
Jambi
sesampai di rumah Ilham, Barak Sean dan Tio langsung bersih-bersih di kamar Ilham karena memang sudah Sore, setelah selesai bersih-bersih mereka keluar dari kamar Ilham bersama-sama dan duduk di ruang tamu bersama Hasan serta Zainab juga di sana.
"Apa kabar Ayah, Ibu" Ucap Ilham
"Alhamdulillah baik nak, oh ya apa kabar dengan kembar?" Tanya Hasan.
"Alhamdulillah baik yah, mereka sudah bisa manggil Bunda dan Ayah hanya saja tidak terlalu sering dan juga mereka sangat pintar yah, masa mereka jika bermain dengan singa peliharaan bang Zain nggak takut " Jelas Ilham
"Ya Allah tuh anak kenapa mereka berani mendekatkan kembar pada singa " Ucap Hasan sedikit terkejut
"Malahan kembar yah yang kadang meminta para pengasuh untuk membawanya ke kandang Singa apalagi bersama ayuk dan bang Zain "
"Sudahlah mereka memang keturunan orang luar biasa " Jelas Zainab
"Iya Bu, bang Zain luar biasa " Ucap Ilham.
"Ham, kalian pasti lapar ayo ajak teman-teman nya makan, Ibu ngK bisa bahasa Inggris mau bicara sama mereka " Ucap Zainab
"Iya Bu, memang sedikit lapar " Ucap Ilham.
Sedangkan Sean, Barak dan Tio hanya menjadi pendengar setia tanpa mereka tau arti pembahasan tersebut.
Ilham tersenyum melihat ketiga sahabatnya itu sedikit bengong dan akhirnya Ilham menjelaskan jika Ibu nya menyuruh mereka untuk makan.
Mendengar penjelasan dari Ilham, Sean dan lainnya langsung tersenyum sumringah karena memang mereka sudah merasa lapar.
Mereka menuju dapur
Sean Barak dan Tio langsung terkejut melihat banyaknya hidangan yang tersedia di atas meja makan itu.
"Ham banyak banget" Ucap Sean
"Memang seperti ini jika ada tamu ataupun keluarga yang pulang dari jauh" Jawab Ilham
"Oh gitu, "
"iya yuk makan yang kenyang " Ucap Ilham
"Let's go " Ucap mereka bertiga bersamaan.
Ilham dan ketiga sahabatnya langsung makan bersama. Sedangkan Zainab dan Hasan meninggalkan dapur.
Kembali ke Jogja
Riki yang sedang mencari duduk di kursi ruang tamu sedikit merasa kesepian.
__ADS_1
Tiba-tiba Brian keluar dari kamar nya menuju ruang tamu.
Sesampai di ruang tamu
"Brian, Dimas dan Sarah ke mana ya?" Tanya Riki
"Mmm, tadi setelah Dzuhur perginya nya kak mungkin mau malam mingguan" Jawab Brian
"Owalah, pantes kok mension sepi amat, mau ikut kakak ke lokasi KKN Cahaya ngak?"
"Apa boleh?"
"Iya boleh lah, yuk mumpung belum maqrib "
"Ya sudah yuk kak "
Riki dan Brian akhirnya memutuskan untuk ke lokasi KKN Cahaya, karena mereka merasa mension begitu sepi.
Sedangkan Dimas dan Sarah kini sedang duduk berdua di Malioboro sambil menunggu waktu Maqrib.
"Sayang, mau beli sesuatu gitu?" Tanya Dimas
"Ntar aja deh Chagi, Sarah hanya ingin menghabiskan waktu bersama Chagi" Ucap Sarah
"Rasanya seperti anak ABG kita Sayang, tetapi Chagi suka"
"Iya Sayang tapi Chagi kan ngK"
"Aduh duh suami tampan nya Sarah kok gitu, Chagi kan juga ikut ABG dung bersama Sarah"
"Iya Sayang, Chagi juga merasa begitu" Ucap Dimas tersenyum.
Dimas dengan posesif merangkul pinggang Sarah yang ramping dalam keadaaan duduk di kursi pinggir jalan Malioboro.
Para pengunjung Malioboro sangat ramai apalagi ini malam Minggu.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya tibalah waktunya shalat Maqrib, Dimas dan Sarah berjalan menuju masjid yang berada di Malioboro tersebut.
Karena laki-laki dan perempuan berbeda tempat nya, laki-laki di lantai atas dan perempuan di lantai bawah.
Sarah dan Dimas berjalan masuk ke dalam masjid.
Setelah beberapa saat kemudian Iqamah berkumandang, dan mereka semuanya yang berada di dalam masjid melaksanakan shalat Maqrib berjamaah.
Setelah beberapa saat kemudian selesai shalat Maqrib, Dimas dan Sarah langsung menuju alun-alun yang tidak jauh dari Malioboro.
Walaupun mereka hanya pergi untuk menghabiskan waktu bersama tetap saja mereka di pantau oleh banyak Mafioso yang berada di sekitar mereka yang berbaur pada pengunjung.
__ADS_1
Sesampai di alun-alun
Sarah dan Dimas berjalan menyusuri jalan alun-alun yang sangat banyak orang berjualan kuliner malam di sana.
"Chagi beli itu, itu dan itu" Tunjuk Sarah pada pedagang seafood bakar, Takoyaki dan es krim
"Baik Sayang," Ucap Dimas, setelah mengatakan itu Dimas melirik ke arah seorang Mafioso untuk membelikan makanan dan es krim yang di tunjuk oleh sang istri.
"Udah di pesan Sayang sama Mafioso, sekarang kita duduk aja dulu " Ucap Dimas
"Oke Chagi tapi kita duduk di tengah-tengah alun-alun ya "
"Tapi kan kotor sayang "
"Tapi Sarah maunya duduk di sana "
"Baiklah Sayang " setelah mengatakan itu Dimas langsung membuka handphone nya dan mengirim pesan pada salah satu Mafioso untuk menyiapkan tempat duduk mereka.
Setelah beberapa saat kemudian terlihatlah di tengah-tengah alun-alun tenda dan meja serta kursi di sana.
"Ayo sayang kita ke sana" Ucap Dimas menunjuk ke arah tenda di tengah-tengah alun-alun
"Chagi itu kok ada tenda?"
"Iya Sayang, supaya kamu tidak duduk langsung ke rumput"
"Ada ada saja kamu Chagi Chagi, apa kata orang ada tenda di tengah-tengah alun-alun, apa tidak di marahi petugas keamanan di sini,?"
"Tenang saja Sayang mereka tidak akan marah"
"Ya sudah terserah Chagi saja, yuk"
"Iya sayang"
Sarah dan Dimas berjalan menuju tenda dan di sana sudah ada semua pesanan Sarah tadi.
Sarah dan Dimas duduk di bawah tenda yang berada di tengah-tengah alun-alun lebih tepatnya di tengah-tengah antara pohon beringin yang biasanya di gunakan untuk para pengunjung melewati dua pohon beringin itu tetapi sekarang tidak bisa karena para Mafioso memasang tenda di sana.
Walaupun banyak para pengunjung yang penasaran siapa yang berani pasang tenda di tengah-tengah alun-alun tetapi mereka tidak berani bertanya.
Sedangkan Sarah tak ambil pusing dengan para pengunjung yang melihat ke arah nya, karena ini bagian yang harus Sarah biasakan kedepannya sebagai istri dari Dimas putra Anam ini.
"Chagi coba cumi bakar nya enak banget" Ucap Sarah sambil menyuapi cumi bakar yang di tusuk sate ke Dimas
Dimas senang hati membuka mulutnya untuk menyantap makanan yang istri suap untuk nya.
Begitulah yang terjadi antara Dimas dan Sarah di alun-alun, hingga pukul 23:00 Dimas dan Sarah memutuskan untuk pulang karena memang sudah larut malam.
__ADS_1