
Di Yogyakarta
Setelah beberapa saat kemudian mobil Dimas dan Sarah sampai di Mension.
Dimas dan Sarah langsung menuju kamar mereka.
Sarah juga langsung menganti pakaian sekolah nya dan bersih-bersih. sedangkan Dimas menunggu Sarah keluar dari kamar mandi.
"Sayang apa kamu sudah shalat Dzuhur?" Tanya Dimas pada Sarah
"Belum, karena hari ini pulang nya cepat jadinya shalat nya di mension aja gitu"
"Ya sudah yuk Chagi juga belum shalat Dzuhur, Chagi wudu dulu"
"Iya "
Setelah beberapa saat Dimas dan Sarah melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah di kamar mereka.
Setelah selesai shalat, Dimas dan Sarah langsung menuju ruang makan karena mereka memang belum makan siang.
Tapi sebelum sampai ke ruang makan, Sarah berkata kepada Dimas
"Chagi makan di luar yok!"
"Oke"
"Ya yuk"
"Kamu nggak ganti pakaian dulu?" Tanya Dimas
"Apa pakaian Sarah jelek ya"
"Bukan Sayang, kan biasanya perempuan itu jika mau ke luar dandan dulu atau sebagainya"
"Kan Chagi tau Sarah nggak suka dandan, apa Chagi merasa Sarah jelek jika tidak dandan seperti perempuan di luar sana?"
"Tentu tidak Sayang, kamu selalu cantik, natural berbeda dengan perempuan yang luar sana "
__ADS_1
"Jadi gimana nih jadi tidak?"
"Jadi dong sayang, anggap saja kita pacaran kan jarang-jarang kita bisa makan di luar di lanjutkan jalan-jalan "
"Oke yuk "
Akhirnya Sarah dan Dimas keluar dari mension dan masuk ke dalam mobil mereka dengan pakaian kasual.
Dimas begitu tampan begitupun dengan Sarah yang cantik dengan pakaian khas remaja pada umumnya yang sedikit tomboi tetapi tidak mengurangi kecantikan alami nya malah memberikan kesan berbeda pada perempuan pada umumnya.
Di dalam mobil
"Mau makan apa Sayang?" Tanya Dimas
"Mau makan seafood"
"Oke meluncur"
Dimas langsung mengemudi mobil nya ke salah satu restoran seafood yang cukup mewah di Yogyakarta tepatnya di daerah Sleman.
Walaupun cukup jauh dari mension tetapi Dimas dan Sarah tidak peduli.
Kedatangan Dimas tentunya membuat para pengunjung restoran langsung berbisik-bisik, apalagi yang mereka yang belum tau jika Dimas sudah menikah, dan sekarang berjalan memasuki restoran bersama seorang perempuan yang masih sangat muda.
"Selamat datang Tuan Dimas" Ucap seorang manager restoran
"Hmm" Jawab Dimas
"Mari Tuan, Nona" Ucap manager restoran mempersilahkan mereka untuk menuju ruang makan VIP di restoran tersebut.
Dimas dan Sarah mengikuti manager restoran tersebut.
Sarah mempererat pelukannya pada Dimas dan berbisik di telinga Dimas.
"Chagi?, jika kamu keluar tanpa Sarah jangan pernah berpakaian seperti ini" Ucap Sarah
"Kenapa Sayang?" Tanya Dimas
__ADS_1
"Chagi tidak liat apa itu para perempuan centil menatap Chagi seperti macan kelaparan "
"Tenang saja Sayang mereka itu tidak bisa di Bandingkan dengan istri kecil Chagi ini, anggap saja mereka tidak ada. toh memang sudah seharusnya mereka tidak ada " Ucap Dimas santai.
"Tapi janji ya jangan berpakaian seperti ini jika tidak ada Sarah bersama Chagi?"
"Janji Sayang "
"Bagus,awas saja jatahnya nggak akan Sarah kasih "
"janji Sayang, jangan dong Sayang kamu nggak kasihan dengan Chagi " Bisik Dimas di telinga Sarah dengan pelan
Sarah tersenyum mendengar ucapan dari Dimas. Setelah itu mereka langsung masuk ke dalam ruangan VIP.
Dimas dan Sarah langsung duduk dan tidak lama mereka duduk pesanan seafood yang hanya untuk tamu VIP langsung terhidang.
Dimas dengan telaten memisahkan daging kepiting dari cangkang nya dan menyuapi Sarah.
Setelah beberapa saat kemudian Dimas dan Sarah telah kenyang, mereka memutuskan untuk berjalan-jalan hingga sore hari
Sedangkan di pesawat pribadi Zain
Ilham dan lainnya sedang menyantap makan siang mereka sebelum landing 🛬 di bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi.
Setelah beberapa saat kemudian pramugari mendatangi mereka.
"Tuan sebentar lagi kita akan landing 🛬 untuk itu mohon sabuk pengaman di kuatkan"
"Baik" Jawab Ilham mewakili teman-teman nya.
Setelah 15 menit akhirnya mereka landing dengan selamat si bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi.
"Alhamdulillah sampai juga" Ucap Ilham
"Rumah mu masih jauh?" Tanya Sean
"Dua jam perjalanan naik mobil"
__ADS_1
"Oh gitu, yuk turun"
"Yuk"