Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Anggota Baru


__ADS_3

Di Mobil Anam dan Nisa


"Tapi Umi, kita akan kerumah besan apa tidak apa-apa kita bawa perempuan tadig tertarik dengan nya, apa boleh kita kembali lagi ke tempat perempuan tadi?"


"Baiklah Umi, apapun permintaan mu pasti akan Abi penuhi" Jawab Anam tersenyum


"Terimakasih bi"


"Sama sama"


Anam melirik ke arah Mafioso yang menyupiri mereka untuk kembali ke tempat perempuan penjual minuman tadi. Tanpa mengucapkan kata apa-apa sudah mengerti perintah tersebut.


Akhirnya mobil mereka kembali ke tempat di mana perempuan penjual minuman tadi berada.


Nisa turun dari mobil dan berjalan menuju tempat perempuan penjual minuman yang sedang duduk sendiri, karena lampu sedang berwarna hijau jadi tidak bisa untuk berjualan di lampu merah.


"Nak" Panggil Nisa pada perempuan tersebut


"Iya Bu," Jawab perempuan tersebut dan melihat ke arah Nisa


"Nama nya siapa?" Tanya Nisa Sambil duduk di samping perempuan penjual minuman


"Nama Saya Tika Bu, oh ya ibu yang tadi ya?"


"Oh nak Tika, iya Ibu yang tadi, Ibu boleh tau nggak nak Tika itu kok jualan minuman apa tidak sekolah?"


"Tika sudah tidak sekolah lagi Bu, setelah selesai kelas 3 SMA, karena orang tua Tika kecelakaan dan meninggal jadi semenjak itu Tika hidup dan bergantung sendiri Bu" Jawab Tika dengan air mata yang sudah tidak terbendung lagi.


"Kasihan sekali nasip mu nak, oh ya Sayang kamu tinggal dengan siapa?"


"Tika hanya tinggal sendiri Bu di kontrakan"


" Sanak saudara tidak ada?"


"Sebenarnya ada Bu, tapi mereka tidak ingin menganggap Tika keponakan dan saudara mereka setelah ayah dan ibu meninggal"


"Ya Allah nak kamu kasihan sekali, mau tidak ikut bersama Ibu, soalnya Ibu tidak punya anak perempuan?"


"Tidak usah Bu, Tika tidak ingin merepotkan Ibu"


"Tidak Sayang, justru Ibu sangat senang dan mulai saat ini panggil Ibu Umi ya"


"Terimakasih U Umi, sudah baik sama Tika"


"Sama sama Sayang, sekarang ayo ikut Umi kita akan cari baju ganti untuk mu dan setelah itu kamu ikut Umi ke rumah besan Umi"


"Baiklah Umi, tapi baju-baju nya Tika di kontrakan dan semua barang nya juga disana?"

__ADS_1


"Alamat nya di mana Sayang biar kita langsung kesana saja"


"Baiklah Umi, tidak jauh kok dari sini"


"Baiklah Sayang kamu arahkan saja jalannya"


"Baik Umi"


Akhirnya Tika masuk ke dalam mobil bergabung bersama Nisa dan Anam, dan mobil Mafioso yang lainnya masih setia mengikuti kemanapun pergi nya tuan besar mereka.


Setelah 5 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah kontrakan sangat kecil, Tika turun dari mobil dan di ikuti Nisa begitupun dengan yang lain nya.


"Sayang ini kontrakan nya?" Tanya Nisa


"Benar Umi, mari masuk Umi. Maaf kontrakan nya sangat kecil"


"Tidak apa-apa Sayang"


Nisa masuk kedalam kontrakan mengikuti Tika, sedangkan Anam hanya mengekori kemanapun Nisa pergi.


Anam sedikit kaget melihat isi dari kontrakan yang terbilang sangat kecil itu tapi sangat banyak barang nya dan tersusun rapi dan bersih dan banyak juga buku-buku yang tersusun di lemari khusus.


"Duduk Umi, Abi dan bapak semuanya" Ucap Tika dengan sopan


"Terimakasih Sayang" Jawab Nisa


"Umi dan Abi mau minum apa?"


"Baiklah Umi"


Tika akhirnya masuk ke dalam kamar dan mandi. Sedangkan di depan kamar, Nisa dan Anam memerhatikan sekeliling kontrakan tersebut.


"Abi, kontrakan ini sangat rapi" Ucap Nisa


"Benar Umi, seperti nya Tika bukan lah orang dari golongan rendah, pasti ada yang tidak beres di kehidupan nya"


"Benar Bi dan seperti nya Tika juga sangat pintar terlihat banyaknya buku-buku di sini, dan juga kulit wajah yang bersih walaupun tidak di poles make-up"


"Benar Mi"


Nisa melihat ke arah Mafioso dan berkata


"Saya ingin kalian menyelidiki semua yang bersangkutan dengan Tika" Ucap Nisa


"Baik Nyonya, akan Kami laksanakan" Jawab ketua dari Mafioso yang bertugas di Jambi


"Bagus, " Ucap Anam

__ADS_1


10 menit berlalu, Tika baru saja keluar dari kamar nya dan juga sudah membawa beberapa berkas pribadi nya dan beberapa album foto keluarga nya, sedangkan bajunya tidak di bawa karena Nisa dan Anam sudah berpesan jangan bawa baju terkecuali berkas-berkas penting.


Setelah dari kontrakan Tika, kini mereka bergegas menuju rumah orang tua Cahaya.


Sedangkan di Jogja


Dimas Tengah teleponan bersama Sarah


"Sayang, Apa Umi dan Abi belum sampai di rumah?"


"Belum bang, tapi tadi Umi sudah kasih kabar jika Umi dan Abi sudah di perjalanan"


"Oh gitu baiklah, oh ya Sayang setelah menikah nanti apa masih dengan panggilan abang?"


"Hmmm, Abang mau nya gimana?"


"Sayang, Abang nanya kok malah balik nanya"


"Ehh maaf bang,Sarah hanya tidak tau mau ubah panggilan apa"


"Terserah kamu saja Sayang, Yang penting jangan Abang lagi, Nanti kata orang kita bukan suami istri tapi Kakak dan adik, ya walaupun lihat dari umur juga terlihat seperti itu" Ucap Dimas cemberut


"Jangan cemberut gitu bang ya besok Sarah pikirkan lagi ya. oh ya bang bagaimana lukanya?"


"Alhamdulillah sudah mengering, hanya saja bos belum memperbolehkan untuk kembali ke perusahaan"


" Alhamdulillah, Ya sudah tidak apa-apa itu demi kesembuhan abang juga"


" Ya Sayang, ya sudah deh Abang masih ada beberapa pekerjaan yang harus kerjakan di kamar, dah sayang sampai bertemu di Jogja, Assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam"


Kembali ke Jambi


Satu jam berlalu akhirnya mobil yang membawa Anam dan Nisa sudah berada di desa sebrang desa pulau yang mana rumah orang tua Cahaya berada.


Nisa turun dari mobil bersama dengan Anam di ikuti oleh Tika dan para Mafioso.


Tidak semuanya Mafioso yang ikut ke rumah orang tua Cahaya, karena sebagian mereka tadi tinggal di kota Jambi nya untuk menyelidiki latar belakang Tika yang di perintahkan Tuan dan Nyonya besar mereka.


Kedatangan Anam dan Nisa bersama rombongan membuat semua warga yang melihat nya langsung keluar dari rumah, apalagi melihat wajah Nisa dan Anam yang sangat terlihat bukan asli Indonesia.


Nisa hanya tersenyum melihat semua warga yang memerhatikan mereka, sedangkan Anam seperti biasanya cuek. Namun berbeda jauh dengan Tika yang saat ini hanya diam saja, karena ini awal baginya untuk menaiki ketek. Walaupun Tika tinggal di Jambi tapi belum pernah menaikinya.


Kini Nisa dan semua rombongan sudah berada di dalam ketek menuju desa pulau di seberang sana.


***”----------------*****--------------****""**------------

__ADS_1


***Mohom maaf semua untuk sahabat nya author jika update nya tidak nentu karena author sedang kuliah dan masa masa membuat tugas akhir...


Mohon doanya dan dukungan terimakasih banyak***..


__ADS_2