Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Sehari sebelum kembali ke Jogja


__ADS_3

Dalam pelukan Dimas, Sarah menangis karena merasa bersalah terhadap suaminya itu...


"Chagi, maafin Sarah ya" Ucap Sarah di tengah-tengah tangisan nya


"Sayang, kenapa menangis hmm?, apa Abang ada buat salah" Tanya Dimas dengan lembut


"Tidak ada, Sarah yang salah pada Chagi karena belum bisa memenuhi tugas Sarah pada Chagi"


"Sayang, Abang tidak marah sama kamu dan juga Abang mengerti jika kamu belum siap. Udah ya jangan nangis lagi ntar Ayah dan Ibu denger lagi di kira mereka Abang yang buat kamu nangis"


"Tapi Chagi beneran tidak marah sama Sarah?"


"Sayang, Abang tidak akan pernah marah sama mu karena Abang mencintaimu dan menyayangi mu"


"Terimakasih Chagi"


"Sama-sama Sayang, "


Setelah beberapa saat kemudian, Sarah sudah tidak menangis lagi dan kini sudah bersiap untuk menunaikan shalat Maqrib, sedangkan Dimas juga sudah berangkat ke masjid bersama Hasan.


Setelah Adzan maqrib berkumandang, Sarah berdiri dari duduknya untuk melaksanakan shalat, setelah selesai shalat Sarah melanjutkan untuk membaca ayat suci Alquran.


Sedangkan Dimas dan Hasan baru saja keluar dari masjid.


Jogja


Di kediaman Zain


"Sayang, besok lusa hubby ada perjalanan bisnis ke japan bersama dengan Riki dan Vani" Jelas Zain


"Berapa hari by?" Tanya Cahaya karena ini pertama kali nya mereka berpisah setelah menikah dan memiliki kembar


"Tiga hari Sayang, sebenarnya hubby tidak ingin meninggalkan kalian tapi mau bagaimana lagi kamu juga harus kuliah dan kembar masih kecil kasihan jika di bawa pergi jauh-jauh"


"Iya by, Cahaya ngerti tidak apa-apa kan kak Dimas dan Sarah saat hubby dengan kak Riki berangkat mereka sudah di Jogja"


"Terimakasih Sayang"


"Sama-sama by, yang penting hubby jangan tinggalkan shalat dan juga harus berhati-hati serta jaga pandangan"


"Baiklah Sayang, Hubby pasti akan menjaga diri ini karena itu hanya milik nyonya Cahaya seorang"


"Iya by, Cahaya bisa percaya jika hubby akan menjaga nya tetapi tidak di pastikan bahwa perempuan-perempuan di luar sana tidak menginginkan mu"


"Iya Sayang, oh ya sudah lebih baik kita makan malam dulu kasihan Riki seperti nya sudah nungguin kita"


"Iya by, Cahaya sampai lupa"


Cahaya dan Zain keluar dari kamar menuju ruang makan, setelah beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di dapur


"BI Tina, minta tolong besok jika belanja sayur sekalian beli jantung pisang ya" Ucap Cahaya pada Tina

__ADS_1


"Baik nyonya"


Setelah selesai merapikan makanan di atas meja, Tina serta para maid yang lainnya kembali ke kesibukan mereka masing-masing.


Di ruang makan tinggallah Zain, Cahaya serta Riki di sana.


"Bos, apa bos sudah membicarakan ke berangkatkan kita ke japan?" Tanya Riki


"Sudah, "


"Bagus lah"


"Hmm"


Cahaya hanya mendengar pembicaraan antara keduanya


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka selesai makan, Zain dan Riki setelah makan mereka ke ruang kerja. Sedangkan Cahaya kembali ke kamar.


Sesampai di kamar


Cahaya Melihat ke arah kembar berada


"Sayang nya Bunda, anak shaleh dan shalehah" Ucap Cahaya sambil tersenyum pada ketiga buah hati nya.


Kembali ke Jambi


Sarah setelah selesai mengaji, ia keluar dari kamar nya untuk membantu sang Ibu menyiapkan makan malam mereka.


Dimas langsung menuju kamar, karena ia tau jika Sang istri pasti di dapur untuk menyiapkan makan malam mereka.


Setelah mengantikan pakaian shalat, Dimas keluar dari kamar nya mencari keberadaan sang istri.


Sesampai di dapur, Dimas berjalan menuju Sarah berada.


"Sayang, kamu masak apa?"


"Terong balado Chagi, maaf ya Sarah tidak sepandai Ayuk prihal memasak"


"Tidak apa-apa Sayang, kamu itu istri bukan pembantu toh di mension ada Tina dan para maid lainnya yang bisa memasak untuk kita"


"Tapi tetap saja"


"Udah ya, Yang Abang suka itu kamu bukan kamu yang pandai memasak dan lainnya hanya kamu oke"


"Oke" Jawab Sarah tersenyum sambil memasukkan lauk yang ia masak ke dalam mangkuk.


Setelah selesai, Kini mereka semua makan malam dengan damai.


Seperti biasanya setelah menunaikan shalat isya Dimas dan Sarah langsung memutuskan untuk istirahat.


*************

__ADS_1


Subuh hari nya, Dimas dan Sarah bangun dari tidur mereka. Dimas bersiap untuk berangkat shalat Subuh ke masjid sedangkan Sarah merapikan tempat tidur mereka.


Pagi ini, Agenda Sarah dan Dimas hanya ingin berkeliling ke rumah Subki, Zaki dan Rafa sebelum besok mereka harus kembali ke Jogja.


Sarapan pagi ini, Sarah dan Zainab di bantu oleh Aisyah mereka menyiapkan nasi kuning serta lauk pauk nya.


Di dapur


"Nak, apa kalian belum melaksanakan nya?" Tanya Zainab sedikit berbisik pada Sarah karena ada Aisyah di sana yang masih di bawah umur. Walaupun Sarah juga begitu 😂


Sarah hanya menunduk kepala nya ketika Sang ibu menanyakan perihal itu


"Tidak apa-apa kamu tidak mau menjawab tapi yang ingin ibu sampai kan bahwa kamu adalah seorang istri sudah kewajiban mu untuk melayani Suami mu. Tapi Ibu yakin jika Dimas bisa mengerti dan menunggu hingga kamu benar-benar siap tapi Nak, Ibu yakin banyak perempuan yang ingin menjadi mu yang berada di samping Dimas karena Dimas bukanlah orang biasa sama seperti Zain dan Riki yang memiliki karir yang cerah yang mana banyak perempuan yang menggilai mereka, jadi Saran itu genggam erat Dimas" Nasihat Ibu pada putrinya itu.


"Baik Bu, oh ya bu kok ibu tau jika kami belum itu?" Tanya Sarah penasaran


"Nak perbedaan antara perempuan masih perawan dan tidak nya itu dari cara jalan dan raut wajah nya, karena Ibu adalah ibu mu jadi mengerti bagaimana anak-anak ibu"


"Oh gitu"


"Ya sudah, lebih baik kamu panggil Dimas dan Ayah untuk sarapan pagi bersama"


"Baik bu"


Kini mereka semua sudah berkumpul di dapur untuk sarapan bersama, seperti biasanya Sarah melayani Suami nya makan.


Setelah selesai makan, Sarah dan Dimas memutuskan untuk pergi ke rumah Subki terlebih dulu.


Sedangkan di Jogja


Cahaya pagi sekali sudah berada dalam mobil untuk berangkat ke kampus.


Pagi ini Cahaya tidak membawa kembar bersama nya, karena ia ke kampus hanya ada satu mata kuliah saja. Sedangkan Zain dan Riki juga sudah berangkat ke perusahaan.


Sesampai di kampus


Cahaya turun dari mobil dan berjalan menuju ruang kelas, namun sebelum masuk ke dalam kelas, Cahaya tidak menyangka bisa bertemu dengan seseorang yang pernah menjadi teman nya.


Cahaya tidak ingin menghiraukan nya karena Cahaya takut akan membuat Suami posesif nya akan murka.


Namun tanpa Cahaya sadari jika orang itu mengetahui kedatangan Cahaya


"Cahaya tunggu....." Ucap orang itu


Cahaya berhenti dan terdiam di tempatnya tanpa melihat ke belakang.


"Cahaya, maafkan Aku..."Ucap orang tersebut.


Akhirnya Cahaya membalikkan badannya dan melihat ke arah orang tersebut..


"Cahaya sudah memaafkan kamu....

__ADS_1


__ADS_2