Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Sisi lain dari Dimas


__ADS_3

Di Ruang kerja nya Dimas dan Riki


Sarah tengah duduk di kursi yang ada di ruang kerjanya Dimas tersebut bersama Sean. Sedangkan Dimas duduk di kursi kerjanya.


Tidak berapa lama kemudian ada suara ketukan pintu dari luar.


"Masuk" Ucap Dimas


Ketika mendengar perintah dari Dimas, dua orang yang di luar masuk ke dalam ruang tersebut.


"Papa, Mama" Ucap Sean ketika melihat siapa yang baru saja masuk


"Sayang, kenapa kamu bisa di sini Nak?" Tanya Sinta dengan rasa tak percaya


Sinta dan Tino sedikit ketakutan karena mereka sangat khawatir kenapa bisa Anak semata wayang mereka ada bersama dengan Bos.


"Duduk" Ucap Dimas pada kedua orang tuanya Sean tersebut


Mereka langsung duduk di kursi yang mana ada Sean disana.


Dimas berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kursi di samping Sarah, dan duduk di sana.


"Apa benar ini anak kalian?" Tanya Dimas


"Bebar Tuan, Sean adalah putra semata wayang kami" Jawab Tino sedikit ketakutan


"Apa kalian tau kesalahan kalian?" Tanya Dimas lagi


"Kami tidak tau Tuan, apa Sean berbuat salah pada Anda?" Tanya Sinta


"Kalian sangat lalai dalam menjaga anak kalian sendiri, apa kalian tau jika seandainya Sean tidak bertemu dengan Calon istri Ku bagaimana nasib anak kalian yang di kejar oleh penculik itu" Ucap Dimas geram


"Maafkan kami Tuan, kami sudah sangat lalai dan terimakasih sudah menolong putra kami " Ucap Tino dan Sinta bersamaan.


"Yang harus minta maaf bukan pada Saya tapi pada putra kalian sendiri, dan ingat jaga lah dia. Oh ya satu lagi jangan percayakan Anak kalian pada Baby sitter 100%, karena kita tidak tau isi hati seseorang dan untuk kamu Sinta untuk kedepannya jangan bekerja lagi urusi Sean dan jaga dia"Ucap Dimas


"Baik tuan, tapi apakah Saya di pecat?" Tanya Sinta


"Iya, tapi gaji mu masih tetap di bayar seperti biasanya dengan cara kamu mengurusi Sean di rumah" Ucap Dimas


"Terimakasih Tuan" Ucap Sinta dan Tino


"Sama sama, oh ya berterima kasih lah pada Calon istri ku ini yang sudah" Jawab Dimas


Sinta dan Tino langsung melihat ke arah perempuan Cantik yang masih sangat muda usianya jauh dari usia seorang Dimas, namun mereka tidak perduli hal itu yang penting dia adalah Calon istri dari Bos mereka dan juga yang telah menolong putranya.


"Terimakasih Nona" Ucap Tino dan Sinta


"Sama sama, oh ya Nama Saya Sarah jadi Jangan panggil Nona" Ucap Sarah dengan wajah polosnya


"Tapi Nona..." Ucap Tino terputus karena Dimas langsung menyuruh mereka untuk keluar dari ruang nya.


"Sudahlah, lebih baik kalian kembali ke ruang kerja kalian, dan ingat jaga putra kalian jangan sampai ini terjadi lagi" Ucap Dimas


"Baik Tuan, kami permisi dan terimakasih"

__ADS_1


"Hmmm"


Sebelum pergi bersama kedua orang tua nya, Sean mengucapkan terimakasih pada Sarah


"Terimakasih kakak Cantik" ucap Sean


"Sama sama Sayang" Jawab Sarah.


Setelah beberapa saat kemudian, setelah kepergian Sean bersama kedua orang tua nya, membuat Sarah sedikit jenuh di dalam ruang kerja tersebut, karena Dimas dan Riki sedang membahas beberapa pekerjaan yang harus di bahas.


"Bang..." Ucap Sarah


"Iya Sayang kenapa?"


"Abang masih lama ya, Sarah bosan"


"Maaf ya Sayang sebentar lagi. Apa mau jalan jalan mengelilingi kantor ini" Saran Dimas


"Mau bang, oh ya Bang ruang bang Zain mana?"


"Ruangan sebelah sayang, ya sudah Abang panggilkan Vani dulu biar dia yang menemani mu ya"


"Oke deh"


Akhirnya Dimas menelpon Vani untuk keruang nya.


********************


Kini Sarah dan Vani sudah di dalam lift


"Kak Vani kerja di sini sebagai apa?" Tanya Sarah


"Oh gitu, oh ya kak Sarah mau nanya. Apa bang Dimas itu dulu sebelum dengan Sarah apa ada perempuan yang di sukainya?"


"Hmmm selama ini Baik Bos Dimas, King dan Bos Riki itu tidak ada perempuan yang mereka sukai kecuali Nyonya Cahaya" Jelas Vani


"Jadi tiga kakak beradik itu dulu merebutkan Ayuk?"


"Iya Nona, tapi hanya king yang benar benar mencintai nyonya yang duanya hanya kagum saja akan sikap Nyonya Cahaya, jadi nona jangan khawatir karena Bos Dimas itu sangat mencintai Nona. Percayalah pada Bos Dimas"


"Iya Kak, Sarah percaya dengan Bang Dimas" Ucap Sarah tersenyum


Tidak lama kemudian, pintu lift terbuka. Kini Mereka berada di lantai 5, yang mana di sana tempat para staf karyawan di bidang Pemasaran.


"Kita sudah di lantai 5 Nona, dan di sini khusus untuk staf karyawan perusahaan yang bergerak di pemasaran Nona" Jelas Vani


"Wah banyak banget ya kak yang bekerja di perusahaan ini" Ucap Sarah kagum


"Ini tidak seberapa Nona dengan perusahaan pusat yang berada di negara A"


"Segini saja banyak kak apalagi di pusat nya"


"Iya Nona, oh ya mau kita kemana lagi?"


"Apa di sini tidak ada kantin gitu kak, Sarah pengen ngemil"

__ADS_1


"Ada Nona, juga sudah menjelang makan siang jadi mari Nona"


"Iya kak"


Kini Vani dan Sarah berpindah ke lantai 3 di mana kantin berada.


Kedatangan Vani dengan seorang perempuan remaja membuat petugas kantin langsung menyambut kedatangan Vani.


"Selamat datang Nona" Ucap petugas kantin


"Hmm, siapkan beberapa Snack dan minuman yang terenak untuk Nona Sarah" Ucap Vani


"Baik Nona, silahkan" Ucap petugas kantin mempersilahkan pada Vani dan Sarah untuk menunggu di ruang khusus.


Sarah dan Vani duduk di ruang khusus menunggu kedatangan cemilan di siapkan untuk mereka.


Karena sedikit lama, akhirnya Sarah membuka HP nya karena ada beberapa pesan yang masuk.


"Sayang kamu sekarang di lantai berapa?" Pesan dari Dimas


"kita makan di luar gimana?"


Sarah hanya tersenyum dan langsung menelpon Dimas.


Drrttt drttt.


"Assalamualaikum Bang"


"Wa'alaikumussalam Sayang, kamu di mana?"


"Di kantin Bang, kita makan di sini saja ya"


"Ya sudah, Abang dan Riki turun dulu ya"


"Oke Bang, Sarah tunggu"


"Oke, Assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam"


Akhirnya telponpun berakhir.


Sedangkan di lantai atas.


Zain baru saja keluar dari ruang kerja nya bersamaan Dimas dan Riki juga keluar dari ruang kerja mereka.


"Bos, mau jemput Cahaya?" Tanya Dimas


"Iya, dan nanti Aku tidak akan kembali ke perusahaan lagi karena pekerjaan sudah selesai untuk hari ini, oh ya nanti bilang ke Vani untuk pekerjaan besok di cancel karena besok kita akan mempersiapkan segala sesuatu nya untuk Acara kalian"


"Siap Bos" Jawab Dimas tersenyum.


"Kalian mau kemana?"


"Mau ke kantin Bos, Sarah sudah menunggu di sana"

__ADS_1


"Oh gitu ya sudah, "


Akhirnya mereka turun kelantai bawa dengan life yang sama, hanya saja Dimas dan Riki turun di lantai 3, dan Zain langsung ke lantai satu.


__ADS_2