
Setelah melalui sekitar 1,5 jam akhirnya Dimas beserta yang mengikuti nya sampai di proyek yang akan di pantau.
"Bos, kita sudah sampai" Ucap Mafioso A
"Hmm"Jawab Dimas
Mereka turun dari mobil bersama, dan di sambut oleh para pekerja yang sedang menunggu kedatangan Dimas tentunya.
"Selamat datang Bos" Ucap (Bray)Sang pemimpin mengerjakan proyek itu
"Bagaimana dengan proses nya?" Tanya Dimas
"Alhamdulillah Bos, sudah 80 %, dan insyaallah bulan depan selesai"
"Bagus, Saya mau memantau perkembangan nya, bawa Saya kesana" Ucap Dimas
"Baik Bos mari"
Dimas mengikuti arah Bray membawanya ke sebuah proyek pembangunan pusat perbelanjaan yang cukup besar di depan nya.
Sesampai di dalam bangunan tersebut membuat Dimas mengangguk kan kepalanya karena merasa lega dengan proses nya yang memuaskan.
Ketika Dimas sedang melihat-lihat, hp nya berdering
Drttt drtttt
Dimas melihat hp nya dan tertera ❤️.. Dimas langsung tersenyum.
"Assalamualaikum Sayang" Ucap Dimas sambil tersenyum
"Wa'alaikumussalam Bang sudah sampai?"
"Baru saja Sayang, ini lagi di proyek"
"Oh ya sudah jika seperti itu,Sarah cuma memastikan Abang sudah sampai atau belum nya"
"Oh gitu, kirain kangen"
"Ih Abang ah, ya sudah Bang jangan lupa makan nanti pas makan siang"
"Iya sayang,"
"Ya sudah bang, Assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam"
Akhirnya Sarah mengakhiri telpon nya. Dimas kembali memasukkan handphone nya ke saku celana nya.
"Baiklah Bray, Saya akan ke proyek satunya lagi. ingat kalian harus berhati-hati dalam bekerja dan juga tetap waspada dengan sekitar karena musuh ada di mana-mana" Ucap Dimas panjang lebar
"Siap Bos" Ucap Bray.
Seluruh orang yang mengerjakan pembangunan pusat perbelanjaan tersebut merupakan Mafioso black Lion yang di tugaskan. Karena Zain tidak ingin ada penyusup di dalam pekerjaan mereka terutama ini di dalam proyek yang sudah di rencanakan oleh Zain setahun yang lalu untuk keluarga besar di Jambi.
Dimas di ikuti Bray di belakang nya keluar dari bangunan tersebut. Dimas berjalan menuju mobil nya dan masuk ke dalam nya.
__ADS_1
"A, kita ke proyek satunya" Ucap Dimas pada Mafioso yang bertugas sebagai supir nya.
"Baik Bos" Jawab A.
Akhirnya Dimas meninggalkan proyek pertama, dan beralih ke proyek kedua yang merupakan pembangunan pesantren untuk mahasiswa yang kurang mampu, yang khusus Zain dan yang lainnya bangun untuk mereka.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di proyek tersebut.
Wilayah nya sangat tertutup dan sangat bagus untuk para mahasiswa supaya bisa lebih fokus dalam belajar.
Dimas dan yang lainnya turun dari mobil nya.
"A, siapa penanggung jawab di sini?" Tanya Dimas
"Dwi Bos" Jawab A
"Oh, ya sudah bawa saya ke sana" Ucap Dimas
"Mari Bos"
Dimas di bawa ke salah satu bangunan tempat yang sedang di bangun, karena dari beberapa bangunan sudah berdiri dengan tegak tinggal dua bangunan yang belum selesai.
"Bos, maafkan kami tidak bisa menyambut Anda" Ucap Dwi yang terkejut kedatangan Dimas
"Tidak apa-apa, kira-kira kapan selesainya?" Tanya Dimas
"Dua Minggu insyaallah selesai Bos, hanya mengecat dan membersihkan beberapa tempat saja Bos"
"Bagus, Bahwa dengan konsumsi kalian apa lancar?"
"Bagus, oh ya jika ada kekurangan apapun nanti lapor dengan A" Ucap Dimas
"Baik Bos" Jawab Dwi
Dimas tersenyum, akhirnya Dimas tidak menganggu waktu pekerjaan mereka lagi, Dimas ke gedung yang sudah jadi untuk memantau nya
Dimas tersenyum senang ketika memantau perkembangan proyek pembangunan tersebut yang sangat memuaskan.
Pesantren yang di bangun oleh Zain tersebut terdapat 10 bangunan dengan setiap bangunan terdapat 3 lantai. 5 bangunan khusus kamar, 3 bangunan khusus kelas dan 1 dapur, 1, khusus parkir.
Pesantren tersebut sangatlah luas dengan pembangunan penuh dengan sistem keamanan yang ketat, luasnya sekitar 30 hektar termasuk tempat olahraga mahasiswa.
Setelah puas berkeliling, Dimas akhirnya duduk di r
bangunan khusus untuk keluarga Zain ketika berkunjung.
Tiba-tiba hp nya berdering dan ternyata Riki yang menelpon
"Assalamualaikum bro" Ucap Riki
"Wa'alaikumussalam, Kamu jam berapa berangkat ke Jogja?"
"Nanti setelah Dzuhur, kenapa?"
"Tidak apa-apa, oh ya bagaimana dengan proyek?"
__ADS_1
"Alhamdulillah semuanya sudah hampir selesai untuk pesantren nya tinggal cet aja, dan untuk pusat perbelanjaan tinggal 20% lagi lah"
"Oh gitu Oke lah, oh ya bagaimana kabar Ayah dan Ibu?"
"Alhamdulillah semuanya sehat"
"Alhamdulillah, kamu nelpon pasto ada yang penting. Apa?"
"Hmm, ya. Cuma di bicarakan nanti saja ketika kamu sudah di Jogja, dan juga Bos belum Aku kasih tau prihal ini tapi seperti yang kita tau Bos sangatlah jenius seperti nya sudah mengetahui hal ini. Jadi tunggu kamu sampai Jogja aja"
"Ya sudah deh,"
"Hmm, ya sudah Dim masih ada pekerjaan Aku, Assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam"
Telpon berakhir.
Setelah mendapatkan telpon dari Riki, Dimas langsung membuka laptopnya yang di bawanya tadi, dan langsung memantau sekitar nya dengan bantuan setelah negara yang di retas nya.
"Tidak ada apa-apa, tapi apa yang di maksud oleh Riki" Ucap Dimas
"Apa ada sesuatu Bos?" Tanya A
"Tidak apa-apa" Jawab Dimas
"Kirain Bos ada sesuatu," Gumam A pelan
Dimas sedikit mendengar gumaman A, langsung menatap tajam ke arah A.
Sedangkan A yang ditatap seperti itu oleh Dimas langsung diam.
Setelah beberapa saat kemudian Dimas memutuskan untuk langsung ke bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi karena Waktu sudah tepat pukul 12:00 siang, jadi Dimas memutuskan untuk shalat Dzuhur di pesawat saja nantinya termasuk makan siang dengan bekal pemberian Sarah tadi.
"A, siapkan Mobil karena Saya akan berangkat ke Jogja jam 13:00 siang" Ucap Dimas
"Baik Bos"
Dimas beserta beberapa Mafioso berangkat ke bandara.
Sekitar 25, menit perjalanan dari tempat pembangunan pesantren tadi ke bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi.
Sesampai di bandara ternyata Mafioso yang di tugaskan untuk membantu A,B dan C memantau sekitar keluarga Sarah sudah sampai juga.
"Kapan kalian sampai?" Tanya Dimas pada salah satu Mafioso
"Baru saja Bos, bos sudah mau berangkat ke Jogja?"
"Iya, ingat kalian harus benar-benar perhatikan sekitar terutama Sarah, karena yang di incarannya adalah Sarah, tapi walaupun begitu kalian harus selalu mengamankan keluarga besar" Jelas Dimas
"Baik Bos" Jawab mereka kompak
Jumlah mereka memang tidak banyak hanya 15 orang di tambah A,B dan C jadi 18 orang yang bertugas. Tapi dari Mafioso yang bertugas di proyek sekitar 200 orang itu sudah dari cukup untuk mengamankan keluarga besar di Jambi.
Setelah beberapa percakapan akhirnya Dimas memutuskan untuk langsung ke pesawat.
__ADS_1
Akhirnya Dimas sudah berada di dalam pesawat menuju Jogja.