
Di Mension
Sesampai di Mension, Ilham dan lainnya langsung bergegas untuk bersiap ke bandara, karena sudah siang dan sebentar lagi akan Dzuhur dan Ilham berniat untuk shalat nya di pesawat saja.
Sebenarnya Ilham inginnya pulang ke Jambi dengan pesawat umum namun Zain tidak mengizinkannya.
Walaupun dengan pesawat pribadi milik Zain, Ilham tetap harus datang cepat ke bandara karena tidak enak hati jika para Mafioso menunggu nya terlalu lama.
Setelah beberapa saat kemudian mereka telah selesai bersiap, dan kini sudah berada di depan pintu mension
Semua oleh-oleh yang sudah di siapkan untuk keluarga Jambi sudah di masukkan ke beberapa koper dan sudah di masukkan ke dalam mobil.
Tiba-tiba jack sedikit berlari ke depan Ilham.
"Tuan muda, ini ada titipan dari Nyonya" Ucap Jack Sambil menyerahkan paper bag yang berisi cemilan yang sangat di sukai Aisyah.
"Terimakasih kak, " Jawab Ilham
"Sama-sama Tuan muda, mari" Ucap Jack mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam mobil.
Ilham dan lainnya langsung masuk ke dalam mobil.
setelah beberapa saat kemudian mereka kini sudah di perjalanan ke bandara.
Sedangkan di perusahaan
Zain yang telah kembali ke ruangan kerjanya setelah meeting, Namun Dimas dan Riki keluar beberapa setelah Zain Keluar.
Dimas saat hendak keluar dari meeting bersama Riki di kejutkan dengan keributan yang berada di lobi perusahaan.
__ADS_1
"Ada sih kok ribut amat" Ucap Dimas
"Coba kita lihat dulu"
"Mmm"
Dimas dan Riki berjalan menuju keributan berada. sesampai di sana ternyata ada Vani juga sudah berada di sana
"Ada apa ini Van?" Tanya Dimas
"Ini Tuan, nona leana memaksa untuk bertemu dengan Tuan " Jawab Vani
Dimas mendengar penuturan dari Vani langsung melihat ke arah perempuan yang sangat minim akan pakaian nya itu.
"Usir dia " Ucap Dimas tegas
Leana yang tadinya mengamuk mendengar Dimas datang langsung melihat ke arah Dimas.
"Cih, memang nya kamu siapa Aku " Ucap Dimas
"Tapikan Dimas, kita dulukan sahabat "
"Sahabat, kapan Aku memiliki sahabat perempuan, kapan Rik?" Ucap Dimas dan bertanya pada Riki.
"Iya dim, aku rasa kita tidak memiliki sahabat perempuan deh "
Mendengar Jawaban dari Riki membuat para karyawan terutama yang perempuan langsung menyoraki leana.
"Dasar pelacur, ngakunya sahabat Tuan Dimas...tapi nggak di akui. Mana mau Tuan Dimas dengan perempuan seperti itu sangat berbeda jauh dengan nona Sarah " Ucap seorang karyawan perempuan dengan lantang.
__ADS_1
"Apa maksud kamu seperti itu , dasar hanya karyawan saja belagu " Ucap leana.
"Mending Aku karyawan dari pada kamu lacur " Jawab karyawan itu lagi.
"Awas kamu Dimas dan kalian tunggu saja" Ucap Leana dan bergegas pergi dari perusahaan.
Dimas dan Riki sedikit tersenyum mendengar ucapan dari seorang karyawan tersebut.
Dimas melirik ke arah karyawan tersebut dan berkata.
"Siapa nama kamu?" Tanya Dimas
"Riri Tuan" Jawab perempuan tersebut
"Bonus kamu saya tambahi tiga kali lipat, dan Vani kamu urus bonusnya" Ucap Dimas
"Baik Tuan " Ucap Vani.
Riri yang mendengar ucapan dari Dimas langsung tercengang. rezeki nomplok
"Terimakasih banyak tuan" Ucap Riri
"Sama-sama, sudah sepantasnya kamu mendapatkan nya sebab keberanian kamu" Ucap Dimas
Para karyawan perusahaan yang melihat kejadian tersebut hanya bisa menghela nafas panjang karena tidak mendapatkan bonus seperti Riri barusan.
Itulah rezeki yang tidak di sangka sangka.
Setelah itu semuanya kembali ke pekerjaan masing-masing, Dimas dan Riki pun kembali ke ruangannya.
__ADS_1
Sedangkan Vani membawa Riri untuk mengambil bonus yang di janjikan Dimas tadi.