Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Penyerahan Proyek


__ADS_3

Di kediaman Subki.


"Bang, nanti malam apa bisa semua orang yang melamar pekerjaan berkumpul?" Tanya Zain pada Subki


"Insyaallah bisa, " Jawab Subki


"Jika tidak bisa kumpul Semua tidak apa-apa bang, yang penting ada yang datang ntar malam. Karena besok pagi kami sudah kembali ke Jogja, dan Dimas serta Sarah masih tinggal di sini beberapa hari lagi"


"Mmm baik lah, nanti biar Abang wa ke Rafa dan Zaki"


"Alhamdulillah jika seperti itu"


Anam hanya menyimak pembicaraan antara anak anak nya.


"Rik. Apa kamu tidak ingin bantu di Perusahaan Abi?" Tanya Anam memujuk putra ketiga nya itu


"Bukan nya tidak bisa Bi, Riki tidak bisa meninggalkan Bos,Dimas " Jawab Riki


"Apa tidak bisa di pikirkan dulu"


"Abi tenang saja, Anak-anak kami akan ada yang membantu Abi mengurus perusahaan Abi nantinya," Jelas Riki


"Anak-anak kalian, kembar saja masih belum Satu tahun. Dan Dimas baru menikah lah kamu calon aja belum punya. Abi tunggu sampai kapan?"


"Mmm, maaf Bi. Untuk saat ini Riki masih ingin bersama mereka. Abi tenang saja jika sudah waktunya kami pasti akan membuat Abi dan Umi hidup Tenang di masa tua kalian bersama cucu-cucu dengan damai" Ucap Riki


"Sudah lah, Abi tidak akan memaksa kalian lagi, Abi mau lihat kembar saja" Ucap Anam meninggalkan mereka menuju tempat kembar berada bersama Nisa dan yang lainnya.


Setelah kepergian Anam, Zain melirik ke arah kedua saudara nya satu persatu.


"Dim, Rik sebenarnya Aku sudah memikirkan untuk mengutus salah satu dari kalian untuk membantu Abi di negara A, tapi Aku juga tidak bisa memaksa kehendak kalian. Itu terserah kalian" Ucap Zain


"Bos, kami mengerti maksud nya Bos. Tapi untuk saat ini kami harus bersama dengan mu apalagi sekarang ada yang mengincar Sarah. Dan kembar juga masih kecil. Abi di negara A bisa kita bantu dari jauh dan para Mafioso Black Lion selalu ada di sekitar Abi dan Umi" Ujar Dimas

__ADS_1


"Baiklah jika itu sudah menjadi kesepakatan kalian berdua" Ucap Zain


Subki hanya diam mendengarkan pembicaraan kakak beradik di depan nya. Karena ia tidak tau permasalahan apa yang di bahas mereka.


Sedangkan di tempat para kaum wanita


"Sayang, besok pagi Umi dan yang lainnya sudah harus berangkat ke negara A dan tidak mampir ke Jogja lagi. jadi kamu jaga kesehatan selalu dan kembar tentunya. karena jika Bunda nya sehat perkembangan kembar juga akan ikut baik" Ucap Nisa


"Iya Umi, Kami juga besok juga akan kembali ke Jogja tapi tidak terlalu pagi, karena kasihan kembar jika terlalu pagi" Jawab Cahaya


Nisa melihat ke arah Anam yang baru saja bergabung dengan nya dengan rawut Wajah sedikit kurang enak di pandang


"Abi kenapa hm?" Tanya Nisa dengan lembut


"Tidak apa-apa Umi, Abi hanya ingin di antara mereka ada yang ikut kita ke negara A Sambil membantu Abi di perusahaan, tapi tidak ada yang bersedia"


"Oh itu, Abi kan tau dari kecil mereka hingga sekarang tidak pernah berpisah satu sama lainnya, tapi Abi harus tau bukan berarti mereka tidak ingin di ikut bersama kita kembali ke negara A tapi ini belum Waktunya dan sebenarnya mereka juga tidak meninggalkan kita begitu saja. Tapi mereka selalu menempatkan beberapa Mafioso untuk selalu di sekeliling kita demi keamanan kita. Jadi Abi jangan marah sama mereka ya" Jelas Nisa dengan tersenyum.


Anam memiliki hati yang begitu sayang terhadap putra-putra nya. walaupun ia mendidik anak-anak nya dengan ketat.


Nisa, Sarah dan Tika di sana hanya bisa tersenyum melihat keromantisan kedua paru baya di hadapan mereka itu.


Setelah beberapa percakapan tadi kini mereka sudah kembali ke rumah orang tua Cahaya


Zain dan Cahaya membawa kembar untuk masuk ke dalam kamar


Begitu juga dengan Dimas dan Sarah juga di dalam kamar mereka karena hari sudah siang, Dan kaum wanita juga sudah bersiap berperang di dapur tentunya.


Sarah sudah berada di dapur bersama dengan Zainab. Tapi Cahaya belum ada karena masih mengurus kembar yang belum bobok siang.


Setelah mereka kenyang, akhirnya kembar terr


tidur, dan Cahaya ke dapur membantu memasak.

__ADS_1


Sedangkan Dimas, Zain dan Hasan serta Ilham dan Aisyah duduk bersama di ruang TV Sambil berbincang biasa.


************


Malam hari nya


Sesuai kesepakatan tadi pagi, Kini ada banya orang yang berkumpul di kediaman Hasan.


Dari kebanyakan mereka adalah masih muda.


Zain, Dimas dan Riki sudah duduk di samping Subki dan yang lainnya termasuk ada Anam dan Hasan di sana.


Sedangkan yang perempuan tidak ikut campur di sana hanya membuatkan minum untuk para tamu di sana yang kurang lebih 30 orang.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh maaf sebelumnya, Saya Zain dan mungkin saudara Semua nya sudah mengerti kenapa saudara semua nya di kumpulkan. Namun, Saya akan menjelaskan tentang pusat perbelanjaan yang akan di resmikan bulan depan dan di sanalah saudara semua akan di tempatkan untuk bekerja. tetapi tidak di bidang yang sama sesuai dengan keahlian kalian masing-masing, dan untuk penempatan kerja nya sudah kami bicarakan dan mohon saudara semua melihat ke map yang ada di hadapan Semua nya. di sana sudah tertera kalian di tempat kan di bidang apa" Jelas Zain panjang lebar.


Mendengar penuturan dari Zain, Para pendaftar pekerjaan itu langsung membuka map tersebut.


"Baiklah karena saudara semua nya sudah mengetahui apa pekerjaan yang akan di kerjakan nantinya. Saya akan mengatakan bahwa yang akan menjadi atasan Kalian nantinya adalah, Bang Subki dan Bang Rafa. Jadi jika kalian ada yang tidak di mengerti bisa bicarakan dengan mereka. nanti mereka yang akan berbicara kepada Saya ataupun yang lainnya" Ucap Riki


"Baik Bos" Jawab mereka kompak


"Baiklah, karena semuanya sudah faham. Ini Sertifikat kepemilikan pusat perbelanjaan tersebut Saya serahkan untuk Ayah sebagai tanda terima kasih sudah menjadi bagian dari keluarga Anam" Ucap Zain sambil menyerahkan map yang berisi berkas sertifikat pada Hasan.


"Nak, ini tidak Apa-apa?" Tanya Hasan


"Terima lah Ayah, karena mulai sekarang pusat perbelanjaan tersebut memang sudah menjadi milik Keluarga Ayah. Dan untuk produk nya Ayah jangan khawatir karena nanti dari perusahaan yang akan mengirimkan langsung" Jelas Zain


"Terimakasih Nak, Abi Umi. Kami tidak bisa berkata-kata apa dan membalas apapun. hanya Ucapan terimakasih yang bisa kami ucapkan" Ucap Hasan


"Sama-sama Yah, kita adalah keluarga" Jawab Anam


Para pekerja yang mendengar dan menyaksikan bahwa pusat perbelanjaan yang akan mereka bekerja di sana nantinya milik keluarga Hasan. Yang membuat mereka ikut terharu akan keharmonisan keluarga tersebut.

__ADS_1


__ADS_2