Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Dimas.......


__ADS_3

Di Riau.


Dimas dan Riki sudah sampai di tempat yang mana sudah di janjikan untuk transaksi persenjataan. Ternyata kedatangan Dimas dan Riki di ketahui oleh musuh yang mengincar persenjataan milik black Lion.


Tapi sebelum itu, Riki sudah mengerahkan kemananan mereka, walaupun sudah di prediksi akan ada musuh yang mengincar persenjataan milik black Lion.


Transaksi yang mereka lakukan sekarang di sebuah hutan lindung yang terdaftar di Riau, yang mana hutan tersebut di kuasai oleh pemerintahan Indonesia.


Dimas dan Riki sudah siap dengan jubah black Lion dan topengnya.


"Siap Dim" Ucap Riki


"Siap"


"Oke kita berangkat"


"Hmm"


Dimas dan Riki karena tempat yang di janjikan sudah di ketahui oleh musuh, Riki memerintahkan kepada yang menginginkan persenjataan tersebut berpindah tempat yang sudah di siapkan oleh Riki yang masih di Riau tersebut.


"Dim, sudah di prediksi ternyata banyak yang menginginkan persenjataan ini, dan seperti nya ada yang bersekongkol dengan pemerintah Singapura"


"Benar, jadi bagaimana dengan transaksi ini?"


"Tetap kita jalan kan tapi jangan khawatir persenjataan yang dibawa bukan lah yang asli milik kita, melainkan sudah Bos siapkan ya g palsu nya"


"Oh oke, biar kita tau Siapa di balik ini semua"


"Benar itu yang ingin di ketahui oleh bos"


"Tapi sebelum itu, kita tunggu kedatangan mereka di tempat yang sudah kita persiapkan sebelum nya, setelah mereka datang baru kita yang kesana"


"Oke"


Dimas dan Riki akhirnya memutuskan untuk berdiam di dalam mobil nya Sambil menunggu telpon dari seseorang.


"Rik, Bagaimana bisa Bos memprediksi kan ini?"


"Aku juga kurang tau, tapi memang Bos tidak bisa di bohongi oleh siapapun itu"


"Benar, apalagi dengan kepintaran bos, Aku sudah tidak sabar menunggu si kembar. Apa mereka akan jenius seperti bos"


"Seperti nya begitu, dan mungkin bisa jadi lebih jenius"


"Benar, jadi kangen dengan si kembar"


"Ya sudah besok setelah misi langsung ikut ke Jogja bersama bagaimana?"


"Nggak dulu ya, Aku masih ingin di Jambi" Jawab Dimas langsung.


Riki yang mendengar ucapan dari Dimas hanya tersenyum


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya dari pihak Singapore menelpon Riki.


"(Hallo kami sudah sampai di tempat yang sudah kalian sebutkan, mana kalian?)" Ucap orang tersebut.


"Oke, " Jawab Riki. dan langsung mematikan telepon.


"Ayo Dim, kita hancurkan mereka yang berani mempermainkan kita"


"Oke"

__ADS_1


Akhirnya Dimas dan Riki bergegas ke tempat tujuan. bersama dengan para Mafioso yang sebagai, karena sebagian besar sudah berada di posisi mereka.


Tidak butuh waktu lama akhirnya Mobil Dimas dan Riki berhenti di sebuah hutan yang di dekat nya ada sungai yang mengalir deras.


Dimas dan Riki turun dari mobil mereka.


"Halo Mr, Brian" Ucap Riki


"Hallo Mr Putra"


(Riki sengaja mengenal kan dirinya dengan nama putra, bukan nama aslinya).


"Apa yang akan kalian lakukan dengan persenjataan ini?" Tanya Riki langsung dengan suara lantang.


"Untuk kemananan pemerintah" Jawab orang tersebut


"Kamu pikir kami bodoh mempercayai hal tersebut, " Ucap Dimas dengan nada Devils nya.


"Apa kalian pikir kami berbohong, Saya jendral dari pemerintah Singapura yang di tugaskan untuk membeli persenjataan dari Black Lion" Ucap nya.


"Oh gitu, apa buktinya?"


"Ini" jawabnya sambil menyerahkan berkas yang di tanda tangani oleh Pihak pemerintah yang berwenang.


"Baiklah, mana uangnya?" Tanya Dimas


"Serahkan dulu persenjataan nya"


"Tidak, ada uang ada barang" Ucap Dimas.


"Oke"


Mr Brian langsung menyuruh anak buahnya untuk membawa uang sejumlah 10 koper yang berisi uang 100 USD.


Tiba tiba, setelah mereka menerima persenjataan malah menodongkan senjata tersebut ke arah Dimas dan Riki.


"Cih, sudah bisa di tebak" Ucap Riki.


Dimas langsung memanggil pasukan yang berada di sekitar arena tersebut dengan mic yang ada di telinga nya.


"Barat, timur, utara, selatan siap" Ucap Dimas


"Siap bos" Jawab mereka semua.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya baku tempak pun terjadi, karena Dimas dan Riki sudah memakai kostum khusus yang tidak bisa tembus peluru jadi mereka dengan santai nya melewati banyak peluru yang mengarah ke arah mereka.


Dor.


Dor


Dor


Dor.


Suara tembakan di mana mana dan akhirnya Dimas berhasil menembak ketua dari musuh yang tadi mengenal diri sebagai Brian.


Setelah kurang lebih 30 menit baku tembak, akhirnya selesai juga, musuh sudah di amankan oleh para Mafioso dan akan di bawa ke markas besar di negara A, karena Markas di Indonesia bukan tempat penyiksaan sebenarnya.


Tapi ketika Dimas sedang lengah...


Dor

__ADS_1


Suara tembakan yang mengarah pada tangan Dimas...


Akh akh. ucap Dimas merasakan sesuatu pada tangannya.


Riki yang mendengar suara Dimas langsung mendekat.


Tapi sebelum itu Riki memerintahkan kepada Mafioso untuk mengejar si penembak tersebut.


"Dim, jangan pingsan dim" Ucap Riki ketika Dimas Mulai menutup mata nya setelah berhasil di tangkap oleh Riki sehingga tidak terjatuh ke tanah.


"Siapkan peralatan medis" Ucap Riki pada Mafioso


"Baik Bos"


Dimas di papah dan di bawa masuk ke dalam mobil, setelah dalam mobil Tim medis khusus black Lion sudah siap untuk memeriksa keadaan Dimas.


"Bagaimana dengan pelurunya?" Tanya Riki pada Dito, salah seorang dokter di dalam mafio black Lion.


"Pelurunya berhasil di ambil tapi bos terlalu banyak kehilangan darah"


"Cepat kamu obati, sebelum sampai di rumah sakit"


"Baik Bos"


Akhirnya Dimas di bawa ke rumah sakit, karena persediaan darah di Bank darah milik black Lion lagi kosong.


Sesampai di rumah sakit


Dimas di bawa langsung ke ruang ICU untuk di periksa lebih lanjut.


Sedangkan Riki dan yang lainnya menunggu di luar.


Riki sangat khawatir akan keselamatan Dimas, karena setelah misi tadi Dimas membuka kostum pelindung yang di gunakan nya.


Riki dengan rasa khawatirnya takut Zain marah karena kejadian yang menimpa Dimas, tapi Zain harus di kasih tau.


. Akhirnya Riki memutuskan untuk menelpon Zain.


Drttt drttt.


"Assalamualaikum Bos" Ucap Riki dengan terbata bata


"Wa'alaikumussalam kenapa Rik , apa ada masalah?" Tanya Zain dengan khawatir.


"Dimas bos terkena tembakan di tangannya, dan saat ini sedang di dalam ruang ICU" Jelas Riki.


"Bukannya kalian menggunakan kostum pelindung?"


"Sebelum nya ia bos, setelah musuh di amankan Dimas tanpa di ketahui melepasnya dan ternyata ada musuh yang bersembunyi dan menembak Dimas"


"Apa dia sudah di tangkap?"


"Alhamdulillah sudah bos".


"Baiklah, sekarang di rumah sakit mana?"


"Di RS kota Riau bos"


"Baiklah, Aku segera berangkat, dan ingat jangan kasih kabar dulu ke keluarga Jambi"


"Baik Bos"

__ADS_1


"Hmm"


Telpon berakhir, Zain yang sedang di ruang kerjanya langsung menampilkan wajah Devils dan khawatir karena adiknya celaka dalam misi, tapi setelah keluar dari ruang kerja Zain berusaha tidak menampakkan sesuai yang lain karena tidak ingin Cahaya curiga dan bertanya


__ADS_2