
Malam harinya
Seperti yang Zain bicarakan dengan Cahaya tadi siang, bahwa akan membicarakan perihal proyek bersama Subki dan yang lainnya. Maka malam hari nya setelah shalat isya, Subki dan yang lainnya berkumpul di rumah Hasan untuk membicarakan nya.
Tepat setelah selesai shalat Maqrib, di kediaman Hasan langsung makan malam seperti itu juga di rumah Subki.
Di rumah Subki
"Ayo Abi, Umi di makan. Maaf hidangan nya ya ala kampung" Ucap Subki
"Tidak apa-apa nak, justru ini masakan yang sangat enak" Jawab Nisa
"Terimakasih Umi, jangan malu-malu Dim. Rik di makan. Kita sudah keluarga"
"Iya Bang, " Jawab Riki dan Dimas bersamaan
Anam yang melihat kekompakan mereka hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala
Sedangkan di kediaman Hasan
"Ayo Zain di makan. ini ikan asin kesukaan nya Anak-anak terutama istri mu itu" Ucap Zainab
"Benaran Bu, Cahaya suka nya ikan asin?" Tanya Zain tidak percaya karena semenjak menikah dengan Zain, Cahaya tidak pernah makan ikan asin
"Benar bang, Ayuk memang suka. Karena di Jogja ikan asin nya tidak sesuai selera Ayuk. Makanya tidak pernah masak ikan asin" Jelas Ilham
"Owalah gitu, Coba Ham. Abang pengen nyobain makanan kesukaan istri tercinta ini"
"Hubby, beneran mau nyoba?" Tanya Cahaya
"Iya beneran dong Sayang, " Jawab Zain sambil tersenyum
"Abang tidak malu gitu punya istri yang ternyata sukanya ikan asin?"
__ADS_1
"Tidak dong sayang, kenapa harus malu"
Cahaya tersenyum mendengar penuturan dari Zain yang membuat nya semakin bertambah cinta pada sang Suami nya itu.
Zain akhirnya mengabil ikan asin yang di berikan Ilham pada nya.
Setelah beberapa saat kemudian Zain tersenyum
"Enak Sayang, apalagi di satukan dengan sambal nya" Ucap Zain
"Alhamdulillah jika hubby suka, besok jika mau pulang ke Jogja kita beli untuk bawa ke Jogja "
"Iya Sayang, stoks banyak banyak ya"
"Tidak usah banyak banyak juga Hubby yang penting cukup"
"Iya deh Sayang"
Setelah beberapa saat kemudian mereka sudah selesai makan.
Zain, Hasan dan Ilham duduk di depan TV setelah makan. Sedangkan para kaum wanita membereskan piring piring dan perlengkapan makan mereka tadi.
-------------------*******--------
Setelah selesai shalat isya
Kediaman Hasan di penuhi oleh anak-anak nya, ada Subki, Rafa dan Zaki serta ada Dimas dan Riki juga.
Di ruang TV
"Bagaimana Bang prihal yang kemarin di sampaikan oleh Dimas, apa sudah banyak yang mendaftarkan diri?" Tanya Zain yang memulai pembicaraan
"Alhamdulillah sudah ada 30 orang yang mendaftarkan diri dan berkas lamaran nya juga sudah ada ini, Silahkan di teliti lagi" Jawab Subki
__ADS_1
"Oh gitu, masih kurang banyak. Nanti berkasnya biar Riki yang teliti dan seminggu setelah pernikahan Sarah dan Dimas kita akan ada kan training untuk para pekerja nya bang. Dan untuk yang memegang kendali Zain harap dari Abang Abang semuanya, kira kira siapa yang bisa di bindang itu. Dan juga nanti ada dari bawahan Zain yang akan membimbing Abang semua" Jelas Zain
"Mohon maaf sebelumnya Zain, Aku mau nanya nih untuk produk nya dari mana?" Tanya Rafa
"Untuk itu nanti di kirim dari perusahaan Zain Group langsung yang sesuai dengan produk yang akan di pasarkan" Jelas Zain
"Oh gitu, oke deh" Ucap Rafa
"Ada lagi yang di tanyakan?" Tanya Zain
"Untuk para pekerja yang akan bekerja di sana itu apa harus tamatan SMA atau bagaimana?" Tanya Zaki
"Untuk itu sesuai dengan posisi yang akan dia tempati bang" Jelas Zain
"Oh gitu, ya"
"Iya Bang, nanti ada beberapa berkas yang harus mereka isi sesuai minat di posisi mana begitu" Jelas Zain lagi
"Baiklah"
"Jadi untuk yang bertanggung jawab ni, Abang masih bingung ni. Kami Semua sudah bekerja jadi bagaimana?" Tanya Subki
"Nah untuk itu, Zain mau bertanya sekarang pada Abang semuanya. Kira kira yang benar benar bisa dan berikhlas diri untuk mengundurkan diri pekerjaan sekarang siapa?" Tanya Zain
"Bang Sak kan kerja di PT, sebagai mandor. Dan benek di Kantor desa. Sedangkan Aku di Pt juga. Jadi bagaimana?" Tanya Zaki
"Untuk itu sebenarnya Beker di proyek perbelanjaan nantinya itu tidak tiap hari tapi dalam seminggu sekali wajib cek ke Jambi, dan yang akan ada yang mengontrol setiap hari dari bawahan kami" Jelas Zain
"baiklah jika masih bingung di pikirkan lagi saja. Yang penting sekarang sudah ada gambaran nya" Tutur Zain akhirnya.
"Oke deh" Jawab Zaki
Setelah beberapa perbincangkan, Kini mereka bersantai biasa sambil menikmati teh dan snaks yang di hidangkan Sarah dan Cahaya baru san.
__ADS_1