Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Akad


__ADS_3

Sesampai dihotel. Keluarga besar Anam di sambut langsung oleg Gavin dan Gabriel serta Abraham di pintu masuk hotel tentunya.


Kedatangan pihak mempelai pria tentunya juga membuat pihak media langsung siap siaga untuk mengabadikan moment tersebut.


Karena keluarga pihak laki-laki sudah hadir, acara akan segera di mulai, sedangkan di sebuah kamar hotel tersebut, Tiara tengah duduk depan cermin dengan gugup, ditemeni oleh beberapa mafioso yang perempuan yang memang ditugaskan untuk menjaga Tiara, tidak hanya itu Tiara juga ditemani oleh Mamanya, tiba-tiba pintu kamar tersebut terbuka, disana terlihat Sarah dan Cahaya berjalan masuk setelah pintu kamar dibuka oleh mafioso.


Kembar tidak bersama Cahaya dan Sarah melainkan bersama Ayahnya yaitu Zain dengan bantuan Tina dan Tiwi.


Kembali ke Cahaya dan Sarah


“Apa kabar Tante?” Ucap Cahaya tidak lupa mencium tangan Mama Tiara


“Baik Cahaya, anak-anak mu mana?”


“Oh itu mereka dengan Ayahnya Tan, oh ya sebentar lagi acara akan di mulai jadi sekarang kita langsung menyaksikan aja dari layar” Ucap Cahaya tidak lupa melirik ke salah satu mafioso untuk mwnghidupkan layar yang menampilkan Riki yang bersiap untuk mengucapkan ijab kabul


Mafioso yang faham langsug melaksanakan yang diperintahkan.


“Tiara gugup?”Cahaya bertanya dengan tresenyum


“Iya kak, apa kakak dulu juga seperti ini?”


“Tidak hanya kamu ataupun kakak tiara yang gugup dan nervoes hampir semua calon pengantin akan merasa gugup, tapi tenang saja yakinlah akan di berikelancaran’


“Aamiin kak”


Sedangkan di aula tempat acara akad diadakan.


Riki yang duduk di depan penguhulu dan di sampingnya Zain dan Dimas tidak lupa untuk mendampingi adik mereka itu sedangkan Anam duduk di samping papa Tiara sedangkan Gavin dan Gabriel duduk di belakang Dimas dan Zain.


Dikarekan orang tua dan kedua kakaknya bukan muslim, yang menjadi Wali untuk menikahkan Tiara diwakilkan pada penghulu.


“Bos, apa memang segugup ini ya?” Ucap Riki sebelum berjabat tangan dengan penghulu


“Memang seperti itu, yang menghilangkan kegugupan itu kamu harus memikirkan kebahagian yang akan kamu rasakan ketika Tiara sah menjadi istrimu yang halal untuk mu” Zain menjawab dengan suara pelan


Setelah mendengar apa yang Zain ucapkan, Riki langsung mengambil napas panjang setelah itu, Riki menyakin dirinya setelah itu Riki lagsung menyambut tangan pak penghulu.


Sebelum mengucapkan ijab kabul, Riki diharuskan untuk mengucapkan janji yang biasanya memang dilakukukan sebelum mengucapkan ijab kabul.


Setelah itu Riki langsung mengambil napas panjang dilanjutkan dengan mengucap bismillah…


“Ananda Riki, Saya nikahkan engkau dengan Saudari Tiara Putri Ellison yang diwalikan kepada Saya dengan mas kawin satu set perhiasan berlian serta seperangkat alat sholat dibayar “Tunai”……..


“Saya terima Nikahnya Tiara Putri Ellison dengan mas kawin tersebut “Tunai”........Riki mengucapkan kabul dengan satu tarikan napas..


“Bagaimana par Saksi” pak penghulu bertanya pada kedua saksi, yang menjadi saksi pernikahan Riki dan Tiara tidal lain tidak bukan yaitu Zain Dan seorang laki-lai yang mana menajdi perwakilan dari pihak perempuan.


“Sah, Sah” Zain dan seorang laki-laki tersebut menjawab.

__ADS_1


“Alhamdulillah, Barakallahu lakuma wabarakah alaikum Fi Khair....” Ucap Penghulu.


Sedangkan didalam kamar, ketika Riki mengucapkan kabul, Tiara yang saat ini tengah ggup bertambah gugup, setelah itu ketika terdengar ucapan Sah dari para Saksi Tiara langsung ,meneteskan air mata.


“Selamat Sayang, sekarang kamu sudah sah menjadi seorang istri” Ucap Mama nya Tiara


“Terimakasih Ma”


“Sudah sayang, jangan menangis sudah waktunya amu keluar dan menemui suami mu”


“iya ma”


Cahaya dan Sarah hanya tersenyum melihat Tiara seperti itu.


“Ayo Tiara, kita keluar, pasti kak Riki sudah menunggu” Ucap Cahaya


“Iya kak”


Tiara akhirnya keluar dari kamar didampingi oleh Cahaya dan Sarah serta Mamanya.


“Bismillahirrahmanirrahim” Ucap Tiara dalam hati serta memantapkan hati untuk menemui seorang pria yang baru saja menjadi suaminya yang halal baginya


Sedangkan di aula, Riki serta tamu undangan menunggu kedatangan mempelai perempuan.


“Mari kta sambut mempelai prempuan” Ucap Mc mempersilahkan Tiara masuk ke Aula dengan di dampingi Cahaya dan Sarah


Setelah Mc mempersilahkan Tiara masuk, Semua mata tamu yang menyaksikan hari bahagia Riki dan Tiara ke arah pintu masuk aula.


Para tamu undangan jg ikut berdiri semuanya dengan pandangan takjup


Abraham yang melihat putrinya berjalan menuju Riki langsung mendekat kearah putrinya sambil tersenyum dan tak terasa airmata menetes di sudut matanya.


“Sayang kmau sudah besar, dan sekarang sudah saatnya Papa melepaskan kamu kepada suamimu” Ucap Abraham sambil mengulurkan tangannya pada putri yang sangat dicintainya


“Terimakasih Pa” Tiara ucapkan ketika menyerahkan tangannya pada sang papa dengan suara yang sedikit gemetar


Tiara berajalan dengan sang papa menuju Riki berdiri menyambut sang istri. Setelah beberapa saat Tiara sudah tepa berada di depan Riki.


“Nak, sekarang kamu sudah menjadi suami dari putri kecilku ini. Saya sebagai orang tua berharap kamu selalu menjaga dan mencintainya baik dalam keadaan apapun itu” Uca Abraham sebelum menyerahkan Tiara pada Riki


“Saya Riki Putra Anam yang mulai saat ini menjadi Suami dari Tiara putri Ellison akan sellau menjaga dan mencintai istri saya dalam keadaan apapun itu” Janji Riki


Setelah mendengar ucapan janji yang Riki ucapkan, Abraham langsung menyerahkan Tiara pada Riki.


Tiara juga langsung mencium tangan Riki menandakan penghormatan pertama sebagai istri pada sang suami, ketika Tiara mencium tangannya, Riki juga tidak lupa mengucapkan doa yang Zain pernah ajarkan padanya untuk ia baca ketika pertama kali bertemu istri dan dibacakan di ubun-ubun sang istri.


Moment tersebut tidak lupa di abadikan oleh Zain dan yang lainnya terutama para tamu, namun harus di ketahui walaupun para tamu diperbolehkan untuk memotret moment tersebut tapi jangan berani untuk menyebarkan foto maupun vidio acara tersebut jika tidak ingin hidup, maka lakukanlah karena Zain tidak akan tinggal diam bila keluargany a ada yang mengusiknnya.


Setelah ucapan doa Riki bacakan, kini Riki dan Tiara berjalan menuju pengulu untuk menandatanagani berkas pernikahan.

__ADS_1


Setelah menandatangani berkas Riki dan Tiara langsung menyalami Zan dan Cahaya serta Dimas dan Sarah tapi sebelum itu mereka menyalami kedua orang tua mereka baik dari pihak Riki dan Tiara bergantian.


Setelah acara sungkem selesai dan juga para tamu juga sudah berfoto-foto dengan pengantin, kini para tamu sudah mulai berpulang karena telah selesai acara akadnya, dan cara resepsi akan di adakan malam harinya.


Riki dan Tiara kini duduk di kursi pengantin mereka yang sudah mulai merasa lelah, walaupun hanya acara akad tetapi karena rekan bisnis serta rekan mafia yang memang diundang sangatlah banyak karena dari berbagai negara hadir untuk menghadiri acara yang dinantikan semua orang, belum lagi di acara resepsi nantinya.


“Riki, ajak Tiara untuk istirahat dulu karena acara puncaknya ntar malam dan juga kalian belum makan kan?” Ucap Zain


“Baik Bos, mari Sayang” Ucap Riki dan langsung menggendong Tiara ke kamar mereka karena memang kaki Tiara sedikit lecet karena terlalu lama berdiri menyambut tamu


“Bi, kenapa Cia di gendong gini” Ucap Tiara


“Tidak apa-apa sayang, kaki kamu pasti lelah”


Riki dan Tiara meninngalkan yang lainnya yag masih berada di aula tempat akad di adakan, sedangkan acara resepsi nanti akan di adakan di aula yang satunya yang lebih luas dan lebih megah tentunya.


Kembali Ke aula


Dimas duduk di samping Sarah yang sedang makan mangga muda dengans angat lahap.


“Sayang, kamu belum makan nasi loh” Ucap Dimas memeperingati sang istri


“Tapi Chagi ini enak banget loh, Chagi mau?”


“Tidak sayang kamu aja, Chagi ngak kuat tu pasti asem banget”


“Ngak kok Chagi ngak Masem” Sarah menjawab dengan santai.


Dimas mendengar ucapan dari sang istri hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum.


Sedangkan Zain dan Cahaya kini sedang duduk bersama Anam dan lainya yang mengawasi kembar tengah bermain.


“Sayang, sepertinya sudah waktunya anak-anak untuk tidur siang, pasti mereka juga sudah lelah bermain” Ucap Zain pada sang istri yang duduk di samping


“Baik By, Cahaya bawa mereka untuk istirahat di kamar dulu, oh ya Hubby mau kembali ke mension atau kita sampai acara malam ini disini?”


“Kita itirahat di Hotel saja Sayang, ini juga hotel milik kita, dan juga supaya lebih aman”


“Baiklah By, Cahaya ke kamar dulu ya, ayo kak Tina bantu bawa kembar” Ucap Cahaya pada maid yang biasa memang sudah membantunya mengurusi kembar


“Tidak usah sayang, sama Umi dan Ibu saja” Nisa tiba-tiba mangatakan tersebut


“Baiklah Ayo sayang, kalian harus tidur siang dulu” Ucap Cahaya pada ketiga anaknya


Ketika mendengar suara sang bunda, Zahid, Ziyad dan Syafira langsung berhenti main, walaupun umur mereka belum genap setahun tapi sudah sangat cerdas


Cahaya langsung tersenyum melihat anak-anaknya yang langsung berhenti main ketika mendengar suaranya.


Akhirnya Cahaya dibantu oleh Zainab dan Nisa untuk membawa kembar ke kamar supaya mereka istirahat dan nanti malam mereka tidak terlalu lelah karena siangnya mereka istirahat seperti biasanya.

__ADS_1


Setelah kembar dibawa untuk tidur siang, semuanya kembali ke pekerjaan masing-masing, Sarah juga telah selesai dengan mangganya, sedangkan Dimas membantu Zain serta dengan bantuan Ilham dan teman-temannya untuk memperketat penjagaan sekitar hotel dan markas dam mension.


__ADS_2