
Hari ini sesuai jadwal, Cahaya sudah harus ke lokasi KKN nya, yang mana kegiatan akan di mulai esok hari.
Di mension
Cahaya di bantu oleh Tina dan Tiwi untuk menyiapkan semuanya baik keperluan kembar maupun keperluan Cahaya dan Zain nantinya. Serta di bantu beberapa maid dan Mafioso lainnya
*Kamar Zain & Cahaya*
"By, kedua orang tua nya Tiara bagaimana?, Cahaya tidak enak hati untuk meninggalkan mereka, karena mereka tamu kita" Ucap Cahaya
"Tidak apa-apa Sayang, mereka pasti mengerti dan juga Dimas dan Sarah dua hari lagi pulang" Ucap Zain
"Iya by" Jawab Cahaya.
Zain yang melihat Cahaya sedikit sendu langsung memeluknya.
Setelah beberapa saat kemudian, Kembar sudah berada di dalam gendongan Cahaya, serta Zain dan di bantu oleh Tina.
Sedangkan Tiwi membawa beberapa perlengkapan kembar.
Riki, Tiara, Abraham dan Putri Ane sudah berada di ruang tamu.
Sesampai di ruang tamu.
"Rik, kamu tidak usah ikut kami ke tempat KKN nya Cahaya, kamu kan sekarang lagi ada tamu" Ucap Zain
"Tapi Bos?" Ucap Riki
"Sudahlah, kamu tenang saja kalian bisa main ke sana toh Deket juga" Ucap Zain lagi
__ADS_1
"Baiklah Bos"
"Hmm"
Zain melihat ke arah Abraham dan Putri Ane dengan sedikit menunduk.
"Tante, Om Saya tinggal dulu untuk nganter Istri Saya dan kembar ke lokasi KKN nya " Ucap Zain
"Baiklah Nak, hati-hati " Jawab Abraham
"Iya Om " Jawab Zain
Setelah berkata demikian, Zain dan Cahaya serta kembar dan beberapa maid dan Mafioso langsung berangkat ke lokasi rumah yang sudah di siapkan Zain untuk mereka selama Cahaya KKN.
Di dalam perjalanan ke lokasi KKN
"By, jika Hubby mau ke perusahaan apa tidak terlalu jauh?" Tanya Cahaya sambil mengelus puncak kepala Syafira di gendongan nya.
"Ya sudah jika seperti itu, Cahaya tidak apa-apa sebenarnya jika di lokasi hanya bersama kembar dan maid" Ucap Cahaya
"Iya Sayang, Tapi Hubby yg tidak bisa jauh "Jawab Zain sambil memperlihatkan wajah manjanya
Cahaya tersenyum melihat tingkah sang suami
"Oh ya by, Ilham pulang ngk ya liburan semester?" Tanya Cahaya
"Belum tau Sayang, soal nya Ilham belum ada kasih kabar, dan jika mau pulang juga ngK papa toh ada jet pribadi milik Abi ataupun milik kita " Jelas Zain
"Oh ya gitu, "
__ADS_1
"Hmm "
Sedangkan di Korea
Saat ini di Korea masih sangat pagi, Dimas dan Sarah masih di atas kasur mereka setelah melaksanakan shalat Subuh tadi.
Sarah terbangun lebih dulu dan melihat ke arah Dimas yang masih terpejam.
"Tampan nya Suamiku " Gumam Sarah dalam hati Sambil memandangi wajah Dimas yang sedang terlelap dalam tidur nya
Setelah beberapa saat Sarah yang asik memandangi wajah Dimas, Dimas terbangun dari tidurnya.
"Bagaimana Sayang apa tampan?" Tanya Dimas sambil tersenyum menggoda Sarah
"Iya memang Tampan, jika tidak mana mungkin Sarah mau" Jawab Sarah
"Beneran tidak mau jika Chagi tidak tampan" Ucap Dimas lagi.
"Au ah Chagi, Sarah mau mandi dulu" Jawab Sarah hendak meninggalkan tempat tidur.
Namun dengan cepat Dimas menarik kembali Sarah ke dalam pelukannya.
"Sayang boleh ya" Ucap Dimas
"Boleh apa chagi?"
"Minta itu "Ucap Dimas sambil tersenyum menggoda Sarah
Sarah yang melihat senyuman suaminya itu hanya bisa mengangguk kepala saja.
__ADS_1
Seketika melihat lampu hijau dari Sarag Dimas langsung memulai aksinya.
Terjadilah peristiwa yang di inginkan Dimas untuk kedua kalinya selama mereka menikah