
Di Perusahaan Zain Group
Setelah selesai mengerjakan pekerjaan nya, Zain langsung menggendong Cahaya yang tertidur pulas di sofa yang terdapat di depan meja kerja dan membaringkan di atas kasur di dalam kamar.
Sedangkan di ruang kerja Dimas dan Riki. Riki karena telah selesai mengerjakan pekerjaan nya. Ia berdiri dari duduknya dan mendekat ke arah tempat kerja Dimas
"Dim, Aku sudah selesai pekerjaan nya mau langsung ke markas dulu jika nanti Bos tanya bilang Aku ke Markas ya" Ucap Riki pada Dimas
"Oh gitu ya sudah ntar Aku bilang ke bos. Aku juga tinggal sedikit kok pekerjaan nya, nanggung"
"Oke ya sudah Aku duluan"
"Iya"
Riki meninggalkan Dimas dan keluar dari ruang kerja nya dan langsung menuju lift untuk turun ke besmen tempat mobil nya di parkir.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Riki sudah berada di dalam mobil nya dan menuju Markas, namun sebelum ke Markas Riki ingin ke sebuah minimarket dulu untuk membeli beberapa Snack yang biasa di makan para Mafioso di markas dan juga minuman.
Kembali ke Japan
Sesuai dengan apa yang Zain sampaikan bahwa keluarga Seira bukan hanya kalangan bisnis bisnis biasa, Namun juga bergerak di dunia hitam yaitu Yakuza Jepang
Takashi mendapat kabar bahwa perusahaan milik anak perempuan nya bangkrut dalam hitungan menit dan juga sudah berpindah tangan hal itu membuat Takashi marah.
"Bedebah, siapa yang berani menghancurkan perusahaan putri ku" Ucap Takashi setelah mendengar kabar dari Asisten nya
"Untuk permasalahan nya kami sudah menyelidiki nya dan menemukan bahwa siapa yang menyebabkan nya tidak di ketahui namun untuk pemilik baru dari perusahaan nona bukan dari negara ini melainkan orang Indonesia dan untuk siapa dia tidak bisa kami dapatkan informasi lebih lengkap lagi" Jelas Asisten nya.
"Sebenarnya siapa dia, dan kenapa bisa perusahaan seira langsung jatuh di tangan nya, dan sekarang Seira mana?"
"Nona sedang di Indonesia dan dalam perjalanan kembali ke Japan Tuan, dan dari kami dapatkan informasi nya nona mendatangi klien bisnis nya yang telah membatalkan Kontrak kerja sama dengan nona"
"Perusahaan apa?"
"Zain group Tuan"
"Apa Zain group, bukan nya itu perusahaan milik Zain Khairul Anam orang terkaya no 1 dalam bisnis" Ucap Takashi
"Benar Tuan, prihal karena apa pembatalan proyek kerjasama tersebut hanya menunggu nona kembali baru bisa memastikan nya "
"Baiklah untuk sementara kita tunggu kembali nya Seira, jika memang penyebab nya perusahaan Zain Group itu maka tidak ada ampun untuk nya. Ia dia kaya no 1 di dunia bisnis tapi dia tidak apa-apa nya di banding kan dengan Yakuza"
"Benar Tuan"
Sedangkan di pesawat
Seira dan Rena sedang dalam perjalanan pulang ke Japan
"Nona apa Tuan sudah mengetahui ini?" Tanya Rena
"Papa pasti sudah mengetahui nya dan mungkin papa sedang menunggu kita"
"Jadi apa rencana nona kedepannya?"
"Aku harus membalas dendam pada Zain terutama pada istrinya"
__ADS_1
"Apa nona yakin balas dendam dengan Tuan Zain, Apakah nona sudah tidak mencintai nya lagi?"
"Karena itu, selama ini Aku merayunya dengan cara benar tapi tidak di respon oleh nya. Maka hanya ada satu cara lagi yaitu memaksanya dengan kekuasaan papa ku di dunia hitam" Jelas Seira dengan tersenyum
Rena yang mendengar ucapan majikan nya itu hanya menganggukkan kepalanya menandakan setuju akan ucapan dari majikan nya itu.
Kembali ke Indonesia
Sesampai di minimarket, Riki langsung mengambil minuman dan di masukkan ke dalam keranjang belanja. Setelah selesai di tempat minuman kaleng dan sejenisnya langsung Riki berpindah ke tempat Chiki
Sesampai di barisan Chiki, Riki langsung memasukkan banyak Snack ke dalam keranjang belanja yang baru karena keranjang minuman nya sudah penuh.
Ketika Riki ingin mengambil Snack kentang, bersamaan itu seorang perempuan remaja juga mau mengambil Snack kentang yang Riki inginkan juga.
"Eh Om, ini punya nya Cia" Ucap perempuan remaja itu
" yang duluan siapa!" Ucap Riki
"I dih Om ngalah ngapa sama CIA kan kripik kentang nya Cia yang melihat nya duluan"
"Tetapi siapa yang memegang nya duluan"Jawab Riki lagi
"Pokoknya CIA tidak mau tau keripik nya punya Cia, jika Om nggak mau ngasih CIA teriak ni biar para pengunjung minimarket pada tau" Ancam perempuan remaja itu
Riki tak menghiraukan karena Riki rasa perempuan itu tidak berani melakukan nya.
"Tolong ada mesum" Ucap Perempuan itu dengan kencang.
Riki yang menyadari dan mendengar suara teriakan dari Cia langsung membungkam mulut perempuan itu dengan tangannya.
"Baiklah jika kamu diam kripik kentang nya milik mu. tetapi dengan satu syarat" Ucap Riki
"I dih Om Syarat apaan lagi" Ucap cia akhirnya nya dengan lancar karena tangan Riki sudah tidak lagi di mulut nya.
"Kamu harus kasih tau Saya nama mu" Ucap Riki
"Walah Om ternyata ingin kenalan dengan CIA, Baiklah perkenalkan nama nya Cia adalah ........
Cia langsung berlari menjauh dari Riki tanpa melanjutkan ucapannya dengan keripik kentang di tangannya.
Riki yang melihat perempuan itu berlari menjauh dari nya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Kita akan bertemu kembali kelinci ku" Ucap Riki pelan.
entah kenapa Riki langsung memberikan nama untuk perempuan remaja tadi dengan sebutan kelinci ku walaupun tadi Riki mendengar jika perempuan tadi menyebutkan dirinya Cia. karena Riki melihat kalung yang teruntai di leher nya bergambar kelinci.
Setelah kejadian itu, Rik langsung menyelesaikan belanja nya dan bergegas menuju Markas.
Sedangkan di perusahaan Zain Group
Zain sudah selesai dengan pekerjaan nya, begitupun dengan Dimas. Zain membangunkan Cahaya untuk pulang ke mension bersama.
"Sayang bangun yuk pulang" Ucap Zain sambil mengelus puncak kepala Cahaya
"Mmm by, Udah selesai kerjanya?"
__ADS_1
"Alhamdulillah sudah Sayang, Ayo pulang"
"Iya by, kembar udah bangun by?"
"Sudah Sayang, Ayo mereka sudah bangun dan menunggu Bunda mereka lagi"
"Iya by, Cahaya cuci muka dulu"
"Iya sayang"
Setelah beberapa saat kemudian Zain dan Cahaya sudah bersiap untuk pulang serta kembar yang anteng dalam troler mereka.
Brian juga sudah bergabung bersama Zain
dan membantu membawa perlengkapan kembar.
Sesampai di basement tempat mobil terparkir.
"Brian, kamu yang bawa mobilnya" Ucap Zain
"Baik king"
"Brian kamu kenapa masih manggilnya gitu, Aku bukan hanya ketua black Lion tapi juga kakak mu jadi panggil kak saja"
"Tapi king"
"Brian, kamu masih ingin bersama Black Lion Serta kami?" Tanya Zain
"Masih king"
"Maka dari itu ubah panggilan mu terkecuali jika sedang dalam misi"
"Baik kak"
"Bagus"
Setelah perdebatan itu Brian akhirnya mengubah panggilan nya pada Zain dan mereka pun pulang ke mension
Sedangkan Dimas masih menunggu Sarah cuci muka
Setelah beberapa saat kemudian Dimas dan Sarah pun juga sudah turun dari lantai atas dan berjalan bersama sambil gandeng menuju mobil.
Di mobil Dimas
"Chagi, Sarah s
lama banget ya tidur nya?"
"Lumayan Sayang, oh ya Sayang maaf ya di ruang kerjanya Abang masih belum ada kamar nya jadi kamu tidur nya di kursi"
"Tidak apa-apa Chagi, lumayan nyenyak juga tidur di kursi"
"Abang janji akan membuat kamar di Perusahaan untuk kita istirahat jika berada di kantor"
"Iya"
__ADS_1