
Mension
Riki dan Brian kembali ke mension serta Zean juga.
"Brian, kamu antar Zean ke kamar samping kamar Ilham, nanti siang baru belanja kebutuhan nya" Ucap Riki.
"Baik kak"
"Zean ikut Brian ke kamar mu, nanti siang kakak ajak kamu belanja kebutuhan mu" Ucap Riki
"Baik kak"
Zean langsung mengikuti Brian, sedangkan Riki kelantai dua untuk beristirahat di kamarnya.
Di Jambi
Ilham dan lainnya sudah bersiap untuk panen ikan di danau bersama paman Ilham.
Paman dan lainnya sudah berada di danau semenjak pagi hari, sedangkan Ilham dan ketiga sahabatnya baru mau berangkat ke danau di belakang desa.
"Sean kamu bisa mengendarai motor kan?" Tanya Ilham
"Bisa, kenapa?"
"Iya biar kamu yang bawa motor satunya dan boncengi Tio sedangkan barak dengan ku "
"Oh gitu oke"
Ilham mengendarai motor milik Subki sedangkan Sean yang mengendarai motor milik Rafa yang Ilham pinjem.
"Kamu ikuti Aku aja" Ucap Ilham
"Siap" jawab Sean
Ilham mengendarai motor nya di depan sedangkan Sean mengikuti di belakang nya.
Diperjalanan ke danau,tentu saja mereka menjadi pusat perhatian banyak warga desa, apalagi dengan paras mereka yang menawan karena sangat jarang bule berkunjung ke desa mereka, tetapi setelah Cahaya menikah dengan pria bule yang menetap di Yogyakarta membuat desa mereka sering di kunjungi oleh bule yaitu keluarga dari pihak Zain, dan sekarang Ilham membawa teman-teman nya pulang ke desa mereka.
Di perjalanan Ilham berhenti di sebuah warung, Sean di belakang nya juga ikut berhenti.
"Kalian mau beli jajan pilihlah" Ucap Ilham
"Apa yang enak, kami tidak mengenal jajanan ini" jawab Tio
"Ya sudah biar aku yang pilih jajanan nya kalian pilihlah minuman yang kalian mau, sekaligus beli agak banyak soalnya di danau banyak saudara-saudara disana" Ucap Ilham
"Oke" Jawab Barak.
Ilham masuk ke dalam warung diikuti Sean dan lainnya.
"Assalamualaikum pak, mau beli jajan" Ucap Ilham
"Wa'alaikumussalam eh Ham kapan balek?"
"tiga hari yang lalu pak" Jawab Ilham sambil memilih jajanan
"Owalah, itu teman-teman nya ganteng amat Ham "
"Iya pak, ya maklumlah pak bule kebanyakan gitu ganteng-ganteng " Jawab Ilham dengan nada bercanda
__ADS_1
"Hehee iya ham, oh ya mau kemana kalian beli jajan nya banyak amat?"
"Mau ke danau pak, paman lagi panen ikan ya sekaligus ajak mereka mengenal desa "
"Owalah gitu, siapa nama mereka?"
"Itu Sean yang paling tampan dan sampingnya barak dan satunya lagi Tio pak"
"Oh gitu "
"Ya pak ini berapa semuanya " sambil menyerahkan kantong plastik yang berisi jajanan serta ada roti juga dan minuman
"150 rb ham" Ucap nya
"Ini pak uangnya" Ucap Ilham menyerahkan uang 150 RB
"Iya ham pas ya uangnya"
"Ya pak terima kasih pak kami langsung pergi ke danau dulu assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam"
Ilham dan lainnya keluar dari warung.
"Ham apa yang kalian bicarakan?" Tanya Barak kepo
"Oh itu pemilik warung menanyakan nama kalian dan juga dia bilang kalian tampan-tampan" jelas Ilham
"Oh ya, hehehe memang kita tampan " Ucap Tio percaya diri
"Udah yuk berangkat tidak sabar MUA melihat cara panen ikan " Ucap Sean
"Oke " Jawab Tio
Mereka melanjutkan perjalanan menuju danau.
15 menit berlalu akhirnya mereka sampai di ujung desa dan di depan nya ada danau yang cukup luas.
"Wahhh indahnya " Ucap Sean ketika mereka sudah memberhentikan motornya
"Iya indah" Ucap Tio melihat indahnya danau di depan mata mereka saat ini.
Ilham hanua tersenyum melihat tingkah mereka.
"Ya sudah yuk tempat panen ikan nya ada di belakang rumah orang ini, jadi motor nya kita bawa ke sana kalian ikuti Aku" Ucap Ilham langsung menghidupkan motor nya kembali
Sean langsung mengikuti motor Ilham.
Tidak terlalu jauh dari lokasi sebelum nya, Ilham memarkir motor nya di dekat motor yang lainnya terparkir di antaranya adalah motor sang Ayah sudah terparkir di sana.
Sean juga memarkirkan motor yang dikendarainya sebelah Ilham.
Zainab melihat ke datangan Ilham langsung berkata.
"Kalian sudah datang ayo sini" Ucap Zainab
"Iya Bu, udah mulai ya panennya" Ucap Ilham.
"Iya ini yang kedua nya turun ke danau"
__ADS_1
"Yahh telat dong, Ilham mau ikut turun ke danau juga, kalian mau ikut ngak?" Tanya Ilham pada sean dan lainnya
"Mau tapi tidak ada buaya kan?"
"Tidak ada, tapi kalian bisa berenang kan?"
"Bisa dong" Jawab Sean
"Ya sudah tapi sebelum nya Aku ingatkan jika airnya sedikit keruh dan mungkin kulit kalian tidak terbiasa dengan nya apa tidak masalah?"
"it's okay " Ucap Sean
"Baiklah yuk turun" Ucap Ilham
""Oke"
Ilham menyerahkan kantong plastik yang berisi jajanan ke Zainab dan Ilham langsung bersiap untuk turun ke air danau untuk ikut panen ikan.
(Sebelum masuk ke acara panen ikan bersama dengan Ilham dan tema-tema nya kita kembali ke Jogja dulu ya 😂😂😂)
Jogja
Setelah sampai di kamar, Riki benar-benar mengistirahatkan tubuh nya tetapi pikiran Riki masih sedikit tidak nyaman karena memikirkan siapa mereka yang berusaha mengincar ketenangan Black Lion.
Berbeda dengan Zean yang berada di dalam kamar nya.
Setelah membersihkan diri nya, Zean tidak tidur melainkan hanya termenung di dekat jendela kamarnya.
Ada rasa senang dan bahagia ketika memiliki tempat berteduh dan kakak angkat sekaligus Bos nya yang begitu menerimanya.
Hal tersebut membuat Zean bertekad untuk selalu setia pada orang yang telah menerimanya ini.
Sedangkan di Lokasi KKN
Cahaya baru saja keluar dari kelas karena hari ini tugasnya untuk mengajar bahasa Inggris dan Arab, ada dua kelas yang di ajarnya hari ini.
keluar dari kelas Cahaya langsung menuju ruang guru untuk beristirahat sejenak sebelum mengajar kembali setelah waktu istirahat berakhir.
Di ruangan guru
Ada Silvi di sana, Cahaya duduk di Samping nya.
"Cahaya bagaimana ngajarnya?" Tanya Silvi
"lumayan, ya walaupun ada sedikit Canggung soalnya kebanyakan mereka memiliki tubuh yang sangat tinggi jadi ya mengerti lah kamu " Ucap Cahaya
"ya sih, oh ya kan membawamu Minggu depan sudah habis program kerja kita , untuk acara perpisahan nya menurutmu kita ngadain lomba gimana?"
"Boleh sih tapi kita rembukan dulu sama Syakir dan lainnya "
"Oke, Malam Minggu aja gimana kita rembukan di posko?"
"Boleh, ntar Cahaya izin ke Hubby "
"Oh ya Cahaya menjadi istri sekaligus Ibu dan mahasiswa repot nggak?" Tanya Silvi
"Nggak sih, kan Cahaya di bantu dengan suster dan juga Hubby Sangat membantu " Jawab Cahaya
"Ya terlihat banget jika Tuan Zain sangat mencintai mu makanya dia pasti selalu membantu mu "
__ADS_1
"Mmm" Ucap Cahaya sambil tersenyum.