Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Berita


__ADS_3

"Benar-benar perempuan tidak mudah menyerah" Ucap Dimas


Setelah melihat layar laptop nya, Dimas langsung mengirim pesan pada Chiko.


Sedangkan di kamar Zain dan Cahaya


"By, jadi di batalkan kerja sama nya?" Tanya Cahaya


"Iya Sayang, oh ya besok setelah pulang dari kampus kamu langsung ikut hubby ke kantor ya"


"Baiklah by, oh ya by apa hari ini tidak ada kerjaan lagi?"


"Ada sih Sayang, tapi kan masih ada Vani di kantor yang beresin kerjaan"


"Iya deh, Cahaya juga tau kan hubby bos nya"


"Nah itu kamu tau sayang,"


"Hmmm,"


Zain dan Cahaya sedang asik bercanda, terdengar suara tangisan..


Oek oek..oe oe..


Seketika Cahaya langsung berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati boks kembar. Begitupun dengan Zain mengikuti Cahaya


"Sayang nya Bunda dan Ayah sudah pada bangun ya" Ucap Cahaya sambil menggendong Syafira.


Sedangkan Zain mengangkat Ziyad dan Zahid bersamaan dengan kedua tangan nya.


"Kesayangan nya Ayah sudah bangun ya. Ya sudah kita keluar aja ya. Kan sudah ada aunty Sarah dan uncle Dimas pasti kalian kangen ya sama aunty nya" Ucap Zain


Sedangkan Zahid dan Ziyad mendengar ocehan dari Sang Ayah hanya terdiam.


Dan akhirnya kembar di bawa ke luar dari kamar mereka menuju ruang tengah.


Dan ternyata Dimas baru saja keluar dari kamar nya setelah memeriksa beberapa CCTV bandara japan tadi.


"Kembar sudah bangun ya bos?" Tanya Dimas


"Iya Dim, baru saja bangun mereka" Jawab Zain


Dimas berjalan turun dari lantai 2 menuju Zain dan Cahaya serta kembar berada di lantai satu.


"Dim, besok pagi kamu harus yang antarkan Sarah sekolah dan sebagai walinya" Ucap Zain


"Tapi Bos, apa tidak apa-apa?"


"Iya tidak apa-apa kan memang seharusnya kamu yang mengantar keberangkatan Sarah sekolah kan kamu Suami nya, jangan bilang kamu suruh Sarah bareng dengan Brian" Ucap Zain


"Hehee benar Bos, tadi nya gitu"


"Dim, untuk di hari biasanya bisa kamu titipkan Sarah dengan Brian tapi tidak dengan besok, besok hari pertama Sarah masuk sekolah"

__ADS_1


"Baik Bos, oh ya bos Seira sudah terbang menuju Indonesia dan mungkin besok di perusahaan akan di heboh kan oleh nya" Ucap Dimas


"Sudahlah biarkan lah jika dia ingin datang, tapi jika dia sampai macam-macam kita lihat saja nanti nya" Ucap Zain


"Bos benar,"


"oh ya Sarah mana kak?" Tanya Cahaya


"Lagi mandi tadi, mungkin sekarang sudah selesai" Jelas Dimas


"Owalah, oh ya Brian itu siapa by?" Tanya Cahaya


"Oh Brian itu Adik angkat kami dan juga Mafioso di black Lion, besok akan hubby perkenalkan dengan Brian ya. karena kalian belum pernah kenal di karena kan dia sekolah dan juga tinggal nya di apartemen"


"Kenapa tidak tinggal bareng di sini by?"


"Sebenarnya memang keinginan kami bertiga juga seperti itu, tapi Brian tidak mau. mungkin saja jika kamu yang memintanya mungkin dia mau Sayang" Jelas Zain


"Umur berapa by Brian?"


"17 tahun Sayang, sekarang kelas 12 SMA"


"Owalah, ya sudah besok suruh datang ke mension saja setelah pulang sekolah"


"Iya Sayang"


Setelah beberapa percakapan tadi, Sarah juga ikut bergabung bersama mereka


"Iya aunty," Jawab Cahaya dengan suara seperti anak kecil.


Sarah duduk di depan Cahaya dan menyalami tangan Cahaya dan Zain bergantian karena memang belum salaman semenjak kedatangan tadi.


"Oh ya Yuk, besok sekolah tapi Sarah belum punya baju seragam gimana dong?" Tanya Sarah


"Oh ya ya Ayuk juga lupa gimana by?" Tanya Cahaya pada Zain


"Kamu tenang saja Sayang, untuk seragam sekolah nya nanti pas Sarah besok pagi ke sekolah baru di kasih dari pihak sekolah dan untuk besok pagi baju biasa aja" Jelas Zain


"Oh gitu ya Alhamdulillah jika seperti itu. Oh ya bang Zain besok jadi berangkat ke japan?" Tanya Sarah pada Zain


"Nggak jadi Sar, karena sudah tidak ada pekerjaan lagi di sana" Jelas Zain


"Oh gitu, bagua deh jadi Ayuk nggak kesepian" Ucap Sarah dengan polosnya


"Hmmm" Zain hanya tersenyum mendengar ucapan dari Sarah, sambil melihat ke arah Cahaya berada.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya sudah masuk waktu shalat Asar, Mereka masuk ke dalam kamar masing-masing.


*******


Malam harinya setelah selesai shalat Maqrib, Dimas beserta yang lainnya makan malam bersama.


Setelah selesai makan, mereka kembali ke kamar masing-masing, karena Sarah besok sudah mulai masuk sekolah, jadi Sarah ingin istirahat lebih cepat.

__ADS_1


Di kamar Sarah dan Dimas


"Chagi, besok pagi Sarah harus berangkat sekolah jam berapa ya?" Tanya Sarah


"Jam 6:00 pagi Sayang, oh ya besok Abang yang akan mengantarkan mu berangkat ke sekolah"


"Beneran Chagi, Chagi yang mau antar?"


"Beneran dong Sayang"


"Terimakasih Chagi"


"Sama sama"


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya masuk waktu shalat isya, karena jarak antara shalat Maqrib dan isya tidak terlalu lama.


Dimas dan Sarah akhirnya memutuskan untuk mengambil air wudu setelah adzan isya selesai di kumandangkan.


Setelah selesai mengambil air wudu, Dimas dan Sarah langsung menunaikan shalat isya berjamaah.


"Chagi, besok Sarah pergi ke sekolah tidak punya alat tulis dan tas sekolah gimana dong?"


"Kamu tenang saja Sayang, semua perlengkapan sekolah mu sudah Abang persiapan di lemari sana," Tunjuk Dimas pada lemari samping meja rias dekat kasur mereka.


"Alhamdulillah jika seperti itu, oh ya Chagi dulu sekolah nya dimana?"


"Abang, Bos dan Riki dulu sekolah nya di negara A hingga kami kuliah di sana" Jelas Dimas


"Hmm, oh ya Chagi apa Sarah boleh tau bagaimana dulu Chagi bisa bertemu dengan bang Zain?"


"Tentu boleh dong sayang, Abang dan Riki dulu dari panti asuhan dan di saat usia kami 10 tahun Abang dan Riki ingin kabur dari panti asuhan dan mencari kehidupan baru dan di saat kami kabur malah bertemu dengan beberapa preman yang hendak menculik kami dan di saat itu lah Bos yang masih kecil umur bos dengan kami berdua tidak terlalu jauh, dan dengan badan kecilnya dia melawan preman itu sendiri untuk menyelamatkan kami berdua dan bos membawa kami ke rumah nya dan di sana Abi dan Umi sangat menerima kehadiran kami berdua tanpa membedakan antara kami dan Bos, hingga sekarang kami tidak ingin jauh dari bos karena Bos sudah sebagai penolong sekaligus saudara dan kakak bago kami" Jelas Dimas


"Wah, berarti bang Zain Sangat pandai ilmu bela diri dan itu sudah dari kecil" Ucap Sarah kagum


"Ia Sayang, Abang saja di Waktu melihat Bos melawan preman itu langsung kaget dengan kelincahan dan kepandaian Bos dalam bertarung dan dari sana lah kami berdua belajar ilmu beladiri, senjata dari Bos"


"Oh ya Chagi, sebenarnya black Lion itu di mana aja?"


"Di mana ada Sayang, markas utama ada di negara A, dan di Indonesia ini hanya markas kecil saja"


"Apa boleh suatu saat nanti, Sarah ikut ke markas di berbagai negara Chagi?"


"Tentu boleh sayang, tapi belum saat ini"


"Oke deh Chagi, ya sudah lebih kita tidur karena Sarah juga harus sekolah dan Chagi besok juga ke kantor"


"Ya sayang, met bobok.. Sayang"


"Met bobok Chagi"


Tidak lama kemudian, Sarah benar-benar terlelap sedangkan Dimas masih termenung karena mengingat masa-masa kecil dan masa di mana pertama kali nya ia bertemu dengan seorang Zain yang merupakan masih kecil.


Setelah lama termenung akhirnya Dimas merasakan ngantuk dan Dimas pun tidur sambil memeluk sang istri kecilnya.

__ADS_1


__ADS_2