Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Makan malam


__ADS_3

Di kamar tamu


Cahaya bersama Ica di sana.


"Ica, kamu istirahat dulu di sini ya, Cahaya mau ke kamar dulu jika butuh sesuatu kamu bisa panggil maid untuk membantu mu ya" Ucap Cahaya


"Iya kak terimakasih"


"Sama-sama, ya sudah Cahaya tinggal ya"


"Iya kak"


Cahaya meninggalkan Ica sendiri di kamar tersebut, Cahaya langsung menuju kamar nya.


Sedangkan di kamar tamu untuk Gavin dan Gabriel. Riki yang membawa mereka ke sana.


"Bro, Aku tau kalian pasti mengagumi Cahaya, tapi jangan pernah lagi menatap Cahaya seperti tadi, jika kalian masih sayang dengan nyawa kalian " Ucap Riki memperingati kedua calon kakak ipar nya itu.


"Iya, mau bagaimana lagi Rik, istri nya Zain benar-benar sangat Cantik serta imut" Jawab Gabriel


"Tetap saja, Cahaya adalah istri dari Zain gab" Ucap Riki lagi


"Udahlah, Kami cuma merasa kagum saja dan tidak akan mengulangi lagi kok. Santai aja Bro" Ucap Gavin akhirnya


"Bagus deh, ya sudah kalian istirahat di sini ya. Aku mau kemana ke kamar. Jika kalian butuh sesuatu bisa panggil maid saja"


"Iya, terimakasih"


"Sama-sama"


Riki akhirnya meninggalkan Gavin dan Gabriel di kamar tersebut.


Di kamar Sarah dan Dimas


"Sayang, Abang kangen banget sama kamu" Ucap Dimas sambil memeluk Sarah dari belakang


"Sarah juga kangen, Oh ya tadi Sarah lihat teman nya Chagi itu melihat Ayuk seperti nya mereka suka"


"Mungkin kagum sayang, tapi yang harus kamu ingat jika Cahaya itu ada singa di belakangnya"


"Hehehe iyaa, Ya sudah, Chagi mandi Udah mau adzan, nanti biar shalat nya jama'ah"


"Ya sudah Sayang, Abang mandi dulu"


"Ya, Handuk mandi nya juga sudah Sarah siapkan di dalam"


"Terimakasih Sayang"


"Sama-sama"


Berbeda dengan Cahaya dan Zain


Di kamar Zain sedang menunggu kedatangan sang istri, setelah beberapa saat kemudian Cahaya baru saja sampai dan masuk ke dalam kamar mereka.


"Assalamualaikum by" Ucap Cahaya


"Wa'alaikumussalam" Jawab Zain sedikit cuek.


Cahaya yang masuk dan melihat sang Suami nya yang terbakar cemburu langsung mengerti apa yang harus Cahaya lakukan untuk meredam kecemburuan sang Suami.


Cahaya langsung duduk di pangkuan Zain Sambil memegang kedua pipi Zain sambil tersenyum dan berkata

__ADS_1


"Ayahnya anak-anak kenapa hmmm" Ucap Cahaya dengan tersenyum


"Sayang kamu pasti tau Aku kenapa" Jawab Zain cuek


"Hubby harus tau dan ingat Cahaya itu hanya milik Hubby dan anak-anak kita jadi kenapa harus cemburu hm?"


"Tetap saja Sayang, Hubby tidak suka istriku di tatap oleh laki-laki lain"


"Terus sekarang Hubby mau bagaimana?, mau marah sama Cahaya?"


"Tidak Sayang, Hubby hanya tidak rela saja kamu di lihat oleh laki-laki lain dengan tatapan seperti tadi itu"


"Jadi Cahaya harus bagaimana?"


"Ngak tau" Jawab Zain cuek


"Ya sudah deh terserah Hubby, sebenarnya Cahaya tadi niatnya malam ini ada jatah untuk ayahnya anak-anak, tetapi jika ayahnya gini nggak jadi deh "Ucap Cahaya menggoda sang Suami


Mendengar ucapan dari Cahaya, Zain tersenyum bahagia.


"Jangan gitu dong Sayang, Hubby Udah kangen dengan itu " Ucap Zain ambigu


"Ya sudah, sekarang sudah tidak marah lagi nih?"


"Nggak, asal mereka tidak seperti tadi lagi "


"Ya sudah, Sekarang lebih baik kita ambil air wudhu dan shalat. karena sudah adzan "


"Oke "


Cahaya yang masih di atas pangkuan Zain langsung di angkat oleh Zain untuk masuk ke dalam kamar mandi, dan sesampai di dalam kamar mandi Zain menurunkan Cahaya dengan perlahan setelah itu mereka mengambil air wudhu bersama.


Setelah beberapa saat kemudian, setelah shalat Maqrib berjam'ah, Zain dan Cahaya langsung melihat ke arah kembar karena mereka sedang asik dengan mainan yang ada di dalam boks nya.


"Iya by, Alhamdulillah karena mereka mengerti jika Bunda dan ayahnya lagi shalat"


Zain tersenyum dan memeluk Cahaya dengan Sayang Sambil melihat ke arah kembar.


"Sayang kita bawa anak-anak ke ruang makan aja, biar kamu bisa makan bareng "


"Tidak usah by, karena sebentar lagi mereka tidur jadi Cahaya makan nya nanti aja setelah menyusui anak-anak"


"Ya sudah jika seperti itu, Hubby mau ajak yang lainnya makan dulu ya sayang "


"Ya by "


Sebelum meninggalkan kamar, Zain mengecup bibir Cahaya dengan singkat, setelah itu Zain baru meninggalkan kamar.


Setelah kepergian Zain, Cahaya hanya tersenyum malu dengan apa yang barusan Zain lakukan terhadapnya, walaupun itu sering terjadi tetap saja Cahaya pasti merasa malu.


Sedangkan di ruang makan


Ternyata Semuanya sudah di sana.


"Ayuk mana bang?" Tanya Sarah pada Zain ketika Zain baru bergabung bersama dengan mereka


"Lagi nemenin kembar" Jawab Zain


"Owalah, jadi kita makan duluan gitu ya bang?"


"Iya kita makan duluan saja"

__ADS_1


"Ya sudah deh"


Zain kini sudah duduk di kursi nya.


"Ayo Gabriel, Gavin Ica di makan" Ucap Zain mempersilahkan


"Iya Bro, "


Akhirnya mereka makan malam bersama dengan damai. Seperti biasanya, Sarah selalu melayani Dimas dengan telaten untuk menyiapkan makanan untuk nya.


Perlakuan itu membuat Gabriel dan Gavin serta Ica merasa iri, terutama Gabriel dan Gavin karena di usia mereka yang sudah hampir kepala tiga tetapi masih sendiri.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka selesai makan.


Mereka kini berkumpul di ruang tamu


"Zain, Dimas dan Riki kami sudah harus kembali karena besok ada banyak hal yang harus di persiapkan juga" Ucap Gabriel


"Ya sudah Bro jika seperti itu, kalian diantara sama supir atau Riki yang ingin mengantar Ica?" Tanya Zain pada Riki akhirnya


"Ya sudah Bos, biar Aku saja yang antar mereka "Jawab Riki


"Ya sudah jika seperti itu, kalian jangan khawatir masalah pembatalan perjodohan itu biar aku yang tangani dan juga untuk besok siang kami akan menjemput kalian lagi untuk membawa Ica mengikrarkan syahadat di masjid agung " Jelas Zain


"Baik Bro, terima kasih banyak sebelum nya " Ucap Gavin dengan tulus


"Sama-sama, santai saja kita sudah akan jadi keluarga "


"Oh ya Bro, maaf ya tadi sore dengan kami menatap istri mu seperti itu. Tapi kamu tenang saja kami hanya kagum saja pada nya tidak lebih " Jelas Gavin


"Ya sudah tidak apa-apa"


"Terimakasih bro "


"Hmm "


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Riki mengantar Gavin dan Gabriel serta Ica ke apartemen nya. Setelah kepergian mereka, Zain langsung kembali ke kamar nya untuk melihat sang istri serta anak-anak.


Sesampai di kamar.


Zain melihat Cahaya yang tertidur di atas kasur Sambil memeluk Syafira, sedangkan Ziyad dan Zahid sudah tertidur pulas di dalam boks mereka.


Zain tersenyum melihat hal itu, dan merasa bangga memiliki istri dan di karuniai dengan tiga buah hati yang begitu menggemaskan seperti mereka.


Namun, karena Cahaya belum makan malam, Zain langsung membangunkan Cahaya dengan pelan supaya Syafira tidak terbangun.


"Sayang bangun ya, kamu harus makan dulu" Ucap Zain


"Hmm" Suara Cahaya menjawab Zain


"Bangun yuk" Ucap Zain lagi


Akhirnya Cahaya membukakan mata nya.


"By, maaf ya Cahaya ketiduran"


"Tidak apa-apa Sayang, Ayo bangun makan malam, Untuk fira biar Hubby yang pindahkan ke dalam boks nya "


"Terimakasih by "


"Sama-sama Sayang "

__ADS_1


Cahaya bangun dari tidur nya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci muka sebelum ia keluar dari kamar menuju ruang makan. Setelah muka bersih, Cahaya langsung keluar dari kamar menuju ruang makan dan makan malam sendiri.


__ADS_2