
Di perusahaan Zain Group
Mereka semua masih berada di dalam ruang kerja Zain termasuk Sisil.
"Sekarang kamu tinggal di mana?" Tanya Cahaya pada Sisil
"Aku tidak tau Cahaya tapi Aku akan mencari kontrakan yang dekat dengan perusahaan ini biar berangkat kerja nya nanti enak"
"Oh gitu ya, Cahaya yakin kamu pasti bisa bangkit"
"Terimakasih banyak ya Cahaya, tuan Zain, tuan Dimas dan tuan Riki" Ucap Sisil dengan tulus.
"Sama sama Sil, kamu jangan pernah sungkan karena kita sekarang teman, oh ya ini ada sedikit uang untuk membantu kamu bisa menyewa kontrakan mohon di terima ya" Ucap Cahaya sambil memberikan 2 jt pada Sisil
"Terimakasih banyak Cahaya, setelah aku ada uang pasti akan mengembalikan uang ini pada mu"
"Tidak usah di pikirkan Sil, Cahaya ikhlas jadi jangan kembali kan ya"
"Sekali lagi terima kasih banyak"
"Sama sama"
Setelah beberapa percakapan tadi, kini Sisil sudah tidak ada di ruang kerja Zain tersebut, tinggallah mereka yang masih di sana
"Hubby, masih banyak pekerjaan nya?" Tanya Cahaya
"Tidak Sayang, sebentar lagi akan selesai"
"Oh gitu, Cahaya lihat kembar dulu ya by"
"Iya sayang"
Cahaya ke dalam kamar pribadi yang ada di ruang tersebut untuk melihat anak-anak yang sedang tidur.
"Dim, bukannya kalian tadi mau jalan jalan?" Tanya Zain pada Dimas
"Iya tadi tapi Aku mendengar ada perempuan licik itu jadi memutuskan untuk ke sini"
"Owalah,"
"Iya Bos"
"Oh ya Riki, kamu bilangin ke bidang HRD untuk memasukkan Sisil di OG, tapi ingat pekerjaan nya sesuai prosedur"
"Baik Bos"
"Hmm"
Riki langsung memberikan perintah pada bahawan nya sesuai dengan perintah dari Zain.
"Oh ya Dim, untuk sekolah Sarah sudah kamu urus?" Tanya Zain pada Dimas
"Sudah Bos, seminggu setelah pernikahan Sarah sudah bisa langsung sekolah"
"Bagus, oh ya Dim pesan ku sebagai Abang nya Sarah ingat jangan kamu hamili dulu adik ku itu" Ucap Zain tersenyum
__ADS_1
"Tenang saja Bos, Aku juga sudah memikirkan itu yang penting kami sudah halal saja dulu"
"Bagus, karena umur Sarah masih sangat muda"
"Iya bos"
"Bang, Sarah ke Ayuk ya mau lihat kembar"ucap Sarah pada Dimas dan Zain
"Iya sayang".
Sarah bergabung dengan Cahaya di kamar pribadi tersebut
Kembali ke tiga sejoli.
"Bos, apa kamu yakin jika perempuan tadi benar benar berubah?" Tanya Dimas
"Seperti nya begitu, tapi kita tidak bisa 100% percaya pada seseorang kita harus memantau nya terutama jika dia bertemu dengan Cahaya"Ucap Zain
"Benar Bos, "
"Oh ya Riki untuk proyek di japan kamu yang berangkat ke sana bersama Vani Minggu depan" Ucap Zain
"Siap Bos"
"Hmm"
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Zain telah selesai mengerjakan pekerjaan nya, sedangkan Sarah dan Dimas sudah pulang ke mension terlebih dulu dan Riki kembali ke Markas untuk mempersiapkan beberapa proyek yang akan di impor sebelum Minggu depan ia akan ke japan perjalanan bisnis mengantikan Zain.
Cahaya dan Zain bersama dengan kembar sudah bersiap untuk kembali ke mension.
Karena Tina dan Witri sudah kembali ke mension terlebih dulu untuk menyiapkan makanan untuk nanti malam karena Salsa akan bertamu.
Cahaya dan Zain sudah sampai di mension dan kembar juga sudah mandi dan wangi.
*Malam harinya*
Setelah shalat Maqrib, mereka semua nya duduk di ruang tamu tiba tiba ada suara Mobil yang hendak masuk ke dalam area Mension, Zain langsung memberikan perintah untuk memperolehkan untuk Salsa masuk.
Setelah beberapa saat kemudian Salsa sudah di depan pintu Mension.
"Assalamualaikum" Ucap Salsa
"Wa'alaikumussalam" Jawab Cahaya
"Ayo Sal masuk" Ucap Cahaya
"Terimakasih Cahaya"
"Sama sama, Ayo kita makan dulu Cahaya sengaja menyiapkan makanan banyak untuk menyambut mu"
"Wahhh kamu sangat mengerti Aku jika Aku memang belum makan malam"
"Tau dong"
Zain berdehem.
__ADS_1
Cahaya melirik ke arah suaminya
"Ya sudah ayok by kita makan" Ucap Cahaya
"Iya Sayang"
Mereka semua menuju ruang makan termasuk
Seperti biasanya Cahaya Melayani sang Suami dan Sarah Melayani Dimas.
Hanya Salsa dan Riki yang makan di siapkan oleh diri mereka sendiri.
Beberapa saat kemudian setelah selesai makan
"Ayuk Salsa, kawannya Ayuk ya?" Tanya Sarah
"Iya, oh ya kamu tunangan nya tuan Dimas ya"
"Iya yuk"
"Enak ya kamu masih sangat muda sudah mempunyai pasangan," Ucap Salsa
"Alhamdulillah yuk, Ayuk tidak ada pacar?" Tanya Sarah
"Tidak ada yang mau sama Ayuk Sar, yang ada di tolak mentah-mentah" Ucap Salsa tanpa sadar.
"Yang sabar Yuk, oh ya Sarah doakan semoga cepat bertemu dengan jodoh secepatnya"
"Aamiin"
Riki yang mendengar pembicaraan antara Sarah dan Salsa sedikit sesak karena ucapan Salsa yang membuat dirinya tersindir
Setelah beberapa percakapan mereka semua ke ruang tengah untuk saling mengobrol.
Dari tadi Salsa tidak pernah menatap ke arah Riki, hanya fokus pada Cahaya dan Sarah sesekali bercanda.
"Seperti nya dia menghindari ku,"Pikir Riki dalam hati ketika
"Sudahlah kenapa kamu memikirkannya Riki" Pikir Riki Sambil geleng geleng kepala
Dimas melihat Riki yang geleng kepala langsung bertanya
"Kamu kenapa bro?" Tanya Dimas
"Ti tidak apa-apa, " Ucap Riki
"Oh gitu kirain ada apa kamu tiba-tiba geleng geleng kepala seperti itu"
Karena sudah mau larut malam, mereka masuk ke dalam kamar masing-masing, sedangkan Salsa tidur di kamar tamu.
Riki di dalam kamarnya sangat sulit untuk tidur karena merasa resah dengan perubahan sikap dari Salsa yang dulunya sering mencari perhatian dari Riki kini sudah tidak lagi.
"Kenapa Aku memikirkan nya" Ucap Riki lagi.
Hingga jam 12:00 Riki belum bisa tidur dan akhirnya Riki ke luar dari kamar dan menuju ruang olahraga, semalam Riki menghabiskan waktu di ruang olahraga tersebut hingga subuh.
__ADS_1
Beruntung nya ruang olahraga tersebut kedap suara sehingga seberapa kerasnya suara yang di keluarkan akibat Riki yang Tengah latihan menembak tidak membuat seisi mension bangun