Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Siapa Dia???


__ADS_3

Di Jambi


Setelah beberapa saat Anam, Nisa dan juga yang lainnya ikut bersama ke rumah orang tua Cahaya akhirnya sampai juga.


Kedatangan Anam dan yang lainnya di sambut oleh seluruh keluarga besar Sarah (Cahaya), Sarah sedikit terkejut ketika ada seorang perempuan Cantik bersama dengan Nisa dan Anam.


"Siapa perempuan Cantik itu?" Pertanyaan muncul dibenak Sarah.


Hanya saja Sarah tidak memperlihatkan suasana hati yang kurang baik, takut salah nebak dan su'uzhon.


Zainab dan Hasan langsung mendekat ke arah Nisa dan Anam.


"Assalamualaikum, Abi Umi" Ucap Hasan


"Wa'alaikumussalam Ayah, bagaimana kabarnya?" Tanya Anam


"Alhamdulillah Baik, mari Abi, Umi dan yang lainnya masuk" Ajak Hasan


"Baiklah Ayah" Ucap Anam.


Akhirnya mereka semua masuk ke dalam rumah, Sedangkan para menantu perempuan Keluarga Cahaya sedang di dapur menyiapkan makanan dan minuman.


Sarah masih membisu seribu bahasa di samping Zainab, ingin bertanya tentang perempuan tersebut tapi takut.


Sebenarnya Nisa melihat semua gerak gerik dari Sarah ketika melihat Tika, Namun Nisa malah tersenyum.


"Sayang, kenapa dari tadi hanya diam saja, apa tidak rindu dengan Umi?" Ucap Nisa pasa Sarah.


"Mmm tidak apa-apa Umi, tentu saja rindu. Oh ya Umi Ayuk itu Siapa?" tanya Sarah akhirnya


"Oh ini perkenalkan nama nya mereka Tika Putriana Anam dan dia akan menjadi bagian dari keluarga Anam juga sayang dan itu artinya Tika akan menjadi kakak ipar mu lebih tepatnya adik ipar 😂😂😂" Ujar Nisa sambil tertawa di akhirnya.


"Oh gitu, perkenalkan kak Aku Sarah" Ucap Sarah


"Iya Sarah, perkenalkan kenal juga Aku Tika" Jawab Tika tersenyum.


Setelah beberapa percakapan kini mereka semua hanya bercengkrama biasa saja.


Tidak berapa lama kemudian, Kinan dan Linda yang merupakan Menantu dari keluarga Hasan tersebut mempersilahkan mereka untuk makan siang bersama walaupun sedikit telat karena mereka bercengkrama terlebih dulu.


Ketika sedang makan tidak ada pembicaraan di sana, semua Mafioso yang ikut bersama dengan Nisa dan Anam juga makan bersama tanpa ada batasan antara bos dan bawahan.


Setelah selesai makan, semuanya kembali duduk bersama di ruang tv.

__ADS_1


"Begini Ayah, Ibu tujuan kedatangan kami ke mari ingin membicarakan perihal pernikahan Sarah dan Dimas. Selain itu Kami mohon izin untuk membawa Sarah ikut bersama kami ke Jogja untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk seserahan nya" Ucap Anam


"Baiklah Abi, Kami selaku pihak Sarah memasrahkan segala sesuatu nya pada pihak keluarga Abi dan Umi. Dan untuk Sarah ikut bersama Abi dan Umi juga kami izinkan" Jawab Hasan


"Baiklah Ayah, Ibu setelah beberapa waktu lalu kami sudah memilih waktu yang tepat untuk Acara baik tersebut jatuh pada bulan depan, jadi bagaimana menurut Ayah dan Ibu?"


"Baiklah Abi dan Umi kami setuju dengan penentuan tanggal dan bulan nya, karena jika berniat untuk melaksanakan kebaikan maka lebih cepat lebih baik" Ujar Hasan


"Alhamdulillah jika kita sudah setuju, dan untuk masalah pihak yang akan menikahkan anak kita yaitu sebagai penghulu dan yang lainnya,Ayah dan Ibu tidak perlu mencari karena kami yang akan membawa mereka nanti tepat ketika sebelum hari pernikahan nya dilaksanakan"


"Baiklah Abi, kami sangat berterima kasih kepada Abi dan Umi sudah mau menerima dua putri kami menjadi bagian dari keluarga Abi dan Umi"


"Sama sama, justru Saya dan keluarga sangat senang memiliki anggota keluarga yang begitu baik dan taat kepada Allah SWT seperti putri putri Ayah dan ibu"


"Malam ini Abi dan Umi menginap di sini saja" Ucap Aisyah


"Iya Sayang, Abi dan Umi akan menginap karena besok pagi baru kembali ke Jogja nya" Jawab Anam sambil tersenyum kepada Aisyah.


***********************


Malam harinya


Anam dan Nisa menempatkan kamar tamu, sedangkan Tika tidur di kamar Aisyah, dan Aisyah berpindah tidur di kamar Sarah.


Sarah sedang duduk di kursi belakang nya sambil bermain handphone


Tiba-tiba saja, handphone nya berdering dan di sana tertera wajah Dimas.


Sarah langsung mengangkat telepon tersebut.


"Assalamualaikum, Sayang"


"Wa'alaikumussalam Bang"


"Kenapa belum tidur?"


"Belum ngantuk bang, oh ya bang Umi dan Abi datang bersama seorang perempuan Cantik bang"


"Siapa Sayang?" Tanya Dimas penasaran, karena memang Dimas belum mengetahui prihal Tika. Hanya Zain yang sudah mengetahui hal tersebut dari laporan para Mafioso yang ikut bersama Abi dan Umi ke Jambi.


"Mmm, Sarah juga kurang tau tapi tadi Umi mengenakan pada Sarah jika namanya Tika dan akan menjadi bagian dari keluarga Anam lebih tepatnya Umi mengangkat nya menjadi anak" Jelas Sarah


"Oh gitu, ya sudah percayalah pada Abi dan Umi"

__ADS_1


"Iya Bang, oh ya bang bagaimana kondisi tangan abang?"


"Alhamdulillah Sayang sudah baik baik saja apalagi besok ketemu kamu sudah pasti sembuh total"


"Abang bisa aja, mana ada begitu"


"Tidak percaya Sayang, lihat saja besok"


"Iya deh terserah Abang saja, oh ya bang sudah dulu ya Sarah sudah mulai ngantuk"


"Ya sudah deh, selamat tidur calon istri"


"Hmm, selamat tidur juga Calon Suami" ucap Sarah yang membuat Dimas langsung tersipu malu.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam"


Akhirnya telponpun berakhir, Sarah benar benar tidur setelah selesai menelpon.


Sarah berbaring di samping Aisyah yang sudah nyenyak dalam tidurnya.


*************


Sebelum Adzan subuh berkumandang, Sarah sudah terbangun dari tidurnya. Setelah bangun Sarah juga membandingkan Aisyah untuk menunaikan shalat Subuh.


Tidak sampai di situ, setelah shalat subuh, Sarah langsung ke dapur membantu Zainab untuk menyiapkan sarapan pagi untuk semuanya.


Nisa keluar dari kamar setelah selesai shalat subuh, Nisa langsung tersenyum ketika melihat Sarah dengan cekatan membantu Zainab mempersiapkan segala sesuatu nya untuk membuat sarapan pagi untuk mereka semua.


Anam, dan Hasan baru saja pulang dari masjid setelah selesai melaksanakan shalat Subuh berjamaah.


Hasan dan Anam duduk santai di depan tv, Sambil melihat tanyakan pagi itu.


Sesampai Tika, baru saja keluar dari kamar nya dan bergabung dengan kaum perempuan di dapur.


Beberapa saat kemudian akhirnya tibalah waktunya untuk sarapan pagi, Sarah juga sudah mandi dan menyiapkan apa saja yang di bawa ke Jogja bersama Abi dan Umi nanti.


Ketika sarapan pagi tidak ada pembicaraan disana, karena dari kedua belah pihak tidak ada yang biasa bicara ketika sedang kondisi makan.


Setelah selesai sarapan, Mereka duduk bersama sebelum berangkat ke bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi untuk kembali ke Jogja.


Tepat pukul 7:30 Anam dan yang lainnya pamit untuk kembali ke Jogja. Tidak hanya Anam dan yang lainnya yang berpamitan, Sarah juga ikut berpamitan pada orang tua nya karena Sarah pun ikut bersama Abi dan Umi kembali ke Jogja untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk seserahan pernikahan nya nanti.

__ADS_1


__ADS_2