Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Anak Siapa??


__ADS_3

Di Mall


Setelah selesai nonton, Sarah dan Dimas keluar dari bioskop berjalan menuju salah satu toko pakaian.


"Sayang, kamu pilih apapun yang kamu mau ya" Ucap Dimas ketika sudah masuk di toko pakaian


"Tapi Bang?"


"Sayang, hitung hitung nyicil untuk pakaian mu jika sudah menikah nanti, tapi tenang saja jika kamu butuh sesuatu bilang saja ke Abang ya"


"Ya sudah deh, mumpung di sini" Ucap Sarah akhirnya pasrah.


Pelayanan toko pakaian tersebut mengira jika Sarag adalah adiknya seorang Dimas, Namum perlakuan Dimas pada Sarah tidak seperti adik melainkan wanitanya. Para karyawan toko tersebut tidak ingin membuat masalah dengan seorang Dimas, jadi mereka hanya menyaksikan kemesraan seorang Dimas menemani perempuan remaja berbelanja.


Sarah mondar mandir tapi belum satupun yang di ambilnya di toko pakaian tersebut.


Dimas pun mendekat ke arah Sarah dan berkata


"Sayang, apa tidak ada yang kamu suka?" Tanya Dimas


"Sarah bingung Bang, karena Sarah itu jarang menggunakan gamis dan rok tidak seperti Ayuk yang memang biasanya menggunakan itu"


"Ya sudah jika kamu tidak suka tidak apa-apa, belilah yang menurut mu itu nyaman di gunakan"


"Tapi bang, apa Abang tidak masalah jika Sarah tidak seperti perempuan pada umumnya yang peminin?"


"Kenapa harus marah Sayang, walaupun kalian itu adik kakak tapi kamu ya kamu, jangan meniru seseorang jika itu tidak nyaman untuk mu"


"Terimakasih Bang"


"Sama sama Sayang"


Akhirnya Dimas dan Sarah keluar dari toko pakaian tersebut dengan membawa beberapa pakaian yang sudah di beli oleh Dimas untuk Sarah sesuai keinginan Sarah tentunya.


"Sayang sekarang mau kemana lagi?" Tanya Dimas Sambil tersenyum melihat ke arah Sarah


"Sarah pengen es krim Bang, boleh?"


"Boleh Dong sayang, apapun itu untuk mu pasti Abang perbolehkan terkecuali jika kamu ingin Abang menjauhi mu itu tidak akan Mungkin" Ucap Dimas serius


"Ye yeee, terimakasih Bang"


"Sama sama"


Dimas dan Sarah berjalan menuju stand penjual es krim yang cukup ramai.


Sesampai di tempat jual es krim, Sarah duduk di kursi yang kosong dan semua belanjaan nya di tarok di atas meja depan nya.


"Sayang, Abang pesan kan ya, mau rasa apa?"


"Hmm vanilla aja Bang yang besar ya"


"Oke Sayang tunggu ya"


"Siap bang"


Dimas pergi membeli es krim pesanan Sarah, sedangkan Sarah menunggu Dimas di tempat duduk nya.


Ketika Dimas sedang memesan es krim untuk mereka, di tempat duduk Sarah ada seorang anak kecil laki laki yang ngos-ngosan.


"kak tolong Aku" Ucap Anak kecil tersebut pada Sarah


"Kamu kenapa?" Tanya Sarah Sambil mengelus kepala anak kecil tersebut


"Ada orang jahat kak yang mau nyulik Sean" Jawab anak kecil tersebut


"Di mana orang jahatnya?" Tanya Sarah


"Tadi mereka mengikuti sean kak"

__ADS_1


"Ya sudah, sekarang Sean sudah aman bersama kakak, oh ya orang tua nya Sean mana?"


"Papa dan Mama kerja kak, dan sean di titipkan pada baby sitter tapi ternyata dia orang jahat kak"


"Ya sudah kamu sekarang Tenang dulu ya, duduk sini " Menunjuk kursi di samping nya


Sean akhirnya duduk di kursi samping Sarah.


Tidak berapa lama kemudian, Dimas datang ke arah Sarah dan membawa es krim pesanan Sarah.


"Sayang es krim nya" Ucap Dimas sambil memberikan es krim tersebut pada Sarah


"Terimakasih Bang" Ucap Sarah


"Sama sama Sayang, siapa dia Sayang?" Tanya Dimas Ketika melihat ada seorang anak kecil yang mungkin usianya 5 tahunan berada di samping Sarah


"Ini Bang, nama nya sean tadi katanya dia itu laro dari orang yang berniat menculiknya" Jelas Sarah


"Oh gitu, Di mana rumah mu?" Tanya Dimas pada Sean


"Tidak jauh dari sini Om, cuma Papa dan mama tidak ada di rumah"


"Memang orang tua mu di mana?"


"Kerja Om"


"Kerja di mana?"


"Kerja di Perusahaan Zain group Om" Jawab Sean


"Siapa nama orang tua mu?" Tanya Dimas lagi


"Nama Papa Tino dan Mama Sinta Om"


"Baiklah sekarang kita ke perusahaan tempat Papa dan mama mu kerja ya"


"Terimakasih Om dan kak"


"Sama sama"


Di dalam mobil


"Sean mau es krim?" Tanya Sarah


"Mau kak" Jawab Sean


"Ini es krim punya kakak makan bareng aja gimna"


"Oke kak"


Sarah tersenyum mendengar ucapan dari Sean.


Dari Mall ke Perusahaan Zain group tidak terlalu jauh hanya memakan waktu sekitar 15 menit saja.


Akhirnya Mobil Dimas berhenti di parkiran khusus milik keluarga pemilik perusahaan.


Dimas membuka pintu mobil untuk Sarah dan Sean.


"Bang ini perusahaan gede banget" Ucap Sarah yang kagum akan kemegahan perusahaan di depannya


"Apa kamu tidak sadar sesuatu sayang?" Tanya Dimas sambil tersenyum


"Apa Bang?"


"Coba kamu baca itu nama perusahaan ini?"


Dimas menunjuk ke arah papan nama yang terukir di atas gedung tinggi tersebut


Sarah Melihat ke arah yang di tunjuk oleh Dimas.

__ADS_1


"Zain Group" Ucap Sarah


"Mengerti Sayang?" Tanya Dimas lagi


" seperti nama bang Zain Bang" Ucap Sarah


" iya dex memang nama dari bos dan ini adalah perusahaan nya bos Sayang"


"Wah ternyata bang Zain sangat kaya ya"


"Ya sudah, yok masuk" Ajak Dimas


"Iya Bang"


Akhirnya Dimas dan Sarah di ikuti Sean yang mengikuti Sarah di samping nya.


Kedatangan Dimas ke perusahaan membuat para karyawan perusahaan menjadi gaduh bukan karena kedatangan Dimas saja namun seseorang perempuan yang bersama dengan Dimas di tambah lagi ada seorang anak kecil bersama mereka.


Sarah sedikit takut ketika di lihatin oleh para karyawan perusahaan.


Dimas mengerti apa yang di rasakan oleh Sarah, Dimas langsung menatap tajam ke arah para karyawan perusahaan yang melihat Sarah tadi. Seketika mendapat tatapan tajam dari bos mereka langsung menunduk karena takut.


"Ayo sayang kita ke ruang Abang dulu sekaligus memanggil orang tua nya Sean"


"Baiklah Bang" Jawab Sarah


Dimas menbawa Sarah dan Sean ke lantai atas tepatnya ke ruang kerjanya.


"Bang Sarah takut " Ucap Sarah


"Tenang saja Sayang,ada Abang. Apa ini pertama untuk mu Sayang?"


"Iya Ban".


"Tenang saja Sayang, kamu akan terbiasa nantinya"


Sarah memegang erat lengan Dimas karena lift mulai naik ke lantai atas.


Melihat Sarah yang ketakutan, Dimas mengelus kepala Sarah Sayang dan tersenyum untuk menenangkan Sarah.


Tidak berapa lama kemudian, Litf akhirnya terbuka pertanda sudah sampai ke lantai atas.


Keluar dari pintu lift,vani melihat itu langsung menghampiri Sarah dan Dimas


"Bos, Nona" Sapa Vani


"Hmm, oh ya Van tolong panggilkan Tino dan Sinta ke ruang ku" Ucap Dimas


"Siap Bos" Jawab Vani


Dimas membawa Sarah ke ruang kerjanya yang mana Riki sedang fokus dengan beberapa berkas di depan nya.


"Assalamualaikum bang Riki" Ucap Sarah


"Wa'alaikumussalam, Eh Sarah kok kalian di kantor?" Tanya Riki


"Ngak Papa kok bang, hanya mampir aja" Jawab Sarah


"Eh bro anak siapa itu jangan bilang itu anak mu?" Tanya Riki pada Dimas


"Enak saja ngomong nya, orang Calon ibunya saja masih di sekolah mana bisa sudah ada anak Segede itu" Jawab Dimas


"eh Iya, sorry bro terus itu anak siapa?"


"Itu anak nya karyawan perusahaan yang tadi tidak sengaja bertemu di Mall tadi"


"Oh gitu"


Tidak berapa lama kemudian, ruangan tersebut di ketuk dari luar..

__ADS_1


Tok tok...


__ADS_2