
Di mension Zain
Zain sudah selesai mandi, dan kini sudah berganti pakaian santai, sedangkan Cahaya duduk sambil minum jus buah naga kesukaan nya di ruang tamu.
Zain keluar dari kamar nya menuju tempat Cahaya berada.
"Hubby mau cahaya bikinin jus atau kopi?" Tanya Cahaya setelah Zain ikut duduk bersama nya
"Tidak usah sayang, Hubby lagi ngak mood dengan kopi ataupun jus"
"Oh gitu, bagaimana tadi perkejaan nya?"
"Alhamdulillah lumayan banyak banget, Sayang "
"Sini biar Cahaya pijitin " Ucap Cahaya sambil mendekatkan diri ke Zain supaya mudah untuk memijit pundak Zain.
"Terimakasih sayang " Ucap Zain
"Sama-sama by "
Zain merasa sangat nikmat karena pijitan di pundak nya tersebut membuat nya memejamkan mata. Sedangkan Cahaya hanya tersenyum melihat Zain yang begitu menikmati pijitan nya.
Tidak berapa lama kemudian Abraham dan Putri Ane keluar dari kamar tamu.
"Tuan Zain, Nona Cahaya " Sapa Abraham
"Bagaimana istirahat nya Tante, Om " Jawab Cahaya
"Sangat nyenyak Nona, Tuan Zain seperti nya sangat menikmati pijitan nya Nona " Ucap Putri Ane
"Seperti nya begitu Tan " Jawab Cahaya tersenyum.
Sedangkan Zain akhirnya membuka matanya dan melihat ke arah depan nya sudah ada Abraham dan Putri Ane yang duduk di kursi tersebut.
"Maaf Om, Tante Saya tidak menyambut kedatangan kalian tadi, soalnya masih banyak kerjaan di kantor" Ucap Zain
"Tidak apa-apa Tuan" Jawab Abraham sungkan
__ADS_1
"Om panggil Zain saja, karena Riki adik Saya dan sebentar lagi juga akan menjadi anak Om" Ucap Zain.
"Baiklah Zain" Jawab Abraham.
"Oh ya Om, Tante bagaimana pihak kerajaan ada kabar yang tidak enak atau bagaimana?" Tanya Zain
"Untuk dua hari ini masih aman Zain, hanya saja Saya dan keluarga masih sedikit khawatir walau bagaimanapun pihak kerajaan tidak bisa di anggap remeh, apalagi jika di bandingkan dengan keluarga kami " Jelas Abraham
"Om dan Tante tenang saja, karena kalian tidak sendirian, kami pasti tidak akan tinggal diam jika pihak kerajaan mau cari perkara " Ucap Zain
"Terimakasih Zain " Ucap Abraham bersungguh sungguh
"Sama sama Om, karena kita sudah akan jadi satu keluarga jadi jangan pernah sungkan lagi " Ucap Zain
Setelah mengatakan itu, tiba-tiba terdengar suara tangisan dari kembar daro dalam kamar mereka.
Cahaya langsung berpamitan dengan suami dan lainnya untuk ke kamar melihat kembar.
Setelah kepergian Cahaya, Abraham dan Putri Ane sedikit penasaran dengan sosok dari anak pengusaha sukses tersebut. Karena tidak ada di media manapun yang memperlihatkan gambar dari anak-anak Zain Khoirul Anam tersebut yang ada hanya menjelaskan jika mereka kembar tiga.
"Kembar bangun ya Sayang?" Tanya Zain
"Iya by, karena memang sudah waktunya mereka bangun" Jawab Cahaya.
Cahaya mendorong troler kembar dan di letakkan di depan sang Ayah kembar.
Abraham dan Putri Ane melihat ketiga baby gembul tersebut langsung kagum, karena mereka sangat tampan dan cantik.
"Pa, kembar sangat tampan dan cantik" Ucap Putri Ane pada Abraham
"Benar Ma, kita sangat bersyukur bisa melihat langsung wajah menggemaskan mereka" Ucap Abraham
"Benar pa" Jawab Putri Ane
Karena Cahaya melihat Abraham dan Putri Ane sangat ingin mengendong kembar, Cahaya dan Zain akhirnya mempersilahkan mereka untuk menggendong mereka.
Abraham dan Putri Ane sangat senang karena mereka di izinkan untuk menggendong pewaris dari pengusaha sukses didepannya itu.
__ADS_1
Kembali ke Korea
Di pantai.
"Dim, kenapa kamu tidak mengundang kami waktu pernikahan kalian?" Tanya Rendi
"Sebenarnya ingin mengundang kalian, hanya saja kalian belum tentukan datang " Ucap Dimas cuek
"Iya benar juga, oh ya Dim kalian nginep di mana?" Tanya jacob
"Di villa, " Jawab Dimas singkat
"Kamu benar-benar tidak berubah ya Dim tetap aja cuek" Rendi
"Itulah Aku " Jawab Dimas lagi.
Karena hari sudah semakin larut, Sarah berbisik pada Dimas
"Chagi pulang yuk, udah larut kita juga belum shalat isya " Ucap Sarah
Mendengar ucapan dari Sarah Dimas langsung berpamitan dengan ketiga temannya itu.
"Kalian masih lama di sini, Aku dan Sarah langsung mau kembali ke villa karena sudah larut angin malam juga sangat dingin, jika kalian masih lama di sini kami duluan ya " Ucap Dimas
"Ya deh, pulang lah " Ucap Jacob
Dimas dan Sarah langsung meninggalkan tempat tersebut beserta teman-temannya Dimas.
Sesampai di villa.
Sarah dan Dimas langsung menunaikan ibadah sholat isya.
Setelah shalat, Sebelum tidur Sarah selalu merawat dirinya.
Sedangkan Dimas menunggu Sarah di atas kasur.
Dimas dan Sarah tidur dengan nyenyak malam ini Sambil saling berpelukan tidak ada kegiatan lain.
__ADS_1