
Zain dan yang lainnya menatap ke arah Dimas dan Riki.
"Dimas, Riki lebih baik kalian cerita sebenarnya pada ku sebelum Abi dan umi ini semua" Ucap Zain
"Mmmm sebenarnya Bos, kami tidak mengetahui siapa sebenarnya keluarga kami, karena dari bayi sudah berada di panti asuhan hingga kami berumur 9 tahunan, ketika kami keluar dari panti asuhan kami di beri oleh pengasuh panti untuk membawa foto tersebut, tetapi kami tidak tau maksud dari ucapan nya yang kami tau saat itu ya kami hanya membawa foto tersebut kemanapun kamu berada hingga kami bertemu dengan bos saat itu" Ucap Dimas sedikit takut, takut Zain akan sangat marah pada mereka.
Zain mengela nafas panjang mendengar ucapan dari Dimas.
Cahaya yang melihat Zain seperti nya sedang menahan emosi
"Hubby, Jangan terpancing emosi ya, Cahaya tau saat ini Hubby mungkin kecewa dengan kak Dimas dan kak Riki kerena menyimpan ini semua tetapi Hubby kan tau jika di posisi mereka saat itu ketika berumur segitu mereka pun juga tidak tau harus menceritakan bagaimana kepada Hubby" Ucap Cahaya menenangkan Zain.
Nafas Zain yang tadinya sedikit tidak teratur sekarang lebih teratur setelah mendengar ucapan dari Cahaya.
Zain melihat ke arah Cahaya dan tersenyum.
"Terimakasih Sayang, kamu memang sangat mengerti Aku" Ucap Zain
"Sama-sama by"
Setelah mengatakan hal tersebut, Zain langsung melihat ke arah Dimas dan Riki
"Apa kalian masih ingat di mana tempat panti asuhan itu?" Tanya Zain
"Masih, di bagian utara negara A, panti asuhan itu bernama The holy Family " Ucap Dimas langsung.
"Bagus, jika kalian masih mengingat nya " Ucap Zain
"Maafkan kami Bos " Ucap Dimas dan Riki bersamaan
"Sudahlah ini juga sudah terjadi, dan ada bagusnya karena kita akan tau latar belakang kalian berdua "Ucap Zain
"Terimakasih Bos "
"Sama-sama "
Zain melihat ke arah Jack yang sudah kembali ke ruang tamu bersama mereka.
"Jack kamu beritahu markas pusat untuk mencari informasi tentang panti asuhan the holy Family " ucap Zain
Jack yang mendengar perintah langsung bersiap dan berkata
"Siap king " Jawab Jack
"Hmmm, Aku beri waktu satu Minggu untuk mencari informasi ini dan juga sekaligus suruh mereka untuk mencari informasi tentang identitas seseorang yang ada di dalam foto ini " Ucap Zain sambil menyerahkan foto Jack
"Baik King" Jawab Jack
"Pergilah" Ucap Zain
Jack langsung meninggalkan ruang tamu dan bergegaa untuk ke Markas.
Kembali ke ruang tamu.
"Loh martabak nya nggak di makan kak Riki kak Dimas" Ucap Cahaya
__ADS_1
"Iya Cahaya nanti kami makan" Ucap Dimas
"Hubby" Ucap Cahaya mengingatkan Zain supaya tidak marah lagi pada Dimas dan Riki
"Baiklah sayang, Hubby tidak marah lagi sama mereka, Dimas dan Riki ingat kita itu saudara jangan pernah menutupi sesuatu lagi di masa depan ingat itu" Ucap Zain.
"Baik bos, kami janji" Ucap Dimas dan Riki bersamaan.
Cahaya tersenyum mendengar ucapan dari Zain dan jawaban kompak dari Dimas dan Riki.
Setelah pembicaraan tang menegangkan, kini mereka kembali ke semula.
Sarah melihat Dimas yang sedikit banyak diam setelah pembicara tadi Sarah langsung menyuapi Dimas dengan martabat di tangan nya.
"Chagi di makan, enak banget loh" Ucap Sarah tersenyum pada Dimas.
"Terimakasih sayang"
"Sama-sama"
Hari sudah semakin larut, mereka kembali ke kamar mereka masing-masing.
Cahaya dan Zai. Kembali ke kamar mereka sebelum tidur mereka menunaikan shalat isya berjamaah terlebih dulu.
Sedangkan di kamar Dimas dan Sarah.
Dimas dan Sarah sudah melaksanakan shalat isya sebelum Cahaya dan Zain sampai di Mension.
"Changi masih memikirkan hal tadi?" Tanya Sarah
"Iya Sayang, Chagi merasa bersalah terhadap bos"
"Terimakasih banyak Sayang sudah meringankan beban pikiran Chagi"
"Sudah sepatutnya kita berbagi beban Chagi"
Setelah pembicaraan tersebut, Dimas dan Sarah terlelap dalam tidur mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya di Jambi
Ilham dan ketiga temannya sudah terbangun dari tidur mereka semenjak subuh tadi, kini mereka hendak lari pagi.
karena rumah Ilham dekat dengan lapangan bola kaki, mereka berniat untuk lari pagi mengelilingi lapangan bola tersebut.
"Ham, apa kamu sudah bicarakan tentang kita mau jalan-jalan ke kerinci besok pada Ayah dan Ibu?" tanya Sean sebelum mereka memulai berlari
"Belum sih, nanti aja bilangnya" Jawab Ilham
"oh oke"
Mereka memulai berlari pagi mengelilingi lapangan.
setelah 30 menit berlalu, mereka kembali ke rumah untuk mandi.
__ADS_1
Sesampai di rumah
"kalian mandi lah dulu, kita bergantian" Ucap Ilham
Zainab yang di dapur melihat Ilham dan ketiga sahabatnya sudah pulang dari lari pagi dengan keringat yang mengalir di muka mereka.
"Bu, Ayah mana?" tanya Ilham pada Zainab
"oh itu Ayah lagi melihat kambing desa yang di urus kelompok Ayah" Jawab Zainab
"owalah berapa ekor bu?"
"25 ekor, dan alhamdulilah ada yang sudah beranak"
"Alhamdulillah, oh ya Bu Ilham lupa mau memberi tau jika besok kami mau jalan-jalan ke kerinci ya sekaligus mengenalkan Jambi pada mereka" Ucap Ilham
"Ya sudah jika memang kalian sudah merencanakan nya, Mau bawa nasi dari rumah atau bagaimana?"
"Tidak usah Bu, kami makan bisa mampir di rumah makan" Ucap Ilham
"ya sudah kalau begitu, oh ya setelah kalian selesai mandi nanti kita sarapan nasi uduk" Ucap Zainab
"Siap.."
Ilham masuk ke dalam kamar nya, dan ternyata kedua teman nya Sean dan Tio sudah selesai mandi dan berganti pakaian.
Tinggal Barak yang masih berada di dalam kamar mandi.
"sudah selesai kalian mandinya, cepat juga ya" Ucap Ilham.
"ya harus cepat kan ngantri" Jawab Tio
"Oh ya jika kalian sudah siap, keluar lah dulu Ibu sudah masak nasi uduk untuk sarapan" Ucap Ilham
"kami tunggu mu aja dulu"
" ya sudah kalau begitu"
setelah Ilham mengatakan itu Barak keluar dari kamar mandi.
"Seger nya" Ucap Barak
"ya sudah Aku mandi dulu jika kalian mau sarapan duluan dan sudah lapar duluan aja" Ucap Ilham
"mandi aja mu dulu kami nungguin mu aja" Ucap Sean.
Ilham masuk ke dalam kamar mandi, 10 menit berlalu Ilham keluar dari kamar mandi.
Setelah beberapa saat kemudian mereka sudah berpakaian rapi dengan stelan casual.
mereka keluar dari kamar Ilham bersama-sama
Di Depan tv Hasan sudah duduk di sana bersama Zainab dengan beberapa hidangan sudah tertata rapi di depan mereka.
"Ayo ham ajak teman-teman nya makan" Ucap Hasan
__ADS_1
"Baik yah" Jawab Ilham.
Ilham langsung menyuruh temannya untuk duduk dan mereka akhirnya sarapan pagi dengan nasi uduk beserta lauknya.