
Di Perusahaan Zain Group
Zain dan Dimas sekarang sudah di ruang meeting tidak lupa ada Vani juga di sana serta para karyawan yang menghadiri meeting tersebut.
Setelah pulang dari perusahaan Zain, Steven dan Erik menuju hotel dan kini sudah berada di sebuah hotel mewah.
"Bos, Tuan Zain sangat baik dan mau menerima maaf kita" Ucap Erik mengatakan kekaguman nya pada sosok Zain
"Iya, mungkin karena itu juga dia memiliki kesuksesan yang luar biasa" Jawab Steven
"Bos, mulai sekarang kita jangan pernah mengkhianati kepercayaan Tuan Zain "
"Iya Rik, Aku tau jika Zain bukanlah orang bisa kita khianati dan kita harus bersyukur bisa mendapatkan kepercayaan nya "
"Benar Tuan, ya sudah Saya kembali ke kamar saya jika Tuan butuh sesuatu langsung panggil saya saja"
"Hmm"
Erik akhirnya keluar dari kamar yang akan di tempati oleh Steven. Sedangkan setelah kepergian Erik, Steven langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur karena memang merasa Lelah karena perjalanan yang cukup panjang.
Sedangkan di kampus
Cahaya sudah berada di sana bersama Salsa juga tentunya.
"Cahaya, bagaimana kabar kembar?"Tanya salsa
"Alhamdulillah baik, perkembangan mereka sangat cepat" Jelas Cahaya sambil tersenyum
"Oh ya Cahaya, kamu KKN nya bagaimana?"
"Ya tetap nginep di lokasi Sal, tetapi Hubby akan menyiapkan rumah di dekat lokasinya, biar kembar dan Hubby bisa ikut " Jelas Cahaya
"Owalah gitu, ya bagus deh kan kasihan tuan Zain jika kamu tinggal selama sebulan " Ucap Salsa sambil tertawa kecil
"Ya sudah Sal, Cahaya mau ke kelompok KKN nya Cahaya dulu" Ucap Cahaya
"Baiklah, Aku juga mau ke kafe depan soalnya kelompok ku di sana kumpul nya"
"Oke"
Cahaya dan Salsa memang KKN bareng hanya saja mereka tidak dalam satu kelompok.
Sedangkan di perusahaan
Zain dan Dimas sudah selesai meeting bersama para karyawan, dan kini mereka bersiap untuk berangkat ke Masjid agung Yogyakarta.
Berbeda dengan Riki, Ica Gavin dan Gabriel mereka sudah bersiap menuju masjid agung
Ica duduk di kursi depan samping Riki yang mengemudikan mobil, sedangkan Gavin dan Gabriel di kursi penumpang.
__ADS_1
"Ica, sekarang Saya tanya lagi apa kamu benar benar yakin?" Tanya Riki lagi sambil mengemudi mobil
"Iya Om, Ica sangat yakin" Ucap Ica yakin
"Baiklah, kita langsung ke masjid, kita bertemu dengan Bos dan Dimas di masjid"
Di negara A
Ilham yang sedang berbaring di dalam kamarnya hendak tidur, namun tidak bisa tidur. Ilham turun dari kamarnya dan berjalan menuju dapur di lantai satu, sedangkan kamarnya di lantai dua.
Karena jarak antara negara A dan Indonesia sangat berbeda, di Indonesia masih siang sedangkan di negara sudah tengah malam.
Sebelum Ilham sampai di dapur, Ilham melewati salah satu ruangan yang digunakan oleh Tika untuk merancang sebuah gaun dan sebagainya, karena Tika berkuliah di bidang desainer.
Ilham berhenti di depan pintu ruangan tersebut karena melihat ruangan tersebut masih terang dan artinya ada Tika di dalamnya.
Ilham membukakan pintu
"Assalamualaikum" Ucap Ilham
"Wa'alaikumussalam, belum tidur ham?" Tanya Tika
"Belum yuk, Ayuk sendiri kenapa belum tidur sudah jam segini?"
"Ini lagi ngerjain tugas rancangan"
"Besok kuliah jam berapa yuk?"
"Owalah gitu, Aku pagi jam 7:00 besok".
"Ya sudah lebih kamu tidur"
"Lagi pengen ngemil yuk, makanya turun"
"Owalah"
"Ya sudah yuk, Ilham mau ke dapur dulu. Mau titip sesuatu nggak?"
"Ngak deh"
"Oke"
Ilham meninggalkan Tika yang masih pokus dengan iPad di tangan nya. Sesampai di dapur Ilham mengambil beberapa Snack dan segelas air putih dan kembali ke kamar nya.
Kembali ke Indonesia
Setelah berapa saat kemudian,Mobil Riki sudah memasuki wilayah Masjid agung, Riki memarkirkan mobilnya. Dan mereka turun bersama dari mobil.
Sedangkan di mobil lain, Dimas dan Zain juga baru saja turun dari mobil mereka.
__ADS_1
Kedatangan Zain dan yang lainnya sudah di tunggu oleh Ustadz Alfin Ismail yang akan memuallafkan Ica nantinya.
"Assalamualaikum ustadz" Ucap Zain
"Wa'alaikumussalam wr wb" Jawab sang Ustadz
"Mari Tuan kita langsung masuk ke dalam masjid" Lanjut Ustadz tersebut mempersilahkan mereka untuk mengikuti nya masuk ke dalam masjid. Selain Gavin dan Gabriel yang mana mereka tidak masuk tetapi mereka dari luar masjid dan sudah di sediakan tempat duduk Untuk mereka.
Ternyata di dalam masjid ada beberapa orang di sana yang nantinya akan menyaksikan Ica menjadi mualaf.
Sesampai di dalam masjid
Ica langsung duduk di depan sang ustadz, dan ustadz pun akan memulai nya.
"Baiklah karena Saudari Ica sudah berada di sini, kita akan memulai nya. Namun sebelum itu Saya akan menanyakan beberapa pertanyaan untuk saudari Ica. Apa saudari Ica berkenan?" Jelas Ustadz
"Silahkan Ustadz" Jawab Ica
"Apakah Anda di paksa untuk menjadi Muslim?"
"Tidak ada ustadz" Jawab Ica yakin
"Apakah kamu yakin dengan keputusan mu, karena jika nantinya kamu sudah masuk Islam dan tidak di perkenankan untuk keluar dari Islam dan itu sangat di benci oleh Islam"
"Yakin ustadz"
"Baiklah ikuti Saya
Setelah Ustadz melafalkan syahadat, Ica dengan yakin mengulangi apa yang di lafalkan Oleh sang ustadz. Setelah beberapa saat kemudian.
"Alhamdulillah" Ucap sang ustadz setelah Ica berhasil melafalkan syahadat.
Zain serta yang lainnya tersenyum melihat dan merasa bersyukur dengan bertambahnya saudara sesama muslim.
Sedangkan Gavin dan Gabriel yang mereka bukan orang orang Muslim, namun mereka sebagai saksi dari pihak keluarga Ica bahwa mereka tidak melarang hal tersebut. Malah Gavin dan Gabriel merasa bahagia melihat Ica menangis haru ketika selesai mengucapkan syahadat.
Setelah acara selesai, dan berkas berkas nya juga sudah selesai, Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke mension.
Karena barang-barang Ica sudah di pindahkan ke mension dan Ica akan tinggal di mension sebelum mereka nantinya kembali ke negara Inggris untuk meminta restu dari orang tua nya.
Di perjalanan ke mension
Di mobil Riki
Gavin dan Gabriel menyuruh Ica untuk duduk di kursi penumpang bersama mereka, karena mereka ingin memeluk sang adik yang kini sudah resmi menjadi muslim tersebut.
Riki yang menyaksikan nya tersenyum dan terharu akan nikmat yang baru saja ia lihat dan rasakan, Namun inilah awal perjalanan Ica dan Riki tentunya. Terutama prihal pembatalan perjodohan Ica di negara Inggris tersebut yang akan mendatangkan permusuhan bersama pihak kerajaan Inggris yang notabene adalah cucu dari kakek Zain sendiri.
__ADS_1
Karena itu perjalanan cinta Riki dan hijrahnya Ica masih sangat panjang...
Setelah berapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di mension Zain, mereka langsung masuk ke dalam mension. Dan di sambut oleh ke-tiga buah hati Zain dan Cahaya tentunya yang sedang asik bermain dengan mainan nya.