Cahaya akhirnya keluar dari kamar mandi.


"Kembar bangun ya yah" Ucap Cahaya


"Iya Bun, "


"Nggak rewel kan Yah?"


"Nggak dong Bun, kami anak-anak yang pintar"

__ADS_1


"Alhamdulillah, ya sudah Yah Bunda ganti baju dulu setelah itu kita bawa kembar keluar dari kamar"


"Iya Sayang"


Setelah beberapa saat kemudian Zain, Cahaya dan kembar sudah tidak dalam kamar lagi kini sudah di tempat kerja Zain sambil memakan makanan yang tadi di pesankan oleh Zain untuk mereka.


Dimas dan Sarah


Setelah pulang dari sekolah, Dimas dan Sarah langsung pulang ke mension tanpa mampir ke manapun.


"Chagi kok Mension sepi amat, Ayuk dan kembar kemana ya?" Tanya Sarah ketika sampai dimension


"Oh itu , Cahaya dan kembar di perusahaan Sayang"


"Oh gitu"


"Iya sayang, oh ya Chagi Vivi pasti penasaran dengan kita. Apa Sarah boleh cerita pada nya tentang kita?"


"Terserah kamu Sayang, menurut yang Abang taj keluarga dari Vivi itu juga orang yang baik dan seperti nya Vivi juga baik "


"Iya sudah deh besok jika Vivi nanyain baru Sarah cerita "


"Terserah kamu saja Sayang, senyaman nya kamu aja "


"Iya Chagi "


Sarah dan Dimas sudah di kamar, Sarah langsung berganti pakaian dengan pakaian Santainya sedangkan Dimas pun juga begitu.


"Chagi sudah tidak kembali ke kantor?" Tanya Sarah setelah selesai berganti pakaian


"nggak Sayang, soalnya pekerjaan udah tidak ada yang harus di kerjakan dengan cepat juga "


"Mau banget dong sayang, kamu ingin kemana?"


"Biasanya anak-anak kota pacaran nya gimana Chagi, Sarah nggak faham"


"Hmmm, gimana jika kita pergi nonton habis itu makan malam?"


"Boleh tuh, seperti nya asik"


Dimas tersenyum senang akhirnya mereka bisa menghabiskan waktu berdua tanpa ada penghalang lagi di antara mereka.


"Oh ya Chagi, Sarah mau ke dapur dulu. mau lihat bibi nya masak apa"


"Ya sudah pergilah, Chagi di taman ya"


"Iya Chagi"


Sarah dan Dimas akhirnya berpencar, Sarah ke dapur sedangkan Dimas ke taman belakang mension.


Sedangkan di Markas


Riki di bantu oleh beberapa Mafioso yang bertugas berselancar di IT, membantu mencari informasi tentang gadis kelinci 🐰 nya Riki.


Hingga beberapa saat kemudian, Riki akhirnya bernafas panjang.

__ADS_1


Haahhhhhhh....


"Bagaimana Bos?" Tanya salah satu dari Mafioso pada Riki


"Alhamdulillah sudah ketemu, terimakasih banyak atas bantuan kalian semua"


"Sama sama Bos, jika kami boleh tau. Siapa dia?"


"Kalian tidak perlu tau, jika nantinya benar terjadi pasti akan tau dengan sendirinya"


"Baiklah Bos"


"Hmm"


Riki tersenyum melihat data-data yang baru saja ia temukan.


PROV :Data


Tiara lestari ellison, umur 21 tahun. Kewarganegaraan Inggris. Putri ketiga dari tiga saudara. Merupakan putri tersayang dari Larry Ellison dan Veri lestari ellison yang merupakan pengusaha sukses no 7 di dunia.


Tiara lestari ellison merupakan adik dari Bara Ellison dan David Ellison.


Setelah membaca data tersebut, Riki tersenyum dan menguatkan tekadnya untuk bisa mendapatkan gadis kelinci nya itu.


Setelah selesai membaca, Riki tidak lupa untuk menghapus jejak nya, supaya pihak dari keluarga Ellison tidak mengetahui siapa yang sudah melacak data keluarga mereka.


Riki berdiri dari duduknya dan memutuskan untuk kembali ke mension karena apa yang sudah di inginkan oleh nya, sudah terpenuhi sedikit. hanya mengetahui sedikit data yang perlu ia ketahui.


Sedangkan di Mension


Dimas dan Sarah tengah makan siang berdua saja. Karena Brian pun belum pulang dari sekolah.


Setelah selesai makan. Dimas dan Sarah kembali ke kamar mereka.


"Oh ya Chagi, Sarah mau tanya boleh?"


"Boleh Dong Sayang"


"Hmm, gimana ya... Sarah bingung mau tanya nya gimana"


"Tanya saja Sayang"


"Hmm, apa kita tidak pergi bulan madu seperti kebanyakan pengantin baru?" Tanya Sarah dengan wajah polosnya


"Sebenarnya Abang sudah mau menyiapkan semuanya Sayang, tetapi kan kamu harus sekolah"


"Apa Chagi tidak marah pada Sarah yang belum memberikan hak nya Chagi?"


"Kenapa harus marah Sayang, karena Abang tau jika belum saat nya. jadi jangan di pikirkan"


"Terimakasih Chagi"


"Sama sama Sayang"


"Tapi ketika Sarah libur sekolah nanti apa kita akan liburan (bulan madu)?"

__ADS_1


"Tentu Sayang, kamu ingin ke mana?"


"Gimana jika kita ke .......


__ADS_2