
Di Markas Thailand
Riki keluar dari ruangan istirahat nya dan menemukan Brian dan anak kecil tersebut sudah berganti pakaian bersih.
"Brian kamu istirahatlah karena besok kita pagi-pagi akan kembali ke Indonesia" Ucap Riki
"Baik kak" Ucap Brian sambil berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan anak kecil bersama Riki.
Sedangkan para Mafioso lainnya di tempat mereka masing-masing yang menjadi tugas mereka.
Riki duduk di samping anak kecil tersebut.
"Sekarang nama kamu Zean, jadi kedepannya identitas kamu adalah Zean dan besok kita akan meninggalkan Tailand sekarang ayo tidur di kamar yang sudah di siapkan untuk mu" Ucap Riki
"Baik Tuan "
"Panggil kakak aja "
"Baik kak "
"Ya sudah pergilah karena besok subuh-subuh sudah harus kembali ke Indonesia "
"Iya kak "
Zean berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar tidur yang sudah disiapkan untuknya, begitu Zean masuk ke dalam kamar Riki pun kembali ke kamar nya untuk istirahat.
Namun sebelum tidur, Riki mengambil foto yang tadi di dapatnya di markas musuh.
Karena tidak ingin terlalu dipikirkan, Riki langsung beristirahat.
Sedangkan di kantor kepresidenan
Kantor kepresidenan yang biasa malam-malam seperti ini sangat sepi apalagi ini sudah hampir melewati tengah malam tapi sekarang sangat ramai.
Kim dan Mafioso lainnya yang berada di kantor kepresidenan mengantarkan para sandera.
"Terimakasih banyak sudah mau membantu kami untuk melepaskan para sandera" Ucap wakil presiden yang menyambut kedatangan Kim dan lainnya
"Sama-sama, ya sudah kami serahkan kepada pihak pemerintah untuk mengamankan para sandera kami harus kembali ke Markas" Ucap Kim
"Baik, selamat jalan tuan"
"Iya"
Kim beserta Mafioso lainnya meninggalkan kantor kepresidenan Thailand karena mereka harus kembali ke Markas untuk istirahat.
Tepat pukul 1:00 dini hari Kim dan Mafioso lainnya sampai di markas.
Sedangkan Markas di China sedang sibuk untuk mencari penghianat.
Pagi harinya
__ADS_1
Riki setelah shalat subuh ia tidak tidur lagi walaupun istirahat nya hanya 2 jam.
Riki keluar dari kamar nya dan melihat Brian dan Zean sudah menunggu nya.
"Pagi kak" Sapa Brian
"Hmm, sudah siap semuanya?"
"Sudah kak"
"Ya sudah yuk ke pesawat"
"Baik kak"
Riki berjalan keluar Markas menuju belakang Markas yang mana tempat pesawat terbang terparkir.
Sesampai di belakang Markas, para Mafioso ternyata sudah berbaris rapi untuk mengantar kepulangan sang Bos.
"Kim, kalian awasi pergerakan mereka, walaupun kita sudah menghabiskan Markas mereka tetapi tidak memastikan bahwa new tidak mendirikan Markas baru" Ucap Riki sebelum naik ke pesawat
"Baik bos" Ucap Kim
"Bagus, Zean naik" ucap Riki menyuruh Zean untuk naik pesawat.
Setelah itu Riki berjalan di belakang Zean masuk ke dalam pesawat diikuti Brian dan Mafioso yang memang mengikuti Riki dari Indonesia
Setelah beberapa saat kemudian Riki dan lainnya sudah duduk, pesawat bergerak terbang meninggalkan markas Tailand.
Di perjalanan pulang ke Indonesia
Riki fokus pada laptop di depannya untuk melihat perkembangan yang terjadi di Markas China.
"Kak, apa tidak apa-apa Zean ikut kakak?" Tanya Zean pada Riki sedikit takut-takut
Riki melirik ke arah Zean setelah mendengar ucapan dari Zean.
"Jika kamu tidak berniat untuk berhianat pasti kamu akan di terima dengan baik, dan juga kamu akan memiliki identitas" jawab Riki
"Zean janji kak akan menjadi laki-laki yang bertanggung jawab serta tidak akan menghiati kakak, jika Zean berhianat nyawa Zean akan Zean akhiri sendiri " Ucap Zean tegas.
"Bagus,kakak pegang janjinya, dan sesampai kita di Indonesia kamu akan bertemu dengan king nya black Lion, kamu pasti tau apa yang akan dilakukan kan?"
"Tau kak"
"Bagus "
Riki tidak melanjutkan perkataannya. Sedangkan Zean juga tidak berkata-kata lagi.
Karena mereka tidak sarapan di markas, Brian memesankan beberapa hidangan untuk mereka.
Tepat pukul 10:00 pagi pesawat terbang Landing di Markas black Lion di Indonesia.
__ADS_1
Ketika pesawat berhenti dengan sempurna, dan pramugari sudah membuka pintu pesawat, Riki berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari pesawat di ikuti oleh Brian Zean dan Mafioso lainnya.
Sedangkan di Sekolah
Sarah berusaha untuk menghindari Bastian yang tidak menyerah untuk mendekati nya, Vivi yang tau itu juga membantu Sarah untuk memberi tau Bastian untuk tidak menganggu Sarah .
Karena banyak dari siswi lainnya yang menyukai Bastian kenapa masih mengejar Sarah yang sudah memiliki tunangan. Itulah yang Vivi sampaikan pada Bastian.
Dimas yang di perusahaan bersama Zain sedang mencari informasi penghianat yang Kabur.
"Bos, sepertinya dia bersembunyi di lokasi yang tidak terdeteksi oleh peta dunia maupun satelit bos " Ucap Dimas
"Seperti nya begitu, bagaimana dengan misi Riki?"
"Sandera semuanya selamat tetapi mereka berhasil kabur, dan Kim menyampaikan informasi bahwa mereka seperti nya sengaja menunggu kedatangan Riki dan lainnya ke markas mereka, karena merasa sangat muda untuk menghabiskan Markas mereka tanpa ada rintangan yang sulit " Jelas Dimas
"Apa tidak ada lagi informasi lain?"
"Ada Bos, Riki membawa pulang sebuah foto dan anak kecil yang mana ketika Riki cari tahu informasi tentang identitas dari sang anak kecil itu ternyata dia adalah putra mahkota kerajaan Brunei Darussalam"jelas Dimas
"Bukannya putra mahkota kerajaan Brunei ada di istana nya sekarang?"
"Untuk itu tidak tau cerita lengkapnya bos, karena informasi nya di tutup rapi tetapi Riki hanya tau jika dia di bawa ke Tailand oleh musuh kerajaan dari bayi karena kejadian sesuatu membuat penculik nya kehilangan dia dan menjadi anak jalanan di Tailand " Jelas Dimas
"semakin menarik, untuk foto itu ?"
"Riki tidak mengatakan apa-apa tetapi hanya mengatakan jika foto itu sepertinya kenal makanya dibawa pulang bersama anak kecil itu, oh ya Bos anak kecil itu Riki beri nama Zean mengambil nama dari Bos "
"ih gitu, biarlah namanya hampir sama dengan ku, untuk kedepannya kita harus mendidiknya dengan baik " Ucap Zain
"Baik Bos, oh ya Bos karena sudah mau libur tahunan apa rencana kita?"
"kan kita harus ke negara A setelah pernikahan Riki dan Tiara "
"oh ya ya lupa "
"hmm dasar "
"maklum lah bos "
"iya, ya sudah kembali ke ruangan mu "
"lah di usir "
"pergi ngK, Aku masih banyak kerjaan "
"ya sudah deh aku kembali ke ruangan ku aja karena memang masih ada beberapa kerjaan"
Dimas meninggalkan ruangan Zain, sedangkan di Markas Riki dan Brian bersama Zean sudah bersiap untuk pulang ke mension untuk beristirahat.
karena memang mereka kekurangan tidur.
__ADS_1